faisal basri

wear the robes of fire — kesadaran nurani dan akal sehat

Kategori: Political Economy

  • Inisiatif teman-teman “Berdaya Bareng2” meluncurkan seri diskusi yang menjawab persoalan-persoalan ekonomi kontemporer yang kerap ditanyakan generasi milenial dalam rubrik Economillenials. Semoga bermanfaat.

  • Jepretan Terhangat Perekonomian Indonesia: Antara Fakta dan Hoaxes[1] (Faisal Basri)[2] Prolog: Jati Diri Bangsa Pada abad kedua Masehi, warga Nusantau—begitu sebutan untuk Nusantara kala itu—sudah menjejakkan kaki di benua Afrika dengan kapal dan sistem navigasi buatan sendiri. Budaya maritim telah lama bersemayam kokoh di bumi Pertiwi. sebagaimana semboyan “nenek  moyangku seorang pelaut” dinyanyikan sejak masa kanak-kanak. Kejayaan…

  • Tak dinyana, Indonesia kian kokoh menjelma sebagai perekonomian jasa. Sudah hampir satu dasawarsa peranan sektor jasa (non-tradables) dalam perekonomian melampaui sektor penghasil barang (tradables). Peningkatan pesat sektor jasa terjadi sejak 2012. Pada tahun 2018 sektor jasa telah memberikan sumbangan sebesar 59 persen dalam produk domestik bruto (PDB). Padahal Indonesia masih tergolong sebagai negara berpendapatan menengah-bawah…

  • Author : Ramadhan asumsi.co | February 01th, 2019 Isu-isu ekonomi sudah jadi makanan sehari-hari bagi seorang Faisal Basri. Masalah utang negara, APBN, ekspor impor, sampai analogi organ tubuh manusia dalam ekonomi, dikupas tuntas oleh ekonom lulusan Vanderbilt University tersebut dalam Program Pangeran Mingguan Asumsi terbaru, Kamis, 31 Januari 2019. Di luar briliannya pemikiran ekonomi seorang Faisal…

  •   Calon Presiden Prabowo Subianto mensinyalir anggaran negara bocor sebesar Rp 500 triliun. Dengan mengacu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 senilai Rp 2.007 triliun, maka kebocoran anggaran yang disinyalir Prabowo sekitar 25 persen. APBN 2018 naik menjadi Rp 2.217 triliun dan APBN 2019 naik lagi menjadi Rp 2.461 triliun. Beberapa pemberitaan menyebutkan…

  • Saya diundang pada acara “Seruput Kopi” yang diasuh oleh Bung Denny Siregar. Episode #6 mengangkat tema seperti tertera pada judul. Diskusi berlangsung pada 3 Oktober 2018 di Rumah Cokro, Menteng. Silakan tengok videonya. Tulisan dengan tema serupa disertai dengan data saya tayangkan di blog ini, yang bisa dilihat di sini.

  • Impor migas kerap kali disoroti sebagai biang kerok kenaikan defisit transaksi berjalan Indonesia di tahun 2018. Tapi ternyata ada banyak hal menarik yang terjadi di balik menciutnya surplus di transaksi nonmigas. Kenaikan impor beberapa komoditas seperti beras, gula, dan garam membawa banyak pertanyaan. Tanpa ada kenaikan permintaan yang besar, kenaikan impor dalam jumlah besar itu…

  • Senin siang, 28 Januari 2018, saya diundang pada acara #PangeranMingguan yang diasuh oleh Bung Pangeran Siahaan. Rekaman berlangsung di Slatan Coffee Tea Chocolate di kawasan Kemang. Perbincangan tidak seseram judulnya. Dibahas pula soal pertumbuhan ekonomi, impor, dan banyak lagi. Silakan tengok di www.youtube.com Berikut pengantar asumsi.co: Ekonomi, diibaratkan Faisal Basri sama dengan tubuh manusia. Setiap…

  • GreenPeace, Jaringan Tambang (Jatam), Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Auriga meluncurkan buku berjudul Coalruption: Elit Politik dalam Pusaran Bisnis Batu Bara pada 17 Desember 2018. Ini tautannya. Bisnis batu bara sungguh menggiurkan. Nilai ekspor pada tahun 2017 mencapai 17,9 miliar dollar AS dengan volume 319 juta ton. Belum lagi penjualan di dalam negeri. Dengan alasan…

  • Dana Moneter Internasional atau the International Monetary Fund (IMF) dan saudara kandungnya Bank Dunia (the World Bank) lahir Pada tahun 1944 dari hasil Bretton Woods Conference yang secara resmi dikenal dengan the United Nations Monetary and Financial Conference, diselenggarakan di Bretton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat. Tujuan utama IMF adalah untuk menjamin kestabilan sistem moneter internasional–sistem nilai…