faisal basri
wear the robes of fire — kesadaran nurani dan akal sehat
Kategori: Ekonomi Internasional
-
Sudah tiga tahun pertumbuhan volume perdagangan dunia lebih rendah ketimbang pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dunia. Di tengah arus globalisasi yang tidak mengendur, fenomena ini nyaris tak pernah terjadi bertahun-tahun. Bandingkan baris pertama dan baris terakhir pada peraga. Tahun ini besar kemungkinan fenomena itu berlanjut. Dengan menggunakan data yang lebih panjang, terlihat ekspor dunia kentara…
-
Bank sentral Jepang, Bank of Japan (BOJ), Jumat minggu lalu (29/1) menerapkan kebijakan suku bunga negatif terhadap deposit lembaga keuangan yang ditempatkan di BOJ. Langkah terakhir itu diharapkan bisa melemahkan yen, memacu konsumsi, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang tahun lalu hanya 0,6 persen. Namun, sejak pengumuman yang tak terduga itu, justru nilai tukar yen menguat.…
-
Harga pangan di pasaran internasional mengalami kecenderungan menurun. Namun harga pangan impor di Indonesia menunjukkan kecenderungan sebaliknya. Peraga di bawah menunjukkan perkembangan harga empat jenis pangan yang produksinya di dalam negeri lebih rendah dari konsumsi sehingga sebagian harus dipenuhi dengan mengimpor. Keempat komoditas pangan itu sekedar contoh. Banyak lagi yang menunjukkan kecenderungan serupa. Beras juga…
-
Presiden Jokowi sejak kampanye pilpres berulangkali menyatakan tekadnya mengedepankan diplomasi ekonomi. Para duta besar harus menjadi ujung tombak dalam melakukan penetrasi pasar, mengundang turis asing, dan promosi investasi. Sangat beralasan untuk melakukan diplomasi ekonomi total mengingat ekspor kita sudah empat tahun berturut-turut melorot. Bukan hanya nilai ekspor yang turun akibat kemerosotan harga komoditas, melainkan juga…
-
Pemerintah Tiongkok tergolong sangat cepat mengumumkan data pertumbuhan ekonomi. Ketika negara maju maupun negara berkembang belum ada yang mengumumkan, pemerintah Tiongkok sudah merilis pertumbuhan ekonomi terbaru pada Selasa (19/1). Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2015 mengikuti kecenderungan penurunan sebelumnya menjadi 6,8 persen, yang membuat keseluruhan tahun 2015 hanya tumbuh 6,9 persen, terendah sejak tahun 1990. Sejumlah…
-
Dewan Eksekutif IMF pada 30 November 2015 menuntaskan tinjauan atas keranjang mata uang Special Drawing Right (SDR). Mereka sepakat memasukkan mata uang Tiongkok, renminbi, sebagai mata uang kelima dalam keranjang SDR yang berlaku efektif mulai 1 Oktober 2016. Masuknya Chinese renminbi dalam keranjang SDR mengubah komposisi atau bobot empat mata uang yang sampai sekarang menjadi…
-
Tahun 2015 sampai November, wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Indonesia berjumlah 8,8 juta, naik 3,2 persen dibandingkan kurun waktu yag sama tahun lalu. Jika jumlah turis asing yang masuk pada Desember 2015 naik 10 persen (sangat optimistik) dibandingkan bulan yang sama tahun 2014, maka untuk keseluruhan tahun 2015 jumlahnya 9,8 juta, sehingga belum menembus…
-
Sama seperti tahun 2015, tekanan eksternal tahun 2016 masih akan cukup berat (lihat “Menyikapi Tantangan Ekonomi 2016,” http://wp.me/p1CsPE-1h1). Ekspor diperkirakan belum dapat diharapkan naik secara berarti, bahkan mungkin masih melanjutkan trend menurun yang sudah berlangsung selama empat tahun berturut-turut. Nilai ekspor sepanjang tahun 2015 diperkirakan tidak akan melebihi 150 miliar dollar AS, jauh lebih rendah…
-
Perekonomian dunia tahun 2016 tampaknya akan terus menghadapi tekanan dan gejolak. Negara-negara maju masih akan mengalami fenomena yang disebut oleh Larry Summers, mantan Menteri Keuangan Amerika Serikat, sebagai secular stagnation, yakni ketidakmampuan negara-negara maju untuk tumbuh pada tingkat yang memadai sekalipun kebijakan moneter sudah sangat longgar dengan suku bunga mendekati nol persen. Kenaikan suku bunga…
-
Pada 11 Desember 2015, di blog ini saya menayangkan tulisan berjudul “Jatuh-Bangun Perekonomian Indonesia” (http://wp.me/p1CsPE-1f6). Mengapa perekonomian Indonesia kerap terantuk dan mengalami stagnasi sehingga semakin tertinggal dengan negara-negara tetangga? Belum mencapai tingkat pendapatan per kapita yang cukup tinggi tetapi sudah melambat dan cenderung melandai. Banyak faktor yang memengaruhinya. Di antara yang terpenting dan bersifat mendasar, sangat boleh jadi salah satunya…