Berita Baik COVID-19, Semoga Berlanjut


Hari ini (16/4), terjadi lonjakan luar biasa jumlah pasien coronavirus COVID-19 yang dinyatakan sembuh, dari hanya 20 pasien kemarin menjadi 102 pasien atau kenaikan lebih lima kali lipat. Juga tergolong peningkatan sangat tajam jika dibandingkan dengan rerata harian selama seminggu sebelumnya yang berjumah 32 pasien.

Berita baik kedua, dalam dua hari berturut-turut jumlah pasien sembuh lebih banyak ketimbang jumlah kematian.

Karena tambahan kasus positif harian (daily cases) masih mengalami trend peningkatan, maka kasus aktif (active cases) pun masih terus meningkat dan tampaknya masih jauh untuk mencapai titik puncak. Namun, untuk pertama kalinya hari ini jumlah kumulatif pasien sembuh sudah lebih banyak dari jumlah kumulatif kematian. Ini berita baik ketiga.

Jika kita mampu menekan jumlah kasus positif baru, mempercepat penyembuhan, dan menekan kematian, maka puncak kurva bisa lebih cepat seperti yang telah dialami Iran. Jerman, Swiss, Korea Selatan, dan China telah melampauai fase ini lebih awal.

Walapun jumlah kasus di Indonesia relatif sedikit, di urutan ke-37, namun tingkat kematian (case fatality rate/CFR)) tergolong tinggi, yaitu 9,0 peren. Di antara negara dengan penduduk di atas 10 juta, CFR Indonesia berada di urutan ke-13 di dunia dan tertinggi di Asia.

Jumlah kasus yang relatif rendah dengan tingkat kematian yang relatif tinggi di Indonesia boleh jadi karena jumlah test sangat rendah. Baru dilakukan 30.000 test sejauh ini atau hanya 132 test per satu juta penduduk. Di Malaysia sudah 87,183 test atau 2.694 test per sejuta penduduk. Vietnam yang jumlah kasusnya sangat sedikit (268) dan belum ada kasus kematian telah melakukan 135.938 test atau 1.398 per satu juta penduduk.

Setiap celah yang bisa mengakibatkan lonjakan dan pemburukan patut kita tutup rapat-rapat. Yang terpenting adalah menekan jumlah pemudik. Terlalu mahal ongkos yang harus ditanggung jika terjadi gelombang mudik sekalipun hanya sepertiga dari biasanya.

5 pemikiran pada “Berita Baik COVID-19, Semoga Berlanjut

  1. Kepatuhan terhadap himbauan pemerintah sangatlah kurang. Jauh dibanding dg kepatuhan masyarakat luar negeri. Dan masy desa menganggap corona hny ada di perkotaan. Sy org desa, hidup di desa, krj di desa, ttp sy paramedis. Jd sy sangat prihatin dg kepatuhan yg sangat minim dilingkungan rumah dan wilyh krj sy.

    • Ada baiknya melibatkan ahli sosiologi dan antropologi untuk mencari cara efektif meningkatkan pemahaman dan kesadaran, tidak hanya di desa tapi juga di kota. Setiap daerah memiliki latar belakang budaya yang berbeda dan oleh karena itu perlu pendekatan yang berbeda-beda pula. Faktor lain yg tak kalahpenting adalah tokoh panutan yang memberkan contoh lewat perbuatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.