Pergeseran Pola Konsumsi


C
thinglink.com

Barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu perekonomian–diukur dengan produk domestik bruto atau PDB (Y)–terdiri dari konsumsi rumahtangga (Cp), konsumsi pemerintah (Cg), investasi (I), ekspor (X), dan impor (M). Tulisan ini menitikberatkan pembahasan pada komponen Cp.

Ketika suatu negara masih berpendapatan sangat rendah atau miskin dan baru pada tahapan awal pembangunan, komponen Cp sangat mendominasi. Indonesia pun mengalaminya pada tahapan awal pembangunan. Pada periode 1966-70, porsi konsumsi rumahtangga mencapai rata-rata 88,9 persen per tahun.

Trend jangka panjang sempat terganggu oleh krisis 1998, namun setelah tahun 2000 kembali menunjukkan trend menurun secara konsisten hingga 2016.

Sejalan dengan derap pembangunan, peranan investasi mengalami peningkatan. Pada tahun 1960-an, peranan investasi–yang diukur dengan pembentukan modal tetap bruto–masih di bawah 10 persen. Sejak 2009 hingga sekarang porsi investasi telah menembus 30 persen. Pada triwulan II-2017, peranan investasi mencapai 31,4 persen. Pengalaman Indonesia menunjukkan hubungan terbalik antara  peranan konsumsi rumahtangga dan investasi.

I-and_Cp

Jika Indonesia telah menjadi negara maju, boleh jadi porsi Cp akan meningkat dan stabil di sekitar dua pertiga dari PDB sebagaimana ditunjukkan oleh Amerika Serikat dan Inggris.

Pengalaman negara lain bervariasi, bergantung antara lain pada jumlah penduduk, tingkat keterbukaan ekonomi (degree of openness), dan tingkat pendapatan per kapita.

Cp-selected_countries

***

Pembangunan ditandai oleh transformasi struktural di berbagai bidang. Dalam hal konsumsi rumahtangga, Sejalan dengan kenaikan pendapatan per kapita, pola konsumsi berubah:

  1. Pengeluaran rumahtangga untuk bahan makanan dan pakaian turun.
  2. Belanja untuk barang konsumsi tahan lama meningkat.
  3. Pengeluaran untuk jasa meningkat
  4. Pengeluaran untuk leisure meningkat.

Pergeseran pola konsumsi pertama dan kedua agaknya tidak perlu dibahas karena lebih nyata terlihat. Pergeseran ketiga mulai tampak pasca krisis 1998 dan mengakselerasi.

Delapan sektor yang tumbuh di atas pertumbuhan PDB pada triwulan II-2017 semuanya adalah sektor jasa. Sebaliknya, semua sektor barang mengalami pertumbuhan lebih rendah dari pertumbuhan PDB. Pertumbuhan sektor jasa (non-tradable) semakin meninggalkan pertumbuhan sektor barang (tradable).

Tak dinyana, peranan sektor jasa dalam PDB telah mencapai 58 persen. Jadi, perekonomian Indonesia telah menjelma sebagai perekonomian jasa, tanpa melalui tahapan negara industri.

GDP_sector

tradable

Sekedar perbandingan, sumbangan sektor tradable dan non-tradable di China masih seimbang, padahal pendapatan per kapita China jauh lebih tinggi dari Indonesia.

structure

Pergeseran pola keempat tampaknya mulai terjadi. Badan Pusat Statistik (BPS) mulai memperkenalkan pengelompokan leisure dan non-leisure. BPS mengakui gejala itu perlu dikaji lebih mendalam. Gejala dininya sudah mulai tampak sejak 2015.

Gejala perubahan gaya hidup diperkuat oleh Ari Kuncoro dalam tulisannya Anomali Data Makro dan Mikro.

leisure

Data lain juga memperkuat kecenderungan di atas. Pertumbuhan jumlah penumpang angkutan udara dan kereta api mencapai dua digit. Sementara itu, pertumbuhan sektor hospitality (akomodasi serta makanan & minuman) meningkat.

nt-tranport-hospotality

Jika benar kecenderungan itu telah terjadi, maka sinyalemen penurunan daya beli masyarakat yang terlihat dari penurunan penjualan barang-barang tertentu tampaknya lemah.

 

 

5 Comments

  1. Pergeseran pola konsumsi ini sebaiknya dapat ditangkap otoritas pajak. Karena selama ini, e-commerce selalu menjadi kambing hitam penurunan pola konsumsi masyarakat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s