Koreksi untuk Presiden


Berita malam ini Presiden Banyak Salahnya terdiri dari 11 alinea. Dua alinea pertama merupakan pengantar.

Alinea ke-3: “Pertama, kita tahu semuanya. Ekonomi dunia, ekonomi global sedang lesu, melambat. Perkiraan 4,3 persen turun di Bank Dunia, di IMF. Menurunkan jadi 3,1. Tahun depan diperkirakan masih melambat lagi. Ini tantangan yang sangat berat, yang mau tak mau harus kita hadapi,” ujar Jokowi di Hotel Bidakara, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (13/11/2016).

world

Pada Oktober IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi turun dari 3,2 persen tahun 2015 menjadi 3,1 persen tahun 2016. Sebelumnya, pada Juni 2016, Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2016 dari 2,9 persen menajdi 2,4 persen. IMF dan Bank Dunia sepakat pertumbuhan ekonomi tahun 2017 diproyeksikan lebih tinggi dari tahun ini.

Alinea ke-4: “Jokowi mengatakan, kondisi ekonomi di Indonesia tetap tumbuh. Dia memaparkan pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tiap triwulan. Menurutnya, kondisi itu menempatkan Indonesia sebagai negara tertinggi ketiga di dunia.”

Betul, pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi ketiga di antara negara G-20.

g-20

Tetapi jika dibandingkan dengan seluruh negara di dunia, kinerja Indoinesia tidaklah di urutan ketiga. Masih banyak negara yang pertumbuhan ekonominya lebih tinggi dari Indonesia.

rank

Alinea ke-10: “Kemudian berkaitan dengan inflasi. Dalam 2 tahun ini, inflasi betul-betul bisa kita kendalikan dengan baik. Tahun yang lalu inflasi kita 3,35. Tahun ini target kita di bawah 3. Artinya, pergerakan harga-harga barang bisa dikendalikan dengan baik. Kalau pertumbuhan ekonominya 5 dan inflasi cuma 3,5. Artinya ada keuntungan 1,5 yang kita nikmati,” papar Jokowi.

Dunia menghadapi fenomena penurunan inflasi, terutama disebabkan penurunan harga minyak dan harga komoditas. Kita patut bersyukur inflasi di Indonesia turun, namun negara lain turun lebih cepat lagi. Harga pangan masih kerap menyumbang inflasi terbesar di Indonesia.

inflasi

Yang paling mengganggu adalah pernyataan: Kalau pertumbuhan ekonominya 5 dan inflasi cuma 3,5. Artinya ada keuntungan 1,5 yang kita nikmati.”

Pertumbuhan ekonomi mencerminkan peningkatan riil produksi barang dan jasa. Jadi sudah menghilangkan faktor kenaikan harga. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen berarti produksi barang dan jasa tumbuh secara riil sebesar 5 persen. Volume barang dan jasa tumbuh 5 persen. Tidak perlu lagi dikurangi dengan inflasi untuk memperoleh “keuntungan”.

Dalam perhitungan pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) riil, pengaruh kenaikan harga sudah dikeluarkan dengan melakukan penyesuaian PDB nominal dengan GDP deflator.

16 Comments

  1. Dalam forum rapimnas PAN tdk sore, presiden jg mengatakan demikian. Ekonomi tumbuh 5%. Inflasi 3,5%. Kita msh memiliki keuntungan yg bs kita nikmati sebesar 1,5%. Sebagai yg awam ekonomi, sy hny membantah dlm hati. Jk demikian keadaannya, sisi keadilan yg msh mjd masalah. Bahwa tdk semua masyarakat menikmati tumbuh kembang perekonomian kita.

  2. Tampaknya Pak Presiden perlu mendapatkan support data dari orang-orang yang tepat, dan mengkomunikasikannya dg tepat pula. Semoga Pak presiden menyadarinya… koreksi yang bermanfaat!

  3. Mantap bang! Terutama yang pertumbuhan, Ethiopia tinggi sekali tapi kan bukan disitu letaknya tapi ke arah kesejahteraan riil masyarakat. Irak dulu tinggi sekali growthnya selepas kejatuhan Saddam Hussein tapi kan maknanya bukan berarti tinggi lantas sejahtera, karena habis perang dari 0% tumbuh melesat. Koreksi yang sangat baik dari bang faisal untuk pimpinan negeri

  4. Sependapat dengan Pak Faisal, apalagi Rasio Gini Indonesia makin meningkat dari tahun ke tahun, adakah solusinya Pak?dengan penerimaan negara yang menghadapi banyak tantangan serta redistribusi pendapatan dari dahulu begitu-begitu saja, makasih

  5. Saya sama-sekali awam tentang ilmu ekonomi. Kalau melihat besarnya porsi kepemilikan asing dalam bisnis besar di Indonesia (tambang, otomotif, bank, dll), apakah angka PDB termasuk porsi asing tersebut?

  6. Menurut BPS (Badan Pusat Statistik) untuk awal tahun 2016 populasi umur bekerja adalah 127.7 juta dan yang bekerja adalah 120.7 juta. Jadi penganggurannya hanya 7 juta. Bahwa 3 juta tumpah ke Monas melakukan demo 212, artinya 43% pengangguran datang untuk demo 212. Apakah anda percaya angka pengangguran 7 juta jiwa ini? Mungkin definisi bekerja yang dipakai berbeda. Yang punya pekerjaan yang tidak penting, bisa tidak dikerjakan dan tidak memberi manfaat, seharusnya dimasukkan kedalam kategori pengangguran. Tetapi….mungkin saja angka 3 juta peserta demo terlalu besar. Walaupun demikian, 1 jutapun cukup besar porsinya dibandingkan dengan 7 juta pengangguran yang notabene untuk seluruh Indonesia.
    Dari beberapa data ekonomi, sebenarnya Indonesia sedang menghadapi situasi yang cukup serius. Kalau Sri Mulyani (menteri keuangan) mengejar bermacam-macam hal untuk dipajaki, bisa diartikan bahwa pemerintah sedang menghadapi kekurangan duit. Lihat saja budgetnya, seperti perosotan istilah teman saya. Menteri keuangan sejak jaman SBY senang main perosotan. Ha ha ha ha ha…. Defisitnya semakin melebar. Itu sebabnya menteri keuangan mengejar terus kocek rakyat dan bisnis.

    http://ekonomiorangwarasdaninvestasi.blogspot.co.id/

    1. Definisi pengangguran terbuka sangat longgar. Orang yang bekerja 1 jam saja dalam seminggu terakhir sudah tidak dinyatakan sebagai penganggur. Ada 18,51 juta yang hanya bekerja kurang dari 25 jam dalam seminggu.

      Struktur ekonomi yang tidak sehat yang membuat tax base kita rendah. Sektor pertanian dan pertambangan sedikit menyumbang pajak. Juga tentu saja pekerja informal yang mencapai 45 persen dari total pekerja tak membayar pajak. Ditambah lagi sejumlah orang kaya bayar pajaknya tidak jujur.

      Jadi pekerjaan rumah ke depan adalah menyehatkan perekonomian. Ibarat hendak memetik buah yg bermutu, kita harus mulai menanam bibit unggul, menyiram dan memupuknya secara teratur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s