Kesempatan Emas Tax Amnesty


Rasanya belum pernah ada negara yang menawarkan pengampunan pajak yang sangat menggiurkan seperti yang ditawarkan pemerintah Indonesia: pemutihan harta 30 tahun ke belakang dengan tarif tebusan hanya dua persen. Tidak ada denda sama sekali. Slogannya sederhana: ungkap-tebus-lega. Pembayar pajak yang rasional akan berhitung dengan mudah betapa dahsyat kenikmatan yang bakal diperoleh. Aparat pajak tidak mengutik-utik asal harta itu di kemudian hari.

Jika tidak memanfaatkan peluang emas program tax amnesty (TA) dan di kemudian hari ditemukan penggelapan pajak, maka pembayar pajak akan terkena denda yang sangat besar. Dana pajak yang digelapkan bakal sulit disimpan di mana pun dengan pemberlakuan  pertukaran informasi. Lagi pula, jika dana yang digelapkan itu terus disimpan di Singapura, misalnya, imbal hasilnya sangat rendah. Jika dideklarasikan dan direpatriasi ke Indonesia, pilihan investasinya sangat beragam dengan imbal hasil yang cukup menggiurkan.

Pesimisme keberhasilan program TA beralasan jika memerhatikan perkembangan hingga 21 Agustus 2016. Jumlah Surat Pengampunan Pajak baru 7.374 dengan nilai harta yang dilaporkan Rp 42,5 triliun. Dana tebusan baru mencapai Rp 863 miliar, hanya 0,52 persen dari target tambahan penerimaan pajak sebesar Rp 165 triliun.

Kenaikan tajam pemohon belum banyak berasal dari “kelas kakap” sebagaimana terlihat dari retara per SPP yang terus turun. Deklarasi didominasi dari dalam negeri (83,5 persen). Harapan aliran masuk dana repatriasi belum menunjukkan wujudnya, hanya Rp 1,4 triliun.

ta

Pembayar pajak besar diperkirakan baru berpartisipasi menjelang batas akhir gelombang pertama akhir September. Mereka terus berhitung dan saling tunggu. Saya menduga mereka akan banyak yang ikut gelombang pertama karena tarif tebusan sangat rendah. Meskipun tarif tebusan sangat rendah, belum tentu mereka punya cukup dana tunai untuk membayar tebusan. Perlu waktu untuk menghimpunnya. Oleh karena itu diperkirakan SPP bakal membludak menjelang batas akhir gelombang pertama. Seandainya realisasi gelombang pertama sukses, angka-angka di atas bisa berubah total. Keberhasilan program TA semakin di depan mata, banyak perubahan yang menjanjikan.

Apalagi jika terbuka opsi boleh mencicil atau meminjam ke bank, ceritanya bakal lain. Bank tidak perlu khawatir karena pinjaman itu berjangka pendek dan dengan jaminan aset yang jelas. Pemerintah perlu memikirkan opsi ini.

Kredibilitas program dan penyelengara TA sangat menentukan. Trust pada pemerintah jadi kata kuncinya.

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in Fiscal Policy, Public Policy. Bookmark the permalink.

7 Responses to Kesempatan Emas Tax Amnesty

  1. ali g says:

    Sepertinya pak FB setuju dengan TA atau ada kiasan spektis? Kenapa harta yang tidak terdaftar di SPT harus di tebus? Bagaimana bila memang lupa di isi di SPT yang terakhir?

  2. Msbi says:

    Semoga dengan program ini bisa membuka lebih banyak lapangan kerja

  3. Tjhin Arie Putra says:

    TA merupakan suatu peluang emas bagi yg mengerti dan tahu betapa keterbukaan adalah hal yg mutlak di kemudian hari.

    Di era keterbukaan, apalagi akan ada buka-bukaan data untuk keuangan diseluruh dunia mengenai sektor pajak, adalah hal yg bodoh bagi orang yg masih mau menyembunyikan aset mereka terlebih akan ada hukuman bagi yg ketahuan masih berani menyembunyikan aset mereka.

    Kita sedang di pimpin oleh seseorang yg memiliki visi membangun (tanpa bermaksud memuji) dengan semangat “kerja, kerja dan kerja”. Marilah kita sebagai anak bangsa mencoba ikut berpartisipasi setelah sekian tahun dipimpin oleh angan-angan yg hasilnya bisa kita lihat sendiri sekarang, Quarto Deficit (Defisit Neraca Perdagangan sebesar -U$6 miliar, defisit Neraca Pembayaran -U$9,8 miliar, deficit Balance Of Payments -U$6,6 miliar pada Q1-2013, dan defisit APBN plus utang lebih dari Rp2.100 triliun) sebagai contoh dan ditambah buruknya masalah infrastruktur kita.

    Sekian sedikir intermezzo dari saya.

    • felix says:

      Hasil kerja kerja kerja nya belum kelihatan mas. Banyak nya pencitraan melulu. Korupsi tambah kenceng. Politik ancur, sudah nga bisa bedain mana yg hitam mana yg putih. Papa minta saham malah jadi pendukung, atau memang calo resmi nya dari dulu ?

  4. Yakobus Filipus Asyar says:

    Bukannya KAMPANYE awal TA ini utk menangkap IKAN KAKAP…. Keiihatan sekarang spt MENJARING IKAN teri dg PUKAT HARIMAU….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s