Terlalu Cepatkah Rupiah Menguat?


Hingga hari ini (year-to-date) nilai tukar rupiah telah menguat 5,64 persen, terbaik kedua di antara Emerging Markets setelah Brazilian real. Menurut Bloomberg, rupiah mengalami kenaikan harian 13 hari berturut-turut, terlama dalam enam tahun terakhir. Menurut data Bank Indonesia, kenaikan harian di luar hari libur hanya delapan hari berturut-turut.

currency

Source: Bloomberg

Sementara kalangan, termasuk pejabat tinggi, mulai khawatir rupiah menguat terlalu terlalu cepat. Mereka takut penguatan rupiah mengganggu ekspor dan meningkatkan impor terutama impor barang konsumsi.

Mereka barangkali lupa bahwa rupiah sudah tergolong lama mengalami kemerosotan. Tahun lalu saja nilai tukar rupiah merosotan sebesar 9,39 persen. Jika dibandingkan dengan aras tertingginya pada 2 Agustus 2011, nilai tukar rupiah hari ini melemah sebesar 35,1 persen. Jadi, penguatan rupiah selama tahun ini sebesar 5,64 persen masih belum menutup kemerosotan tahun lalu, apalagi dibandingkan posisi 2 Agustus 2011.

rp

Kekhawatiran penguatan rupiah bakal mengganggu ekspor rasanya kurang beralasan. Toh sewaktu rupiah melorot, ekspor boro-boro naik, malahan terus merosot. Mengingat mayoritas ekspor kita adalah komoditas, perubahan harga karena faktor nilai tukar tidak sensitif terhadap permintaan.

Bagaimana dengan ekspor manufaktur? Produk manufaktur yang diekspor memiliki kandungan impor relatif tinggi. Berarti, harga bahan baku yang diimpor dalam rupiah turun. Jadi kenaikan harga barang ekspor kita dalam mata uang pengimpor dikompensasikan oleh penurunan harga bahan baku yang diimpor. Jadi pengaruh netonya bisa dikatakan netral.

Mengapa para pejabat tinggi khawatir atas penguatan nilai tukar rupiah yang yang di mata mereka relatif drastis? Boleh jadi karena mereka tahu betul faktor penopangnya belum meyakinkan. Pertama, meskipun menunjukkan trend penurunan, laju inflasi di Indonesia masih yang tertinggi di ASEAN-5. Kedua, penopang utama perolehan valuta asing adalah dari selisih antara ekspor dan impor barang dan jasa (current account) yang masih defisit, sedangkan kebanyakan negara ASEAN menikmati surplus.

Oleh karena itu, penguatan rupiah belakangan ini lebih disebabkan karena pelemahan dollar AS dan sentimen positif yang membuat peningkatan dana asing masuk. Dana asing itu kebanyakan bersifat jangka pendek yang sewaktu-waktu bisa keluar.

Namun, jika pemerintah bisa menjaga sentimen positif dengan konsisten melaksanakan penyesuaian struktural, kita patut optimistis perekonomian akan terus membaik. Tidak pula menempuh jalan pintas yang kontraproduktif.

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in Ekonomi Internasional, Financial Sector. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s