Ketoprak Mafia Migas


Sekitar dua pertiga produksi minyak Blok Cepu berada di Kabupaten Bojonegoro. Kabupaten ini bakal memperoleh bagi hasil minyak yang cukup besar ketika produksi Blok Cepu mencapai puncaknya yang diperkirakan mencapai 205.000 barrel per hari dalam beberapa tahun ke depan. Tentu saja, dana minyak sudah mulai mengalir ke pundi-pundi APBD Kabupaten Cepu dalam beberapa tahun terakhir.

Bupati Suyoto (akrab dengan panggilan Kang Yoto) sadar betul potensi besar dari usaha minyak. Potensi itu harus membuat rakyat Bojonegoro sejahtera, sumber daya manusianya harus dipacu agar mumpuni dan makmur ketika minyak sudah mongering. Kang Yoto ingin memastikan energi fosil yang tak terbarukan ini tidak menjadi kutukan (resource curse), melainkan harus menjadi berkah buat rakyatnya.

Untuk menyampaikan pesan kepada rakyatnya tentang kesadaran itu, Kang Yoto menggelar pentas ketoprak. Pertunjukan yang dipadati penonton dari beragam kalangan itu berlangsung Jumat malam, 27 Maret 2015, di Pendopo Kabupaten Bojonegoro.

IMG_9943

Bupati sebagai pemeran utama (berkostum warna hijau). Di sebelah kiri Bupati, berjilbab merah, adalah ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro. Selebihnya adalah para pejabat Kabupaten Bojonegoro kecuali yang di sebelah kanan Bupati, yaitu  Bapak Supramu Santoso (berkostum hitam dengan kaos oblong), pendiri Supreme Energy yang bergerak dalam usaha panas bumi (geothermal). Pak Supramu merupakan putra Bojonegoro yang sangat peduli terhadap pembangunan kampung halamannya. Pak Supramu berperan sebagai penasehat Bupati.

Dialog 90 persen dalam bahasa Jawa. Sejauh yang bisa saya tangkap dan atas bantuan seorang tokoh Bojonegoro yang duduk di sebelah saya yang sesekali menerjemahkan isi dialog, kira-kira begini jalan ceritanya.

Mafia migas dilakoni oleh dua lelaki tambun (pojok kanan berkostum merah). keduanya berusaha keras dengan segala cara menguasai sumur minyak. Sedangkan sumur minyak disimbolkan oleh peran dua perempuan cantik dengn rambut panjang terurai (kedua dan ketiga dari kiri). Kedua lelaki tambun tak henti mengejar kedua gadis. Sekelompok satria dipimpin oleh Pak Gatot (mantan direktur Bank Indonesia yang sekarang membantu pemerintah Kabupaten Bojonegoro, tak tampak dalam gambar) bertempur dengan mafia migas untuk melindungi sumur minyak. Ringkas cerita, kedua mafia migas berhasil ditaklukkan.

Setelah itu, Pak Bupati bertitah kepada rakyatnya: sumber daya minyak harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat, mencerdaskan kehidupan rakyat, hasilnya disisihkan untuk generasi mendatang, untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi agar taktaka minyak habis perekonomian Bojonegoro sudah maju. Jangan sampai kekayaan minyak jadi kutukan karena hanya dinikmati oleh segelintir orang, apalagi kalau penikmatnya orang luar Bojonegoro. Jangan sampai kekayaan minyak hanya jadi cawe-cawe pemburu rente.

Di sela-sela titah Bupati, Pak Supramu memberi saran bagaimana memajukan Bojonegoro. Banyak sekali saran yang disampaikan, mulai dari landasan pemikiran filosofis hingga usulan praktis. Pak Supramu tak sekedar memberikan saran tetapi juga turut serta aktif berkiprah langsung dalam berbagai bentuk. Pernah membantu pengadaan sapi untuk digemukkan, ternak itik, dan di bidang pendidikan serta dakwah. Pak Supramu membangun masjid dengan arsitektur yang sangat indah. Masjid Birru Pertiwi dilengkapi dengan bangunan kelas untuk kegiatan, antara lain pendidikan untuk guru agar menghasilkan anak didik berkarakter, berakhlak mulia, dan menyejukkan.

Bentuk komunikasi pemimpin dengan rakyat lewat pagelaran ketoprak sangat efektif untuk membumikan gagasan pemimpin untuk memajukan rakyatnya. Petuah dibungkus dengan bahasa rakyat diselingi guyon. Mafia migas yang ibarat “hantu” hadir lewat tingkah laku yang bisa dijumpai dalam kehidupan keseharian.

 

 

 

 

 

2 Comments

  1. Yg bapak laporkan dan tulis anehnya tidak “diberitakan secara luas” oleh media TV.. malah ada yg “cuma” ditayangkan 1 kali….. juga berita2 investigasi kasus2 di pertamina spt yg pernah dimuat di tempo, kompas dan media lainnya. Dan terbukti masyarakat banyak yg jd “salah pengertian…. dan ada “perlawanan” dari mafia migas yg terbukti nyata sekali, spt yg dikatakan Kwik Kian Gie.. ketika menceritakan saat beliau menjadi mentri bappenas. Mau usul pak : 1. rekam setiap rapat dg petral dan pertamina (krn dulu usaha pak Kwik dan pak Rizal Ramli jd hilang begitu saja, krn kurang dokumentasi) …. 2. bagaimana melibatkan mahasiswa utk aktif “informan independent” dan kalau bisa punya organisasi di setiap kampus besar… 3. Mengingat media TV “tidak berimbang” bagaimana kalau “tim mafia migas” punya “slot berita dan diskusi” di TV?? spy informasi yg didapat tidak bisa “pelan2 disingkirkan” dan rakyat “well informed”.. 4. mengingat sering terjadi “issue menjatuhkan”, perlu pemikiran lebih strategis seperti “kompetisi pemasaran” (krn ada usaha menjatuhkan ‘tim anda’ , yg melibatkan orang2 partai di DPR, mentri bahkan militer)… kami akan dukung anda dari belakang… perang melawan mafia perusak NKRI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.