Hari Sabtu minggu lalu, saya menghadiri acara seminar yang digelar BEM FE Iniversitas Negeri Yogyakarta bertajuk “Meneropong Perekonomian Indonesia Pasca 2014.” Di teras gedung Fakultas Teknik, tempat acara diselenggarakan, dipamerkan dua mobil karya tim mahasiswa UNY lintas-fakultas: satu mobil listrik dan satu lagi mobil hybrid. Foto di bawah ini adalah mobil hybrid.

car-uny

Mobil ini tahun lalu meraih penghargaan kategori inovatif di Korea Selatan. Minggu ini akan dibawa kembali ke Korea Selatan mengikuti ajang lomba.

Ada cerita miris tentang liku-liku proyek mobil yang sosoknya mirip dengan F-1. Ban yang digunakan pun sejenis yg digunakan mobil di ajang F-1. Diimpor dari Amerika Serikat. Harga keempat ban sekitar Rp 26 juta.

Ironisnya ban itu tertahan di bea cukai bandara Soekarno-Hatta. Surat dari Rektor dan pejabat lain yang menerangkan ban itu digunakan untuk tujuan ajang kreativitas, riset, dan menggalakkan inovasi, ternyata tidak mempan. Mereka harus membayar Rp 26 juta ke bea cukai. Proses sampai keluar dari gudang memakan waktu 1 bulan. Bea Cukai mengklaim uang Rp 26 juta itu untuk bayar sewa gudang.

Memang terkadang susah berbuat baik di negeri ini. Semoga tidak menyurutkan semangat adik-adik mahasiswa untuk terus berkarya.