Faisal Basri: Akuisisi BTN, Dahlan Iskan Cari Jalan Pintas!

Kompas.com, Selasa, 22 April 2014 | 11:46 WIB

Penulis: Latief 

JAKARTA, KOMPAS.com — Ekonom dan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), Faisal Basri, menyayangkan keputusan pemerintah mengakuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) melalui PT Bank Mandiri Tbk. Faisal menuding Menteri BUMN Dahlan Iskan mengambil jalan pintas untuk melahirkan bank dengan aset besar.

“Inginnya ambil jalan pintas. Mau duit gede, caranya kedua bank digabung, ini kan namanya jalan pintas. BTN itu kurang modal sehingga harus diperkuat modalnya, sementara Mandiri itu sudah besar. Kenapa sih enggak beli Bank Mutiara saja, misalnya. Atau, kenapa bukan BTN saja yang diperbesar. Jalan pikiran Pak Dahlan tidak ke situ, tidak melalui satu kajian mendalam,” kata Faisal ditemui Kompas.com di Bentara Budaya Jakarta, Senin (21/4/2014) sore.

“Ini dua karakter bank yang berbeda. Kalau tujuan Dahlan untuk memperbesar BTN sebagai mortgage bank, harusnya suntikkan modal ke BTN, bukan dengan mengakuisisi. Iseng saja tanya, kalau mau gabung, kenapa sih tidak bergabung saja ke BNI supaya Mandiri semakin besar. Atau dengan BRI saja misalnya. Sudahlah, BTN itu punya misi khusus, jangan dikerdilkan oleh Mandiri-nya,” tambahnya.

Faisal mengakui, mortgage market di Indonesia belum berkembang sehingga peran BTN dibutuhkan. Terlebih lagi, sektor perumahan sangat membutuhkan dukungan pembiayaan, mengingat masih banyak masyarakat membutuhkan dana untuk membeli rumah.

“Nah, itu kan bukan kompetensi Mandiri. Jangan-jangan mereka tak percaya diri. BTN tidak main kartu kredit, kartu tol, dan lain-lainnya karena memang fokusnya cuma satu, yaitu KPR. Ingat, BTN sampai saat ini masih dalam mortgage bank sejak zaman kuda gigit besi, dari zaman Perumnas membangun rumah tahun 1980-an,” ujarnya.

Faisal menyarankan, mortgage bank di Indonesia harusnya bisa lebih dikembangkan, khususnya BTN. Pasalnya, BTN masih menghadapi banyak tantangan dan kebutuhan sehingga pemerintah perlu membangun BTN yang sudah bagus saat ini menjadi lebih kuat.

“Dahlan Iskan itu misinya untuk memperbesar bank agar punya daya saing, bukan bertujuan untuk itu (memperbesar mortgage bank). Dia (Dahlan Iskan) ingin Indonesia punya bank besar,” kata Faisal.

Sumber:  http://properti.kompas.com/read/2014/04/22/1146118/Faisal.Basri.Akuisisi.BTN.Dahlan.Iskan.Cari.Jalan.Pintas.

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in News, Public Policy. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s