82 Responses to Beda Indonesia dengan Timor-Leste seperti Bumi-Langit

  1. Helena Agustien says:

    It looks like this young nation is way… more literate than Indonesia.

    • Saya PAK BUDIMAN ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg di berikan AKI SOLEH meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW trimah kasih banyak AKI atas bantuang nomor togel nya wassalam.

  2. Kenapa saya jadi sedih membaca ini 😦

    • faisal basri says:

      Karena Anda punya nurani dan amat sayang dengan Negeri tercinta.

    • Romualdo Cruz says:

      Walaupun untuk saat ini perekonomian timor Leste tidak sebanding Indonesia, ada logika nya yaitu timor Leste masih merupakan negara yang baru merdeka,…tapi sayang Timor Leste penduduknya tidak merayap seperti Indonesia, kebanyakan pengemis, kasian bangat nasib Indonesia,…apalagi banyak tenaga kerja tak berkualitas yang datang merayap dii Timor Leste,..pertanyaan buat kamu, berapa banyak penduduk Timor leste yang kini sedang mencari perkerjaan di Indonesia? kasian bangat kamu presiden kamu berpidato hal lain kenyataan hidup masyarakatnya lain,…thinking outside the box!

      • diankheke says:

        tidak usah menghina negara yg sdh ber-utang ke bank dunia utk bangun timor-timur dulu. harusnya kalian KEMBALIKAN uang itu ke kami dan skrg SOMBONG menghina?? GAK PUNYA CERMIN di rumah lo ya??

        berapa banyak BBM ilegal yg dicuri orang2 timles?? berapa banyak org2 timles yg SEKOLAH dan KULIAH di negara kami dan MENGEMIS minta diberikan BIAYA sama dgn kami?? JANGAN NGIMPI!! dan berapa banyak petinggi negara seupil itu datang ke kantorku minta diajari tentang tata laksana pemerintahan??

        GAK USAH songong kalau lo masih TERGANTUNG banget sm NKRI!! ==>> #romualdo

  3. Suhartono says:

    kenapa LCGC bisa lolos pak, apa presiden punya hak untuk tidak meloloskannya?Mohon pencerahan dari masyarakat awam seperti saya?

  4. kemas yulius says:

    mungkin sudah bukan bumi dan langit, tapi sumur dan langit…….semakin dalam, pak
    Semoga Allah SWT selalu memberi kesehatan yang prima ke Bung Faisal, Aaamiin YRA

    • faisal basri says:

      Tampaknya sudut pandang penulis kurang dalam. Data menunjukkan tingkat utang rumhatangga, korporasi dan pemerintah di Indonesa relatif sangat rendah dibandingkan dengan negara2 tetangga dan China. Data yang diajukan penulis yg menunjukkan fenomena bubble agak lemah. Walau demikian, sebagai warning, bolehlah.

  5. Rumah Sawah says:

    Timor leste masih akan mengalami cobaan selayaknya negara yang baru berdiri, begitupun sejarahnya indonesia saat yang lampau. Pak Faisal memang mampu membuat perbandingan yang menarik, tetapi yang luput dari yang saya yakini sebagai solusi.

    apakah bapak memang tidak ingin menambahkan sebuah solusi di tulisan ini..?

    • faisal basri says:

      Solusinya kita membentuk petroleum fund atau sovereign fund. Potensi kita berlipat ganda ketimbang Timor Leste. Kita punya gas, batubara, dan mineral lainnya.
      Setidaknya Timor-Leste memulai langkah dengan lebih bijak dan seksama, belajar dari keberhasilan dan kegagalan Negara lain.

      Satu lagi yang saya salut, Timor-Leste membentuk social protection, menjadi bantalan yang empuk bagi warganya menghadapi gejolak eksternal dan internal. Social protection index Timor-Leste di urutan ke-11, sedangkan Indonesia ke-27 dari 35 Negara di Asia Pasifik.

  6. Lourenco Pedro says:

    Apa yang menjadi diskusi di atas merupakan hal positif yang perlu di contoh dari kita Timor Leste, Baru-baru ini saya diskusi dengan seorang pakar Undang – undang petembangan dari Kementrian Energy di UGM kita banyak share. Ternyata kelemahan UU tentang pertambangan Indonesia banyak kelemahan dan hanaya meguntungkan Perusahaan Asing. Jadi perlu ditinjau kemabali Mudah – mudahan dalam waktu dekat bisa terlaksana. Dan saya usulkan Indonesia masuk menjadi anggota EITI karena banyak manfaatnya sebagai Informasi bahwa Timor Leste sekarang nomor satu di Asia dan nomor 3 di Dunia jika berminat ingin belajar dari kita Well come.
    Terimakasih

    • faisal basri says:

      Kita sudah mengajukan diri sebagai anggota EITI, perjuangan hampir 5 tahun. Makin banyak perusahaan minyak dan tambang yang telah mengirimkan laporan. Walau masih banyak hambatan, kita perjuangkan terus menjadi anggota penuh EITI.

      Sungguh sangat banyak kelemahan UU kita, terutama konsistensinya.

  7. diankheke says:

    membandingkan negara berpenduduk hanya sebanyak NTT, ga fair dengan penduduk 238 juta jiwa pak. kurang bijak menurut saya.

    jika membandingkan dengan negara yg minimal jumlah penduduk sama, mungkin masih bisa ada sedikit benang merahnya.

    karena pembagian utk 1,2juta jiwa dana negara tsb dgn membagi 1.600T dana APBN kita utk 238 juta jiwa belum trmasuk utk infrastruktur, ga bisa nyambung.

    memang yg perlu dikritisi adalah pemberlakuan regulasi2 yg ada. yg memang tdk berpihak pd rakyat kecil. cm sayangnya tidak ada sumber dana operasional negara itu apakah MURNI dari migas ataukah dari utang luar negeri juga.

    • faisal basri says:

      Kalau dibandingkan dengan China dan Brazil, apakah fair. Negara kecil jufa banyak yg terseok2. Kehadiran social protection juga tak mengenal ukuran negara. Ada Jepang yg paling top, Timor-Leste yg sangat bagus. Soal petroleum fund juga begitu, malaysia punya, Saudi punya, Qatar punya, Amerika Serikat punya.

      Terbukti juga setelah merdeka dari Indonesia TL bisa melaju lebih kencang.

  8. Olivia Alves says:

    Negara Bilateral antra Timor Leste dan Indonesia,, tetap bekerjasama…

    • faisal basri says:

      Sungguh sangat indah jika kerja sama semakin terjalin erat, maju bersama, sebagaimana teori ekonomi internasional yang sampai sekarang masih belum terpatahkan. Geographical proximity adalah factor perekat utama.

      • valdo says:

        Kerjasama akan terus berlanjut, bahkan bukan dilihat Dari segi bisnis ajha Sekarang Timor leste sudah memberikan sebagian besar lahan untuk pendirian pusat budaya Indonesia di Timor hal ini menunjukan kedua negara akan semakin erat hubungan bilateralnya

      • faisal basri says:

        Timor-Leste tidak pernah akan terlupakan bagi rakyat Indonesia sebagai saudara dekat. Sebiknya ada juga semacam pusat kebudayaan Timor-Leste di Jakarta atau di NTT. Berharap pula dalam waktu dekatbergabung penuh dengan Asean.

  9. Agus,, says:

    Waduh utk 10 thun kedepan kita ketinggln dri Timor tuch,..

    • faisal basri says:

      Bisa semakin ketinggalan.

      • xavi says:

        Terima kasih atas dukungan dan pemikiran dari teman2 Negara Tetanga TL,,, selaku saya dari negara TL mau agar kedepang dari ke2 negara tersebut bisa mejaling hubungan kerja sama yang lebih baik agar dapat meningkatkan pertumbuhan dan perekonomian yang lebih mapan bagi ke2 negara tersebut di masa yang akan datang.

      • faisal basri says:

        Terima kasih, sama2. Harapan kita bersama untuk saling bersinerga untuk sharing prosperity.

      • Robert Welan says:

        anda benar Pak Faisal jika kita tidak berubah mulai sekarang untuk berbenah diri menjadi Negara Demokrasi tentu kita akan ketinggalan zaman.

  10. dedy says:

    Saudara saudara semua orang bukan orang Timor dianggap orang assing tapi tidak dengan orang Indonesia. aku bukan orang Indonesia tetapi aku menyadari kaloorang Timor Leste menganggap orang Indonesia sebagai Saudara atau Saudari. pernahkah orang Timor leste memangil orang Indonesia Malae? kayaknya ngga pernah tetapi tidak dengan orang dari Negara lain. orang Indonesia adalah Mas atau Mbak….. lagian kawin campur antara orang Timor dengan orang lain maka Indonesia menduduki urutan teratas.

    • faisal basri says:

      Kita bersaudara, sampai kapan pun. Ketika ke TL saya diterima dengan hangat, tak ada dendam. luar biasa. Semoga ke depan kita bisa lebih erat berjabatan tangan, memerangi kemiskinan, dan menyejahterakan seluruh saudara di kedua negara.

  11. Rodolfo Aparicio says:

    Timor Leste terus maju saat yang ada adalah kreatif thinking untuk memajukan bangsa ini.Bagi saudara saudara baik orang Indonesia yang dilahirkan di timor timur dulu kami mengajak datang lah ke timor leste karena timor leste adalah tempat tumpah darahmu. kami selalu menunggu ……persahabatan kita.

  12. Setahu saya, kini sudah ada metode eksplorasi minyak yang disebut dengan fracking yang bisa menghasilkan minyak jauh lebih banyak dibanding metode yang ada sekarang, sehingga dengan metode yang baru ini nantinya minyak itu akan seperti air, sangat dibutuhkan, tapi jumlahnya juga sangat banyak sehingga harganya akan cinderung menurun.

    Menyikapi fenomena tersebut, bukankah menahan-nahan ekplorasi minyak kemudian menjadi keputusan yang tidak tepat? Bukahkah lebih baik jika kita menjual minyak itu selagi harganya masih mahal sebelum metode fracking disempurnakan dan digunakan banyak negara? Bagaimana menurut Pak Faisal?

    • faisal basri says:

      Setuju. Kasus Timor-Leste menjual minyak tak ditahan-tahan. Hasilnya yang ditahan, ditabung, bagi kepentingan generasi mendatang juga. Jadi tak seperti Indonesia yang dihamburkan untuk konsumsi tanpa ada yang ditabung.

  13. Alice Araujo says:

    Kami berharap kami dapat masuk ke ASEAN, infrastruktur di TL sedang dalam pembangunan, semoga dalam beberapa tahun ini dapat selesai sesuai dengan keinginan, Harapan kami bisa menjadi Eropa kecil di asia tenggara… Viva Timor Leste, Obrigado Senhor Faisal Basri 🙂 pela sua valorização

  14. Joni Maria dos Santos says:

    Sebagai negara yang baru tentu masih membutuhkan dukungan dan kerja sama dari negara tetangga seperti Indonesia untuk pembangunan infrastruktur dan pendidikan di negri matahari terbit terlebih lagi dukungan yang maksimal agar Timor Leste secepatnya menjadi anggota ASEAN. terima kasih untuk pencerahan yang sudah diberikan oleh Sr. Faisal Basri

  15. DJUWADI says:

    Analisa Individu yang didasarkan pada suatu prasangka ,sering membuat seseorang mengambil kesimpulan tidak tepat sasaran,demikian yang terjadi antara Indonesia dan Timor leste. Sebaik-baiknya orang adalah diam jika tidak memahami suatu masalah.

    • Kalau mau ngasi ceramah mending di masjid mas, dan justru yang bagus itu adalah mereka yang ga bisa ngasi komentar yang sesuai dengan topik pembicaraan.

      Dalam dunia akademik, salah itu biasa dan bukan hal yang memalukan. Kalau salah ya dikoreksi, nanti diralat, teorinya diperbaiki, begitulah ilmu pengetahuan berkembang. Ini udah bagus ada yang mau ngasi data dan analisis, ketimbang yang ga pernah mikirin dan nyari tahu perkembangan negaranya sendiri.

      Anda kalau merasa tulisan ini salah, bantah pake data, kasi teori atau pendekatan logika yang berbeda, bukannya ngasi komentar yang justru menunjukkan bahwa orang yang berprasangka buruk itu adalah anda.

  16. Timo says:

    Info sekilas Petroleum funds Timor Leste
    http://hatutan.blogspot.com/2014/04/mari-mengenal-dana-perminyakan-timor.html
    semoga bermanfaat

  17. Tresmendous things here. I am very satisfied
    tto see your post. Thank youu a lot and I’m haing a look forward to touch you.
    Will you kindly drop me a e-mail?

  18. Desaku says:

    Apakah p. Faisal Basri pernah berkunjung ke Timor Leste??. Saya terakhir ke Timor Leste 21 Juni 2014. di ibu kota Dili kalo siang jalanan sepi (denyut nadi ekonomi tdk menngairahkan)&kalo malam ibu kota Dili tambah sepi & lampu PJU redup (tdak bisa terang seperti di Indonesia)dan sebagian PJU dimatikan (kata warga lokal u/penghematan). Kalo memang benar Petroleum Fund Timor-Leste pada akhir Juli 2013 punya USD 14 miliar tp ibu kota negara kalo malam PJU gelap&listrik sering padam! seperti tdk mampu beli minyak. Jangan2 USD 14 Miliar hanya berita wartawan tp duitnya ga ada.

    • Gibrael Carocho says:

      Mba/mas yang saya hargai, semestinya memandangi pembangunan disuatu negara bukan sebatas pembangunan kotanya melainkan politik pembangunan yang dianut sebuah negara yang merugikan atau menguntungkan itu yang terpenting. Jika aku boleh berkomentar seperti anda ” apakah pada siang dan malam hari yang sepi tersebut anda menemui para pengemis dan pengamen seperti dinegara anda?” mba atau mas yang saya hargai, walaupun negara kami miskin namun uang dan makanan selalu cukup buat kami sehari2, dan kami selalu diperhatikan oleh pemerintah kami walaupun masih miskin buktinya adalah, setiap pusat pelayanan kesehatan dari pengobatan sampai operasi dari puskesmas sampai rumah sakit umum tidak mengenakan biaya satu sen pun, sekolah SD sampai SMA pun gratis, warga yang berusia lanjut mendapatkan upah berupa uang setiap bulan yg diterima setiap enam bulan sekali. Mohon apabila suatu saat kembali ketimor leste hendaknya memperhatikan semuanya dengan seksama. Timor-Leste terbuka untuk semua orang untuk dikunjungi. Salam Damai saudaraku. Gibrael Carocho

  19. Desaku says:

    Apakah TL bisa menyalip ekonomi Indonesia????.mungkin bisa asalkan banyak berdoa krn.. 1. Sumber Daya Alam=yg menonjol hanya minyak diprediksi habis smp 30 tahun, bahan tambang yg lain minim, tempat pariwisata kalah jauh dari Bali,. 2. Sumber Daya Manusia=etos kerja malas&sangat rendah sy temui beberapa strata sarjana (S1 saja komputer MS Word dan Excel banyak yg tidak bisa),.3. Di Dili tenaga kerja banyak yg jadi pegawai Toko/Cafe (pabrik spertinya tidak ada di TL) yg dibuka o/orang Indo,Malay,Ausie,Singapura, China dll) dgn gaji USD 120/bulan (rp. 1.200.000). Selamat brkhayal atas USD 14 Miliar&Viva Timor Leste.

    • Gibrael Carocho says:

      Jika saudara/i Desaku On sakit hati kami orang timor-leste dapat memakluminya, sebab merasa iri karena puluhan tahun indonesia merdeka dan timor-leste jajahan indonesia yg baru merdeka satu dekade ini sudah mau beranjak meninggalkan jauh dari indonesia. sejujurnya kami tidak memiliki dendam sedikitpun tersimpan dilubuk hati walaupun tragedi militarisme Indonesia memporakporandakan hidup kami beberapa tahun silam, keinginan kami sekarang adalah terciptanya kedamaian dan ketenteraman sebab kami tau pahitnya jika kedua hal tersebut direngut dari hidup kita sebab telah kami rasakan. Pembangunan adalah tekat kami yg harus dikejar dengan keja keras dan fair dalam segala bidang. Terima kasih. Gibrael Carocho

      • faisal basri says:

        Kita orang bersaudara. Dengan bergandengan tangan kita bakal lebih cepat makmur bersama. Hilangkan dendam masa lalu.

      • Duda Keren says:

        Orang yang punya status ini orang goblok Brother,. 🙂 saya rasa wajar saja. negara baru.. yg punya blog ini mungkin anak pelacur di jawa.. maklum di jawa banyak pelacur.. beda kan di timor gk ada.. hehehe

  20. Timo says:

    Apa yang di utarakan saudara ID Desaku cukup beralasan karena memang saya hidup disini. menyadari Minyak dan gas akan habis terpakai maka pemerintah Timor Leste mendirikan Sovereign wealt fund- yang intinya dana ini harus di reinvestasikan kembali ke sektor finacial market ( pasar modal ) dan investasikan melalui APBN.

    Tentu harus disadari SDM Timor Leste terbatas tapi bukan berati Sarjana S1 di sini tidak mampu mengoperasikan MSworld excel -Ppoint etc.., Timor Leste sdag berbenah diri.. membangun pembangunan ekonomi yang bermartabat-

    Pertumbuhan ekonomi rata-rata pertahun 10% anda bisa melihat laporan bank dunia- tapi pertumbuhan bukanlah satu-satunya tujuan pembagunan- yang menjadi target Timor Leste adalah menciptakan sekecil mungking Gap antara penduduk desa dan kota. oleh sebab itu Kini Di wilayah Timor Leste Pembangunan sektor Listrik untuk penduduk sudah masuk sampai pelosok desa- hanya sebagian kecil yang belum tapi target 5 thn kedepan semua warga negara mesti memilikinya. saat ini listrik padam bukan karena kekurangan energi tapi lebih karena pembenahan atau instalasi yang mesti dilakukan guna kelancaran berjangka panjang.

    Masalah Emigran yg mencari nafkah Di Timor menjadi perhatian utama juga- Tidak hanya di Indonesia Di Timor juga produk China sedang membanjir perekonomian- hal ini telah menjadi sorotan Parlamen karena walau bagaimanpun perlingdungan warga negara harus pada segala sektor.

    Warga Indonesia Banyak bermukim di Perkotaan Seperti Di Dili mereka terkonsentrasi di sebuak tempat yang di kenal dengan Kampung Alor- mayoritas mereka berusaha di bidang usaha distribusi Pakaian dan perabot Rumah tangga- Timor Leste Terbuka untuk umum asal mematuhi aturannya.

    Walau Bagaimanapun Sejarah Timor Leste akan selalu megenang Portugis dan Indonesia.
    Keterpurukan kami bukan karena kemauan kami Bangsa Timor Leste tapi lebih karena sejarah Hitam yang harus kami lalui.

    • Helder says:

      Saya sangat setuju dengan komentar saudara Timo. Intinya bahwa setiap Negara mempunyai challenges sendiri2 tetapi ada baiknya untuk selalu saling membantu sebagai Negara tetangga bukan mencari2 kekurangan kita masing2. Sebagai Negara yg berdaulat, tentu kita punya strategy sendir bagaimana mensejahterakan rakyat. Timor Leste masih butuh proses untuk menjadi Negara yang berkembang dan sumber daya Manusia saat ini menjadi perhatian bagi Pemerintahan sekarang. Kita punya rencana Pembanguna 30 Tahun dan semoga aja rencana itu akan terwujud tapi itu juga tentu saja support kawan2 dari Indonesia didalam membantu dalam bidang yg menjadi titik lemah Timor Leste dan menjadi kekuatan bagi Indonesia.

      Untuk merespon komentar Desa” saya piker apa yang di katakan oleh Bung Faisal itu benar bahwa kita tidak menggunakaan Anggaran 100% dari Petrolium Fund dan itu diatur dialam Konstitusi Timor Leste. Hanya 5% yang digunakan setiap tahunnya melalui APBN guna membangun Infrastruktur Timor Leste. memang betul bahwa Minyak akan habis dalam 30 tahun mendatang akan tetapi, TL juga punya berkah sendiri karena ada beberapa sumur yang baru ditemukan disekitar wilayah Selatan Timor Leste. Uang kita memang berkisar sampai 14 Milyar Dollar Amerika bukan bualan wartawan. Kami sadar bahwa ada waktunya SDA (minyak) akan habis oleh karena itu kami perlu membangun infrastruktur yang lain untuk menunjang system transportasi yang baik (kepentingan hasil Pertanian), tempat wisata yang bagus guna mendapatkan jumlah uang dalam membangun negeri ini. Sekali lagi Trima Kasih untuk Inofrmasi Bung Faisal.

  21. Fakhruddin says:

    Menarik sekali dengan isi tulisan Bang Faisal, sebuah pencerahan terhadap situasi disana dibanding di Indonesia.

    Sebuah langkah yang patut acungi jempol, belajar dari kesalahan orang lain untuk lebih baik…..

    Hanya sedikit koment terhadap profil.
    Apa yang dapat dilakukan oleh seorang Faisal Basri dengan setumpuk title, prestasi dan lain2nya agar pemimpin bangsa ini atau pemangku jabatan terkait mendengarkan dan atau setuju dengan Anda. Sedih rasanya jika harta tak ternilai yag kita punya yaitu kehebatan Anak Bangsa hanya kemudian akan dilirik untuk dijadikan bahan bacaan dan studi setelah semuanya terlambat – 12 tahun lagi ketika Minyak sudah memasuki masa pensiun.

  22. Y. Subekti says:

    Ada baik nya, untuk mengenal Timor Leste, sekarangdan yang akan datang, kita kunjungi: http://www.laohamutuk.org/index.html ; lumayan kumplit sebagai nara sumber berita perkembangan Timor Leste terkini , di segala sektor : semoga bermanfaat. Tks

  23. Delis says:

    mba diankeke yang cantik. terima kasih banyak atas komentarnya. memang benar Indonesia berutan luar negeri buat bangun Timor Leste, tapi nyatanya yang dirasakan adalah militerisasi Timor Timur, Islamisasi dan pemaksaan kehendak dengan begitu banyak pembantain sampe terbentuknya desa janda. itu semua bukan semata mata kesalahan tentara Indonesia tetapi juga orang Timor sendiri, cuma mau atau tidak mau berani masuk rumah orang kayak pencuri akan tetap dicap negative. tapi orang Timor itu baik sekali sampe ga ada dendam sedikitpun terhadap orang Indonesia kalopun anggota keluarga banyak yang mati ditembak oleh TNI. pernahkah orang Timor menganggap orang Indonesia orang asing? ga pernah yang ada adalah Mas! atau mbah tapi jangan salah yang lain itu disebut malae sebagai orang asing. banyak orang Timor juga menikahi orang Indonesia. lihat saja KD and Lemos, marilah saling membantu untuk berkembang. enakkan beda Negara tapi bias bahasa Indonesia kan lebih bersaudara. cuma harus diingat jangan pernah memandang rendah bangsa kami. Indonesia itu Negara yang terlalu besar sehingga kurang diperhatiin, lihat saja NTT banyak yang belom dapat listrik, disulwesi belom ada jalan, ga tau lagi papua yang secara etnis beda. aneka ragam itu indah tapi kurang diperhatikan dan diskriminasi dalam pembangunan itu menyakitkan.

  24. Tonilo says:

    Energy > Oil > Production > Per capita: Countries Compared
    1. Qatar-1,240.04 bbl/day per 1,000 peopl-2007
    19. East Timor-72.33 bbl/day per 1,000 peopl-2007
    58. Indonesia-4.45 bbl/day per 1,000 peopl -2007

  25. Robert Welan says:

    Indonesia dan Timor Leste bersenergi membangun kekuatan ekonomi kawasan untuk era perdangangan bebas Asia Tenggara.

  26. jimmy says:

    PERJUANGAN ADALAH PELAKSANAAN KATA-KATA…..

    • faisal basri says:

      Jadi ingat WS Rendra

      • Robert Welan says:

        Dear Pak Faisal Basri,Kata-kata punya makna tersendiri tetapi apakah kita bisa meresapi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik.Banyak Pemimpin yang berpendidikan tinggi dan berpengaruh dalam kehidupan masyarakatnya tetapi mereka seolah sebagai pemimpin turun-temurun yang harus dihormati tanpa bisa dikoreksi dan disalahkan.Semoga dimasa mendatang muncul pemimpin yang memberi warna kehidupan yang lebih cerah. Salam, Robert Welan

  27. Robert Welan says:

    Tidak dapat dipungkiri Indonesia Negara dengan penduduk 245 juta jiwa dengan luas wilayah laut dan daratan yang masih mampu didiami oleh 500 juta jiwa dengan sumber daya alam yang kaya tetapi kita masih tertidur dan belum mampu mensejahterakan rakyat yang terkebelakangan dalam pendidikan, ekonomi dan kesehatan.

    • faisal basri says:

      Pengelolaan kekayaan alam yang baik dan memacu industrialsasi seraya memperkokoh ketahanan pangan kiranya bias membawa negeri ini jauh lebih maju dan rakyatnya sejahtera.

  28. Moises Guterres de Sar says:

    perdebatan sanagat menarik tapi sayang lebih dominan emosi….nga penting, paling penting adalah diplomasi bagaimanapun kita adalah tetanga…hai kawan Indonesia sungguh luar biasa SDA-nya tapi ya,,,,udah 70thun umur merdekanya ko masih ke gini itu kenapa? ya kalo saya mau kash thu ya rahasianya…saudara/i Indo cepat emosi n tidak mau kalah itu kelihatan bangat lo……ya lupakan aja…. mari kita tanamkan persahabatan de tu ada bagusnya….
    .

  29. Moises Guterres de Sar says:

    diankheke….tergantungnya gimana tu…coba lihat masyarakat NKRI yang mengantungkan diri ama NKRI aja….trus berteriak minta kesejahateran aja nga dijawab hingga saat ini bhkan demo dimana2 itu tandanya apa tu adaik.??????….yang ada tu hubungan bisnis….Timor Leste tergantung dengan NKRI gimana,,,,haaai adik pendidikannya apa? klo bisa membaca coba lihat APBN INdo ada berapa besar sihg…..setiap thun buat TLS ya…..coba lihat data di imigrasi warga NKRI berapa setiap hari lintas batas TLS….tuk jdi kulih bangunan…….

    • Robert Welan says:

      Salam Persahabatan, Di lihat secara luas wilayah dan jumlah penduduknya memang Indonesia sangat besar dan kaya akan sumber daya alam tetapi kita sudah merdeka 70 tahun yang lalu sedangkan Timor Leste baru merdeka 13 tahun yang lalu dan banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakatnya yang semakin sejahtera dengan pendidikan yang merata di setiap desa dan kota dengan angka kemiskinan yang menurun dengan cepat seiring pembangunan infrastruktur dan lapangan kerja yang semakin luas.  

  30. Jefus Riu says:

    hehe, ni org kyknya tinggal di jawa saja, bahkan tidak tau cara ke timor leste itu numpang apa? masa numpang angkot atau becak? yg jelas pesawat lah.. menurut saya wajar saja karena East Timor baru saja merdeka, saya mau kasi perbedaan Indonesia yg anda juga mungkin belum tau karena tidak pernah kesana.. 1. Di Indonesia banyak orang yg miskin, termasuk anda. jangankan untuk tempat tinggal, bahkan untuk makan juga harus ngamen & ngemis. khususnya di Jawa.. 🙂 org Timor kalau makan, harus kerja. kalau di Jawa, mau makan tidak kerja tapi ngamen / ngemis.. itu pertama. 2. Di daerah perbatasan Timor Leste, bangunan & Penataannya lebih bagus dari Indonesia, mau dibilang Surga & Dunia bkn Langit dan Dunia.. mau buktikan, ngamen 10 Tahun utk beli Tiket kesana. 3. Semasa masa kpemimpinan SBY, indonesia ngemis peluru dari Timot Leste (Seharusnya Malu).. kalau punya internet gratisan silahkan googling.. 4. Indonesia terkenal dgn banyak Pelacur,. buktinya pelacur2 di Timor leste itu datangnya dari Indonesia.. entah kalimantan, sulawesi, sumatra, jawa, dll.. pada intinya disini indonesia terkenal dgn bnyak pelacur yg dijual kesana. 7 tidak terlepas dari itu, indonesia juga terkenal dgn kawin cerai (banyak yg janda). mngkin karena Bpk2 di Indon tu taunya cuma naik tapi gk bisa nafkahi istri.. kalau di Timor, nikah satu kali sampai mati,. 5. hanya ada org indonesia yg nyari kerja ke timor leste tapi timor leste gk prnah mngadu nasib buat cari Rupiah.. haha ngat itu. 6. masih bnyak lagi.. maaf saya org Indonesia juga juga tapi saya tau jelas betapa parahnya Indonesia kalau di bandingkan dgn Negara Lain,.. wajar saja negara baru, org pintar pasti tau tapi sya yakin yg punya posting ini org buta huruf yg tdk prnah tau apa2.. 😀

    • Robert Welan says:

      sejarah bisa membuktikan negeri yang dijajah terlalu lama seperti Indonesia 350 tahun oleh Belanda dan Timor Leste 450 tahun dijajah oleh Portugis dan 24 tahun dibawah kekuasaan Indonesia mengakibatkan tertinggal dan harus mengejar ketertingglan dan Indonesia sudah merdeka 70 tahun tetapi kaum elitnya yang menikmati dan rakyat masih banyak yang miskin begitu pula Timor Leste masih dalam proses menuju masyarakat yang lebih sejahtera dan apa yang terjadi sekarang dalam pembangun di Timor Leste adalah konstribusi dari perjuangan masa sekarang dan yang akan datang.
      kita bersyukur Indonesia dan Timor Leste adalah negara tetangga yang baik dan saling memberi dan menerima segala perubahan yang terjadi dengan berbesar hati merangkai kehidupan bersama menuju keberhasilan menjadi negara yang makmur, adil dan bahagia.. Salam.

      • fakhruddin.noor@gmail.com says:

        Menarik sekali melihat diskusinya masih berlanjut.

        >

      • Babotin Maemina says:

        Org Indonesia tidak pantas menghina Negara mana pun karena mnurut sya, Indonesia yg termiskin didunia, saya bahkan menyesal jadi org Indonesia, Rencana mau lanjutkan hidup di East Timor, hahaha memang org goblok yg punya blog ini. saya asli Kupang, saya sdh smpai tanah jawa, sumatra, kalimantan, tenyata sama2 pakai rupiah, saya lebih suka dolar jadi saya putuskan untuktinggalkan Indonesia.. kesal sekali bro jdi org Indonesia.

      • Robert Welan says:

        Saudara ku yang baik,
        Apapun yang telah terjadi di negeri kita bukan semata karena kita miskin tetapi kita sebenarnya kaya akan sumber daya alam dan punya negeri yang indah tetapi sudah sampai disini kemampuan yang ada pada kita untuk membangun selama 70 tahun dan masih ada kemiskinan yang membuat hati kita risau semoga pemimpin sekarang dan yang akan datang mampu memberi jalan keluar yang terbaik bagi bangsa dan negara yang kita cintai.
        Saya ikut bekerja membangun Timor Leste sebagai seorang geotechnical survey di Suai, Betano dan Beaco tahun 2012 untuk pembangunan jetty. Salam.

      • Bunga says:

        justru kamu yg kasihan… indonesia jumlah penduduknya jauh lebih banyak ya wajar dong permasalahan lebih kompleks, bandingin kok sama negara kecil , di indonesia orang orang menengah keatas jg banyak. mungkin kamu pikniknya kurang jauh :D, km ngaku orang inonesia kwkkwkkw pasti orang plosokkk,makannya mengeluh.. makannya jangan di plosok terus kwkkkw , yg kurang terjangkau daerah diluar pusat karna indonesia negara maritin.. lgian namanya jg negara berkembang tau negara berkembang gak? jangan2 gak tau lgi .hahaa so, gk tau indonesia gak usah jlek2in gt bodok urus sno negaramu sendri

  31. rizki maulana says:

    Hhehehe pak pak gak usah kawatir gitu lahh tenang aja..memangnya orang2 di pertamina dan pemerintah goblok2 apa yahh? pasti mereka bakal berpikir bagaimana memnuhi kebutuhan minyak dalam negeri misal ekspansi pertamina ke asia dan timur tengah atau mungkin renewable energy..saya yakin ekonomi indonesia bakal makin terdiversifikasi dimasa depan dengan semakin maju ke arah service sector.Buat saya kayaknya lebih apple to apple kalo timor leste compare dengan NTT(walau ntt bukan negara),bisa dilihat pembangunan dili vs kupang gimana?liat infrastrukturnya (airport,jalan,jembatan,telekomunikasi,dll)nya,dan juga liat bisnisnisnya,tingkat pengangguran,pendidikan,kesehatan…

    kalo soverign fund sepertinya sedang diwacanakan pak mungkin karena indonesia terlalu berbelit demokrasinya jadi agak ribet pasti.(misal:harus persetujuan DPR)
    BTW kasihan juga dulu timor leste masih dikuasai militer,mana mau kita dalam kehidupan bermasyrakat dikuasai militer

  32. rosa says:

    Setujukah kalian jika timor lesta bergabung dengan indonesia..??
    Apa pendapat anda…

  33. wong ganteng says:

    perlu diluruskan. indonesia tidak pernah menjajah TL. yang ada malah membantu TL. coba cek di google, berapa persen apbd timor timut waktu itu yang disumbang dari APBN? 93% coy…

    • NKRI says:

      Indonesia tidak pernah menjajah timles.
      Timles itu diperlakukan sama seprti propinsi lainnya.
      Cma menurut saya, karena kurang setiannya saja timles dalam menghadapi pembngunan indonesia, sehingga timles lepas.
      Bagi saya warna kulit, ras itu bukan pembeda dalam bernegara,
      Toh, masih bnyak jga orang2 timtim yg pro indonesia.

      Saya jga ingin melus

  34. Nurcholis MA Basyari says:

    Ibu, Bapak, Mas, Mba, dan saudara/saudari semuanya…..
    Nulan lalu (Oktober 2016), saya berkunjung ke Maluku Barat Daya (MBD) yang berbatasan (laut) dengan Timor Leste. Banyak cerita mengharukan sekaligus membanggakan yang patut kita syukuri ketimbang dikutuki atau diratapi. Intinya, biarpun secara politik kenegaraan TL telah bapisah dari NKRI, tp ikatan persaudaraan antara warga TL, termasuk para tokoh masyarakat dan elite politiknya- dengan warga Pulau Moa, Leti, Kisar, Wetar, dan pulau2 lain di MBD masih terjalin erat.
    Pembicaraan tentang hubungan warga MBD dan TL lebih banyak didominasi nada positif tentang indahnya bersaudara dan saling berbagi. Nada sinis, nyinyir, pesisimistis nyaris tak terdengar…. Warga TL, termasuk tokoh masyarakat dan alite politiknya -menurut warga dan tokoh masyarakat/elite politik MBD- tidak ingin melepaskan ikatan persaudaraan itu. Mereka pun kini mengenang Indonesia dari sisi jasa-jasa baiknya ketimbang sisi penindasan oleh segerombolan “oknum” pasukan dan alite, bukan oleh bangsa Indonesia. Mereka justru makin ingin dekat ke Indonesia ketimbang Australia yang mulai dirasakan “ada udang di balik batu” dengan pura-pura menolong TL.
    Untuk Mas Faisal, terima kasih banyak atas tulisannya yang cerdas mencerahkan. Semoga banyak pembaca yang menikapinya sebagai ibroh, pelajaran berharga, dari seorang dosen senior, WNI yang integritas pribadi maupun keilmuannya tidak diragukan lagi.
    Salam hormat,
    Nurcholis MA Basyari

  35. wiwid says:

    Klu ada bank central,,, kenapa tidak mencetak uang sendiri , misal dolar timor leste,, kan fungsi BC utk mengatur perekonomian negeri,,,

    • faisal basri says:

      Dilema negeri yang relatif kecil.

    • Nelson Cruz says:

      Timor Leste terlalu licik (lihai dan cerdik) dalam hal mata uang..kami mpy mata uang sendiri yg dinamakan centavos utk digunakan sehari-hari didalm negeri…tapi kami sangat smart karena menggunakan US Dollar untuk keperluan transaksi didlm dan luar negeri…anda pasti mengerti soal kurs mata uang…seandainya kami menggunakan mata uang Rupiah pastti perekonomian kami terpuruk dan terseok2 seperti RI, jadi kami lebih memilih menggunakan US Dollar karena menurut kami itu mengguntungkan kami sebagai negara yg baru merdeka.
      Menggunakan mata Uang US Dollar Bukan ukuran utk menilai sebuah bangsa ttg harga diri dan eksistensinya…tapi lebih kpd manfaat dari penggunaan mata uang tsb. Coba anda ukur sendiri US$1=Rp. 13.000 dan bandingkanlah dengan Timor Leste yg tdk menderita sedikitpun apabila ada perang kurs mata uang.

  36. Yudi says:

    Sepertinya kondisi finansial di Timor Leste (TL) tidak seindah itu pak. Ladang Bayu Undan bakal habis tahun 2022, serta negosiasi ladang Greater Sunrise malah balik ke titik nol. LSM di TL mengatakan, kalau tidak ada pemasukan dari Greater Sunrise, Petroleum Fund akan habis tahun 2025. Memang TL dan Indonesia bagai langit dan bumi, karena Indonesia jauh lebih baik. Provinsi kita NTT bisa dapat suntikan dana DIPA kira kira $2 billion tiap tahun, sedangkan TL yang state budgetnya hanya $1.5 billion sudah dianggap tidak sustainable. Saat minyak TL makin terkuras, ekonomi kita makin tumbuh dan saya bersyukur Indonesia relatig sedikit cadangan minyaknya, sehingga kita tidak terlena dan berpacu dengan sumber pemasukan non-migas. Bandingkan, saat ini, TL pemasukannya 90 persen narik Petroleum Fund. Sangat tidak sehat. Saya barusan baca warga kita yang mendokumentasikan perbandingan Batugade (TL) dan Mota Ain (NKRI), memang bagai langit dan bumi pak. Bagusan kita, Jauh!!

    https://www.quora.com/What-are-the-situations-in-Indonesia-and-Timor-Leste-borders-like

    • faisal basri says:

      Timor-Leste menghadapi banyak tantangan. Namun, setidaknya mereka telah meletakkan dasar-dasar pemabangunan yang baik, khususnya tentang social protection dan pengelolaan dana migas.

  37. Jacinto says:

    saatnya kami berusaha untuk memajukan negeri kami…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s