Paket Mujarab dan Berdampak Seketika


Pada tulisan sebelumnya kita telah melihat mulai muncul kesadaran dari pemerintah bahwa persoalan yang kita hadapi cukup serius dan kalau tak ditangani dengan seksama bisa menyurutkan momentum pertumbuhan berkelanjutan dan sendi-sendi makroekonomi.

Perbaikan yang telah dilakukan dengan susah payah secara gradual selama bertahun-tahun bisa sirna karena perilaku cepat puas diri atau complacency.

Sudah saatnya penyakit itu dibayar sekarang. Pertama dengan berhemat. DPR didesak sampai akhir tahun tak melakukan kunjungan ke luar negeri untuk studi banding. Rombongan presiden dan pejabat tinggi lainnya ke luar negeri diperketat dan jumlah rombongan diciutkan semaksimal mungkin.

Kedua, jual harta pejabat dalam bentuk dollar AS dan mata uang asing lainnya. Presiden, yang memiliki kekayaan dalam dollar AS mencapai 46 persen dari kekayaan totalnya, bisa menjadi pelopor dan menunjukkan suri tauladan kepada seluruh rakyat.

Sangat prihatin melihat para pejabat beternak dollar. Terakhir kita dipertontonkan oleh calon Panglima TNI yang memiliki kekayaan valuta asing hingga 450.000 dollar AS. Mungkin ribuan pejabat memiliki kekayaan dalam dollar yang tak sedikit, berskla ratusan ribu dollar.

Mereka ibarat rayap-rayap yang menggerogoti ketahanan ekonomi bangsa. Ditambah lagi kenyataan para koruptor yang tertangkap tangan oleh KPK yang hampir selama pembayarannya dalam dollar AS dan atau valuta asing lainnya. Merekalah musuh utama perkonomian bangsa. Sudah korupsi, merongrong rupiah pula. Sepatutnya praktik seperti itu digolongkan sebagai extra-ordinary crime, dan oleh karena itu harus dihukum seberat-beratnya.

Semoga saya tidak sedang bermimpi.

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in Makroekonomi and tagged , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Paket Mujarab dan Berdampak Seketika

  1. Saya pikir bapak akan tulis ttg sesat pikir paket kebijakan krisis

    • faisal basri says:

      Bukankah sudah ditayangkan pada tulisan sebelumnya yang berjudul “Paket Kebijakan untuk Redam Gejolak?”

      • Ya berarti kita terlambat mengantisipasi krisis, harusnya momentum apbn-p 2013 kemarin dana segar dari pencabutan subsidi bbm tidak dibagikan ke masyarakat untuk blsm, tapi untuk mendorong sektro2 yg kontribusinya menurun (sektor tradeable). Atau penghematan anggaran dan pengalihan anggaran L/K yg tidak urgent ke L/K yg paling urgent hari ini.
        Pertanyaanya pak, kalau hari ini kita gunakan rumus keynes (pengeluaran dari pemerintah yg lebih ekspansif untuk mendorong sektor2 yg kesulitan), apakah mujarab untuk merdam krisis atau malah menimbulkan inflasi tambahan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s