“Fidel Castro” dan Ayah Akmal


Di tengah hingar bingar politik Jakarta, Jumat dan Sabtu kemarin saya menikmati kesejukan berdialog dengan petani. Jumat siang hingga malam kami mengunjungi “surau” pertanian organik di puncak bukit dekat pabrik Semen Padang. Desiran angin sore membuat hati saya kian teduh berdiskusi dengan para pelopor gerakan petani dan gerakan pertanian organik.

Komunitas petani di sana beragam latar belakang: pejuang senior berusia 75 tahun yang dijuluki Fidel Castro, karena bercambang dan berjanggut lebat, Bung Fauzan yang menjadi “pemimpin”, tiga gadis sarjana pertanian sebagai relawan , seorang dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas, dan beberapa petani yang berasal dari masyarakat sekitar.

Ada lagi seorang senior berusia 73 tahun yang kami sapa “Ayah,” yang kental pengalaman politik. Ia termasuk dedengkot PSI dan bergabung dengan PRRI. Belakangan ini “Ayah” makin semangat terjun ke gerakan pertanian organik. Bahkan, pada 17 Mei nanti, Ayah siap meresmikan surau atau bale di kaki Gunung Merapi sebagai wadah pertemuan petani berbagi gagasan dan pengalaman. Ayah masih menyisakan cita-cita bahwa  lima tahun ke depan akan ada perubahan mendasar di negeri ini.

castro

Alhamdulillah, lahan kritis seluas 2,9 hektar yang mulai digarap pertengahan 2006 sudah hijau, rimbun, dan menghasilkan. Mereka sepenuhnya menerapkan sistem pertanian organik. Fidel Castro adalah penyandang hadiah Kalpataru karena jasanya menghijaukan lahan kritis. Dialah yang mengajak generasi yang lebih muda seperti Bung Fauzan terjun mengolah lahan kritis yang kami datangi.

Kami berdiskusi di pondok kayu sederhana, bertingkat. Minuman yang disuguhkan adalah “teh” rosella, berwarna merah. Mereka sudah belajar dari alam, tak henti, seperti jargon yang diusung oleh Ayah: “berjuang sampai mati.”

Tak ada pembicaaan politik, kecuali hanya sekitar 10 menit menjelang akhir pertemuan. Namun,sesungguhnya, sepanjang perbincangan sangat sarat muatan politiknya, yakni politik menyejahterakan petani, menjadikan petani kita mandiri dan bermartabat. Mereka tak haus kursi dan kekuasaan, tapi dahaga menyaksikan petani jadi tuan di negeri sendiri. Mereka sedang berjuang menerapkan agriculture development, bukan agrobisnis dan agroindustri. Lho, apa bedanya ……

* Dimuat pertama kali di Kompasiana, 3 mei 2009.

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in Gerakan Petani and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to “Fidel Castro” dan Ayah Akmal

  1. Selamat Siang Pak Faisal, kami memiliki program pembangunan pertanian berbasis e commerce bisa dilihat di situs kami, http://www.simtanionline.com, program ini juga dibarengi dengan program Outsource Marketing untuk industri UKM di Indonesia, kami sangat berterima kasih bila pak Faisal berkenan mengunjungi situs kami . . . . Salam Salemba 4

    Budi Hardjono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s