Ekspor bulan Juni melorot sebesar 8,6 persen dibandingkan Mei dan selama Januari-Juni 2013 turun 6,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Walaupun impor total juga turun lebih cepat, namun tak mampu mengimbangi penurunan ekspor, sehingga defisit perdagangan meningkat dari $590 juta pada Mei menjadi $847 juta pada Juni. Defisit perdagangan kumulatif Januari-Juni sudah mencapai $3,3 miliar, dua kali lipat dari defisit sepanjang tahun 2012. Apalagi biang keladinya kalau bukan defisit minyak yang terus naik.
Transaksi perdagangan nonmigas belum kunjung membaik. Walaupun selama Januari-Juni mencatatkan surplus, namun selama tiga bulan terakhir menderita defisit. Ini sudah lampu kuning, harus diwaspadai secara seksama. Jika tidak, nilai tukar rupiah bakal terus tertekan.
Karena, defisit migas terus naik. Selama Januari-Juni, defisit migas sudah melampaui defisit migas keseluruhan tahun 2012.
Ditambah lagi sejak tahun 2013 minyak mentah pun sudah defisit dengan kecenderungan membengkak.
Apa lagi yang bisa digadaikan?



Tinggalkan komentar