Pengamat: Waktunya SBY dan Para Pejabat Lepas Dollar AS


rp
  • Senin, 26 Agustus 2013 | 15:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelemahan mata uang rupiah yang mencapai Rp 11.000 per dollar AS dalam beberapa pekan ini menjadi sorotan banyak pihak. Salah satunya datang dari pengamat ekonomi, Faisal Basri.

Faisal berpendapat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta pejabat negara lain bisa membuat program penguatan rupiah dengan cara menjual kekayaan mereka yang berbentuk dollar AS.

“Presiden menunjukkan kepada rakyat, bersedia lebih dahulu sedikit ‘berkorban’ demi kemaslahatan perekonomian dan rakyat banyak,” tulis Faisal dalam blognya di Kompasiana yang diunggah pada Sabtu malam (24/8/2013).

Menurut Faisal, jumlah harta SBY dalam dollar AS tahun 2009, tercatat sebesar 269.730 dollar AS atau setara Rp 2,96 miliar (asumsi 1 dollar AS= Rp 11.000). Data itu dikutip Faisal dari sumber Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain SBY, Faisal juga menyampaikan nama pejabat lain yang memiliki simpanan dalam bentuk dollar AS. Sosok itu adalah, Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua DPR yang memiliki kekayaan dalam valas sebesar 195.960 dollar AS atau setara dengan Rp 2,1 miliar.

Kemudian di jajaran kabinet pemerintahan Indonesia ada Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan yang memiliki kekayaan dalam bentuk dollar AS senilai 626.677 atau setara Rp 6,89 miliar. Lalu ada Chatib Basri, Menteri Keuangan dengan valas 356.506 dollar AS atau setara Rp 3,92 miliar.

Namun, pendapat berbeda disampaikan Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker Indonesia. Menurutnya, jika pejabat tersebut melepas dollar AS mereka, hasilnya tidak berpengaruh besar bagi perekonomian Indonesia.

“Kalau mau dan berani, SBY keluarkan ketentuan berapa maksimal tabungan pejabat dalam dollar AS,” kata Satrio ketika dihubungi KONTAN. (Oginawa R Prayogo)

Sumber : Kontan
Editor : Bambang Priyo Jatmiko

Tak Jelas Apa yang Diklarifikasi Istana Soal Kekayaan $ SBY


Kekayaan SBY dalam Bentuk Valas Senilai USD270 Ribu”

Senin, 26 Agustus 2013 | 22:11 WI

Metrotvnews.com, Jakarta: Pihak istana tidak menampik, bahwa sebagian harta kekayaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam bentuk valuta asing (valas). Juru bicara kepresidenan Julian Pasha memastikan, laporan harta kekayaan Presiden SBY dapat dipertanggungjawabkan.

Pernyataan Julian ini terkait harta kekayaan Presiden SBY yang hampir 50 persennya dalam bentuk dolar Amerika Serikat. Menurut Julian, tidak ada yang salah dalam kepemilikan harta kekayaan Presiden SBY baik personal dan keluarganya. Selama SBY menunaikan kewajibannya menyerahkan laporan harta kekayaan dan membayar pajak.

Sebelumnya, pengamat ekonomi Faisal Basri menulis dalam lama pribadinya mengenai banyak penjabat negara yang memiliki kekayaan dalam bentuk valas. Pejabat negara yang dimaksud salah satunya adalah Presiden SBY.

Menurut Faisal, mengutip data di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jumlah valas yang dimiliki Presiden SBY hingga 2009 sekitar USD270 ribu atau setara Rp2,9 miliar. Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah, menurut Faisal, seyogyanya Presiden dan pejabat lainnya menjual kekayaan mereka yang berbentuk dolar Amerika Serikat sebagai dukungan terhadap program penguatan rupiah.

Editor: Kesturi Haryunani

Sumber: Diunduh dari  http://www.metrotvnews.com/metronews/video/2013/08/26/2/182174/Kekayaan-SBY-dalam-Bentuk-Valas-Senilai-USD270-Ribu

Klarifikasi Istana Soal Kekayaan Dollar SBY


“Klarifikasi Pihak Istana Soal Hampir Separo Kekayaan SBY dalam Dolar AS”

Senin, 26 Agustus 2013 16:08 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerhati masalah ekonomi, Faisal Basri menulis di blog Kompasiana, Sabtu (24/8/2013), hampir separuh atau 41,35 persen kekayaan Presiden SBYdalam bentuk dolar AS. Ekonom senior itu menulis angka kekayaan SBY mencapai nilai  589.188 dolar AS per tahun 2011. Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Presiden Julian Aldrian Pasha menegaskan harus ada data valid soal itu.

“Harus ada data,” kata Julian di kantor Presiden Jakarta, Senin (26/8/2013).

Dalam tulisan itu, Faisal Basri menulis sebagian besar data yang dipakai adalah data LHKPN dari KPK. Disebutkan, pada 2004 kekayaan Presiden SBY dalam bentuk dolar AS masih nihil. KekayaanSBY dalam bentuk dolar AS baru muncul tahun 2007. Setelah itu, tulis Faisal Basri, jumlahnya meningkat pesat hingga mencapai lebih dari setengah juta dolar AS atau 42 persen dari kekayaan total.

Saat Julian dikonfirmasi soal data yang ditulis Faisal Basri berasal dari LHKPN, Julian menegaskan, yang penting SBY dan keluarganya adalah pembayar pajak yang taat. Julian juga mengatakan Presiden sudah menjelaskan semua kekayaan pribadi dan kekayaan keluarga.

“Yang penting sudah bayar pajak sebagai seseorang yang taat pajak. Sudah dilaporkan sebagaimana mestinya,” kata Julian.

Dalam tulisannya itu, Faisal Basri mengatakan negeri ini sangat membutuhkan suri tauladan dari para pemimpinnya, terutama pemimpin tertinggi, apalagi ketika sedang mengalami krisis.

Faisal Basri berharap Presiden bisa memelopori penguatan rupiahdengan menjual kekayaannya dalam dollar AS. Presiden menunjukkan kepada rakyat bersedia lebih dahulu sedikit “berkorban” demi kemaslahatan perekonomian dan rakyat banyak. Bisakah SBY menjadi panutan dalam hal ini?

“Saya tidak bersedia memberi pernyataan soal ini. Yang jelas Presiden dan keluarga sudah bayar pajak dengan baik,” kata Julian.

Dalam tulisannya itu, Faisal Basri juga menemukan cukup banyak sosok yang berlatar belakang tentara atau polisi memiliki kekayaan dalam valuta asing senilai 100.000 dolar AS atau lebih. KASAD, Jenderal Moeldoko memiliki 450.000 dollar AS. Irjen Saud Usman Nasution (Kapolda Sumsel) memiliki 100.000 dollar AS.

Di jajaran pimpinan DPR muncul nama Priyo Budi Santoso dengan kekayaan dalam valas sebesar 195.960 dollar AS berdasarkan pelaporan tanggal 1 Desember 2009. Juga ada nama Lukman Hakim Saefuddin dengan kekayaan dalam valas sebesar 102.274 dollar AS.

Di jajaran eksekutif yang menonjol adalah Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, dengan kekayaan mata uang asing sebesar 626.677 dollar AS (berdasarkan LHKPN 2009). Ada juga M. Chatib Basri, Kepala BKPM dan Menteri Keuangan) yang berdasarkan LHKPN 2012 memiliki 365.506 dollar AS.

“Saya sekadar menyampaikan beberapa petinggi negeri saja yang telah saya cek ulang berkali-kali dan jumlahnya 100.000 dollar atau lebih. Jumlah itu sebatas yang dilaporkan kepada KPK atau Ditjen Pajak. Data yang disajikan tidak boleh jadi sudah tidak mencerminkan keadaan dewasa ini. Semoga mereka menjadi pelopor penguatan rupiah. Semoga kekayaan dollarnya sudah banyak yang ditukarkan ke rupiah,” tulis Faisal Basri.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Hasiolan Eko P Gultom

Sumber: diunduh dari http://www.tribunnews.com/nasional/2013/08/26/klarifikasi-pihak-istana-soal-hampir-separuh-kekayaan-sby-dalam-dolar-as