Sjahrial Djalil Mewariskan Harta Karun


Sejak sehari sebelum pemilu 17 April 2019 saya nyaris tidak menyentuh alat komunikasi. Dini hari tadi satu demi satu pesan baru sempat saya baca. Betapa terkejut saya membaca salah satu pesan yang berisi kabar duka, Bang Jalil wafat Rabu malam lalu dan telah dimakamkan keesokan harinya pk. 14:00.

Sore tadi saya berziarah ke pusaranya yang dikelilingi pepohonan rindang di kediaman yang sekaligus museum yang Almarhum namakan Museum di Tengah Kebun.

Jasad Sjahrial Djalil bersemayam dipojok halaman belakang rumah yang ia bangun sendiri dengan keseriusan dan kecintaan. Sedari awal Bang Jalil merancang kediamannya dengan lingkungan yang nyaman dan menghiasinya dengan berbagai benda yang bermakna. Ia sendiri di sana, tak ada yang menemani di kiri dan kanannya, di depån dan dibelakangnya.

Semua telah ia rencanakan dan persiapkan, dari letak makam hingga kain kafan yang membalut sekujur tubuhnya ketika menhadap Sang Pencipta. Kain kafan itu pernah ia tunjukkan kepada saya, tersimpan rapi. Bang Jalil sangat perfeksionis. Ia sendiri yang mengatur letak ribuan benda budaya yang dikumpulkan dari segala penjuru bumi, termasuk dari berbagai daerah di Tanah Air.

Harapan mulia Bang Jalil, lewat benda budaya kita bisa lebih memahami peradaban bangsa lain dan bangsanya sendiri. Ratusan miliar rupiah telah dihabiskan uituk mengumpulkan benda-benda budaya itu. Beberapa di antaranya adalah peninggalan sejarah Nusantara yang telah terbang ke luar negeri dan ia tebus lewat pasar lelang di berbagai pusat lelang terkemuka di dunia. Mendatangkan kembali benda-benda bersejarah itu penuh dengan liku-liku. Banyak yang masih tertahan di gudang Bea dan Cukai. Beberapa tahúr terakhir Bang Jalil menderita sakit sehingga tak lagi kuasa mengurus berbagai prosedur yang berbellit-belit. Mungkin ia diperlakukan seperti penyelundup barang-barang berharga untuk diperjualbelikan dengan keuntungan besar.

Tidak sama sekali. Bang Jalil telah menyisihkan dana yang cutup untuk menjaga keberlangsungan museum dengan mendirikan yayasan. Sehari-hari dikelola oleh adik kandungnya. Pernah pula Bang Jalil bercerita telah menjajaki pemeliharaan benda-benda antiknya dengan beberapa pihak, termasuk dengan Museum Nasional. Baginya, yang terpenting benda-benda bersejarah itu bisa tetap berada di Tanah Air dan terpelihara dengan baik agar bisa dinikmati oleh banyak orang.

Lahir di Pekalongan, 16 Maret 1940, Bang Jalil merupakan salah tokoh terkemuka periklanan nasional dan pendiri biro iklan Ad Force Inc.

Saya mengenalnya ketika sama-sama ikut membangun Partai Amanat Nasional (PAN) sedari awal. Bang Jalil yang merancang iklan PAN satu halaman penuh di Kompas berlatar belakang bendara Merah-Putih lusuh yang terkoyak-koyak dengan untaian kata-kata puitis yang menggugah oleh Goenawan Mohamad. Ia pula yang mendesain berbagai peraga kampanye PAN yang sangat indah menawan. Gagasan-gagasan Bang Jalil agaknya
terlalu maju di awal reformasi. Sesungguhnyalah gagasan dan pemikiran Bang Jalil yang ikut meletakkan fondasi cara-cara berpolitik modern.

Bang Jalil tak pernah lelah berupaya sekuat tenaga untuk menghadirkan calon-calon pepimpin bangsa yang berkaraktek, memiliki visi jauh ke depan, dan bersih. Ia tak jemu-jemu mendorong dan menghimpun tokoh-tokoh “penjaga” moral bangsa seperti Cak Nur dan Buya Syafii Maarif, Yang muda pun ia dorong dan beri jalan.

Keresahannya akan nasib bangsa ini ia terus bawa hingga ke liang lahat. Sungguh saya amat kehilangan sosok seorang abang yang begitu amat menyayangi dan peduli. Sesal saya amat dalam tidak mendampinginya kala sakit hingga menghembuskan nafas terakhir.

Satu respons untuk “Sjahrial Djalil Mewariskan Harta Karun

Add yours

  1. Turut berduka cita atas wafatnya Bapak Sjahrial Jalil, semoga Allah SWT menerima amal ibadah beliau dan mengampuni segala dosa beliau serta memuliakan kedatangannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: