Senyuman di Pengujung Senja


merdeka.com
merdeka.com

Senja tadi, selepas menyantap mie rebus di Bentara Budaya, saya berjalan kaki menyeberangi rel kereta api menuju halte bus Transjakarta di depan stasiun kereta api Palmerah. Saya menyeberang setelah lampu lalulintas berubah merah dan semua kendaraan berhenti. Begitu rapat jarak antarkendaraan, membuat saya kesulitan mencari celah untuk melangkah. Tiba-tiba seorang lelaki memundurkan sepeda motornya, membuat saya leluasa untuk menyeberang. Saya tersenyum sebagai pengganti ucapan terima kasih. Sang pengendara sepeda motor membalas dengan senyuman pula. Sungguh senyuman yang sangat menyejukkan di tengah hiruk pikuk bunyi kendaraan dan kepulan asap.

Setelah membeli karcis di halte, saya naik ke bus Transjakarta dengan menggendong ransel. Ketika berjalan di dalam bus menuju tempat kursi yang masih kosong, ransel saya mengenai tubuh seorang lelaki separuh baya. Saya menyampaikan permohonan maaf. Penumpang separuh baya itu tersenyum. Saya pun membalas senyumannya.

Alhamdulillah, sepanjang perjalanan lancar, nyaman, dan aman. Saya tengok ke kiri dan ke kanan, sepanjang Jl. Jenderal Sudirman padat merayap.

Saya kian merasakan kenikmatan menggunakan transportasi umum.

3 Comments

  1. Alhamdulillah.
    Tapi sayang di krl malah sebaliknya. Banyak kursi prioritas diduduki pemuda. Dan parahnya lagi mereka pura2 tidur. … AKU perlu disentil lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s