Menteri Pertanian dan Mafia Migas


Kritik saya tentang kebijakan pertanian beroleh tanggapan. Salah satunya bisa dilihat di berita ini: Sebut Amran paling dilindungi Jokowi, Faisal Basri diserang Kementan.

Di berita itu, Kasubdit Data Ekonomi Pertanian Pusdatin Kementan, Dr. Anna Astrid S., mengatakan banyak hal. Pada kesempatan ini saya hanya hendak mengomentari tentang pernyataannya terkait dengan penugasan saya sebagai ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas. Berikut kutipannya:

Ana menegaskan tidak mungkin Kementan bekerja sama dengan para pendukung impor dan mafianya. Juga tidak betul Kementan menawari proyek-proyek, bahkan kalaupun ada proposal dari mereka pun pasti akan ditolak. “Kami turut berdoa semoga Saudara Faisal Basri di usia senja ini, selaku Mantan Ketua Tim Pemberantasan Mafia Migas dengan gaji dari negara, ya tolong tuntaskan berantas mafia migas dong,” ujar Ana.

Pernyataan Dr. Anna senada dengan pesan WhatsApp (WA) Menteri Pertanian yang dikirim kepada saya pada 5 Desember 2016:

amran-1

Menteri Pertanian pernah pula mengirim via SMS kepada saya pada 2 Maret 2016. Beberapa SMS lainnya masih saya simpan.

amran-2

Tahukah Pak Menteri bahwa Tim Reformasi Tata Kelola Migas Nasional adalah tim adhoc yang tugasnya hanya enam bulan, dari November 2014 hingga Mei 2015. Alhamdulillah kami telah menyelesaikan tugas tepat waktu. Tim menghasilkan Rekomendasi Akhir.

Salah satu rekomendasi Tim adalah agar pemerintah melakukan audit forensik atas PES/Petral. Rekomendasi ini dilaksanakan oleh pemerintah. Hasil audit forensik yang diurus dan dibiayai oleh Pertamina sudah di tangan pemerintah dan bahkan telah diserahkan kepada KPK. Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said, telah menyampaikan sebagian hasil audit ke publik. Praktek mafia migas sudah kian terang benderang. Perusahaan apa saja yang terlibat dan siapa di belakang perusahaan-perusahaan itu sudah kasat mata. Publik pun sudah mafhum tentang keterlibatan Mohammad Riza Chalid.

Sebaiknya Pak Menteri bertanya kepada Presiden mengapa hasil audit belum kunjung ditindaklanjuti.

Suara Dr. Anna adalah suara Pak Menteri.

 

 

 

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in Agriculture, Public Policy. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s