Menghindari Perangkap Pendapatan Menengah

Kami, Gatot Arya Putra dan Faisal Basri, baru saja menyelesaikan kajian berjudul Escaping the Middle Income Trap in Indonesia: An Analysis of Risks, Remedies and National Characteristics. Versi awal telah dipresentasikan di Bangkok bersama kajian dari beberapa negara Asia. Pemaparan hasil kajian di Indonesia pertama kali berlangsung di Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta, pada 18 April 2016. Pemaparan kedua pada 23 April di Jambi dalam forum Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Reguler Mandiri (HIMAPREM) Fakutas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi. Kajan ini sepenuhnya didukung ollen Friedrich Ebert Stiftung Indonesia Office.

Beirut adalah versi pemaparan di Jambi dalam bentuk powerpoint.

***

mit-1

mit-2

 

mit-3mit-4

mit-5mit-6mit-7mit-8

mit-9mit-10

mit-11mit-12

mit-13mit-14

mit-15mit-16

mit-17mit-18

mit-19mit-20

mit-21mit-22

mit-23mit-24

mit-25mit-26

mit-27mit-28

mit-29mit-30

mit-31mit-32

mit-33mit-34

mit-35mit-36

mit-37mit-38

mit-39

 

 

 

 

 

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in Development, Political Economy. Bookmark the permalink.

5 Responses to Menghindari Perangkap Pendapatan Menengah

  1. Dearmi Artis says:

    Terimakasih bang Faisal sudah sudi share ilmu dan pengetahuannya bersama teman2 dan adek2 mahasiswa di FEB Univ Jambi. Semoga menjadi “peringatan dini” bagi penataan dan pengelolaan ekonomi Indonesia ke depan, Sukses selalu, semoga ada waktu lagi untuk datang ke Jambi.

  2. roni says:

    Salah satu program pemerintah yang salah kaprah yang akan menyokong terperosoknya Indonesia ke Middle Income trap adalah, rencana strategis KemDikNas yang justru fokus ke pendidikan kejuruan/SMK. Untuk melahirkan inovasi justru Indonesia perlu menggenjot pendidikan tinggi di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). JIka dilihat lagi dengan data berapa banyak dan persentase negara2 Taiwan, Korea, dan China pelajar dan mahasiswa yang enroll ke pendidikan STEM pasti porsinya tinggi. Karena pendidikan STEM inilah tulang punggung inovasi yang menjadi salah satu penyokong produktivitas tinggi dan akhirnya membantu untuk meraih tujuan menjadi negara Maju.

    • faisal basri says:

      Santa separate. Jumlah scientists dan engineers Indonesia sancta kurang. Ditambah dengan pengeluaran untuk R&D yang sancta minim, bagaimana mungkin inovasi bakal menjamur.

      • roni says:

        Mohon pak Faisal Basri menggemuruhkan concern ini ke kalangan kemDikNas, budget mereka saat ini besar sekali, sayang sekali kalau strateginya salah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s