Jangan Malu Belajar dari Timor-Leste


Di blog ini saya sudah dua kali menayangkan tulisan yang membandingkan beberapa indikator ekonomi antara Indonesia dan Timor-Leste. Tulisan pertama berjudul “Timor-Leste Sudah Menyusul Indonesia?” yang bisa diunduh di http://wp.me/p1CsPE-HP. Berdasarkan data World Development Indicators yang diunduh dari website Bank Dunia pada awal tahun 2014, gross national income (GNI) per capita Timor-Leste telah melampaui Indonsia sejak tahun 2007.

t-4

Setelah dilakukan perbaikan metodologi perhitungan yang dimandatkan oleh PBB, ternyata GNI per kapita Indonesia tidak pernah lebih rendah dari Timor-Leste. Data terkini (2014) menunjukkan GNI per kapita Indonesia sebesar 3.650 dollar AS di urutan ke-139, sedangkan Timor-Leste 3,120 dollar AS di urutan ke-147. Perbedaannya tidak terlalu besar.

agnipercapita

Tulisan kedua berjudul “Beda Indonesia dengan Timor-Leste seperti Bumi-Langit” bisa diunduh di http://wp.me/p1CsPE-BE. Tulisan ini mengangkat contoh terpuji Timor-Leste dalam mengelola kekayaan minyaknya dengan membentuk Petroleum Fund.

Tulisan ini merupakan pemutakhiran dua tulisan sebelumnya dan bertujuan sebagai pembelajaran bagi Indonesia.

Perekonomian Indonesia memang jauh lebih besar dan lebih maju ketimbang Timor-Leste. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berdasarkan paritas daya beli (purchasing power parity/PPP) pada tahun 2014 telah mencapai 2.676 miliar dollar AS dan di urutan ke-8 terbesar di dunia, sedangkan Timor-Leste hanya 2,7 miliar dollar AS di urutan ke-170.

Namun, ada pembelajaran berharga yang bisa kita peroleh dari Timor-Leste.

Pertama,  dalam hal pengelolaan sumber daya alam, tata kelola (governance) Timor-Leste lebih baik. Resource govenance index (RGI) Timor-Leste memiliki skor 68 di urutan ke-13, sedangkan Indonesia dengan skor 66 di urutan ke-14.

rgi

Indonesia yang relatif kaya sumber daya alam sudah berulang kali menikmati kejayaan sumber daya alam: minyak, batubara, produk hutan, sawit, dan lain-lain. Kejayaan itu tidak berbekas. Cadangan minyak bumi tinggal 3,7 miliar barrel dan produksi sudah di bawah 800 ribu barrel sehari. Uang minyak habis entah kemana, ribuan triliun mnguap diterkam subsidi BBM. Hutan kita gundul dan menimbulkan nestapa. Ikan habis digarong oleh mafia illegal fishing.

Ketika menikmati rezeki nomplok komoditas, seluruh pendapatan darinya habis dibelanjakan, tak ada sama sekali yang ditabung. Taktala harga komiditas anjlok, pemerintah menambah utang, karena tak punya tabungan. Ketika harga komoditas merosot tajam, pemerintah kalang kabut menambah utang, pasrah karena tidak memiliki dana stabilisasi.

Negara-negara yang kaya sumber daya alam banyak yang menabung untuk masa depan atau untuk mengantisipasi kemerosotan pendapatan kala harga komoditas anjlok.. Sejatinya memang pemerintah bertugas mengurangi volatilitas perekonomian.

Tengoklah peraga di bawah ini. Indonesia tidak memiliki sistem pendanaan sumber daya alam sehingga tabungannya nihil. Timor-Leste dengan petroleum Fund yang sudah mencapai 15,7 miliar dollar berada di uturan ke-22. Norwegia berada di puncak dengan dana yang sudah terkumpul mencapai 850 miliar dollar AS.

afunds

Lebih terpuji lagi, Timor-Leste mengelola dana minyaknya dengan governance yang tergolong sangat baik. Governance score Timor-Leste mencapai angka 83 (dari angka tertinggi 100) dan berada di lima besar terbaik. Angka untuk Indonesia tentu saja tidak ada.

askor

Perkembangan Petroleum Fund Timor-Leste bisa dilihat berikut ini.

apf

Walaupun masih banyak tertinggal dari Indonesia, setidaknya Timor-Leste memulai langkah membangun negeri di jalur yang patut ditiru oleh Indonesia. Negeri yang masih tergolong sangat muda itu mengemban tugas berat memajukan rakyatnya. Ada tanda-tanda menggembirakan. Human development index (HDI) Timor-Leste berangsur naik dengan kecepatan yang lumayan sehingga kian mendekati Indonesia.

ahdi

Lebih jauh, pemerintah Timor-Leste berkomitmen tinggi melindungi rakyatnya yang rentan dari terpaan gejolak internal dan eksternal. Untuk itu, anggaran perlindungan sosial diperbesar hingga mencapai 5,9 persen PDB, sementara Indonesia hanya 1,2 persen PDB. Itulah antara lain yang membuat social protection index Timor-Leste bertengger di posisi terhormat, ke-11 di Asia Pasifik. Indonesia tercecer di posisi ke-27.

aspi

Tak perlu malu belajar dari saudara dekat.

About faisal basri

Faisal Basri is currently senior lecturer at the Faculty of Economics, University of Indonesia and Chief of Advisory Board of Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA). His area of expertise and discipline covers Economics, Political Economy, and Economic Development. His prior engagement includes Economic Adviser to the President of Republic of Indonesia on economic affairs (2000); Head of the Department of Economics and Development Studies, Faculty of Economics at the University of Indonesia (1995-98); and Director of Institute for Economic and Social Research at the Faculty of Economics at the University of Indonesia (1993-1995), the Commissioner of the Supervisory Commission for Business Competition (2000-2006); Rector, Perbanas Business School (1999-2003). He was the founder of the National Mandate Party where he was served in the Party as the first Secretary General and then the Deputy Chairman responsible for research and development. He quit the Party in January 2001. He has actively been involved in several NGOs, among others is The Indonesian Movement. Faisal Basri was educated at the Faculty of Economics of the University of Indonesia where he received his BA in 1985 and graduated with an MA in economics from Vanderbilt University, USA, in 1988.
This entry was posted in Development and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Jangan Malu Belajar dari Timor-Leste

  1. Saya berharap tulisan ini sampai ke pemerintah sehingga mereka dapat melakukan langkah-langkah yg berkesinambungan untuk menjadikan Indonesia semakin beranjak baik. Salam Bang Faisal.. .

  2. IGW says:

    seharusnya kemandirian bangsa ini sudah ada diatas langit, karena rumusan karakternya sudah terngiang sejak para pendahulu membidani kemerdekaan negeri ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s