Akselerasi Pemburukan Indikator Makroekonomi


Pemburukan indikator-indikator makroekonomi setelah lebaran sudah semakin memprihatinkan. Indeks harga saham gabungan hari ini turun lagi cukup tajam. Bahkan sudah di zona “merah”. Pertumbuhan indeks saham year to date sudah minus 3,3 persen, sedangkan year on year pertumbuhannya mendekati nol, akan tepatnya hanya tumbuh 0,3 persen. Jika imbalan dihitung berdasarkan US$, pertumbuhan year on year angkanya sudah negatif. Padahal sebagian besar pasar saham dunia sedang bergairah. Semakin sedikit negara yang mengalami pertumbuhan negatif. Pasar saham Eropa mulai bangkit.

Image

Imbal hasil saham dalam US$ semakin tergerus inflasi dan nilai tukar rupiah yang terus merosot.

Kurs rupiah terus merangkak naik mendekati Rp 11.000 per dollar AS. Hari ini kurs tengah BI berada di aras Rp 10.504 per dollar AS.

Image

Peraga di atas menunjukkan penurunan nilai rupiah semakin cukup dan terlama sepanjang sejarah.