faisal basri

wear the robes of fire — kesadaran nurani dan akal sehat

Kategori: Goresan

  • Menerawang tahun ke hadapan Dengan #bening tampak satu-satu Dengan tekad taburkan kebaikan Hadirkan asa bagi sesama Dengan jubah api menjilat-jilat Tiada gentar melawan gelap Mencairkan lemak-lemak Agar gerak pantang surut

  • Anak-anakku, Kami cuma bisa memerdekakan negeri ini dari penjajah, tetapi belum sempat menaman bibit dan memupuknya. Kami tak punya waktu lagi menyirami tanaman setiap hari kala musim kemarau. Jangan salahkan kami jika dedaunan kerontang dan hasil panen tak menggembirakan. Anak-anakku, Kami telah mengusir penjajah, tapi kami tak lagi kuasa menjinakkan hama dan parasit yang membuat…

  • Rembulan menampakkan diri setitik Pertanda esok 1 Syawal Langit bersedih tak terperi Tumpahkan airmata deras sekali ** Seusai shalat asar tadi Pun maghrib barusan Tak kuasa panjatkan doa Mendamba ramadhan tahun muka ** Dosa tak kunjung terbakar Bahkan kian menggunung Sesal berulang Walau tekad selalu dipancangkan ** Ilahi Beri hamba-Mu kesempatan lagi Melantunkan harap ampunan-Mu.…

  • Kukecup keningnya berkali-kali. Kubelai rambut  ikalnya yang mulai memutih keperakan Kubisikkan perasaan hati dengan getaran jiwa Kupeluk sangat erat tubuhnya seakan lama tak bertemu *** Cuaca cerah dan udara sejuk mengiringi kami menyusuri sungai Spree, Berlin. Taman-taman kota di pinggir sungai disesaki warga yang berjemur menikmati sinar matahari, namun tak memancarkan terik. Padahal sudah pukul 19:00,…

  • Di balik perdu, menyembul harum melati. Di antara dedurian, merekah mawar warna-warni. Di balik amarah, menyeruak rindu. Semua hadir dengan makna *** Yang tak tampak, belum tentu tak akan terlihat. Katakan belum, bukan tidak Jangan katakan tak mungkin Jangan pula humbar kata pasti *** Lakoni Hadapi Syukuri Ikhlas

  • Sosok itu tampak lembut, bahkan terkadang sendu Namun tak kunjung  berubah bentuk walau ditempa palu baja Hanya mengenyal sekejap, lalu kembali ke bentuk semula. Peluh mengucur Ia seka dengan lengan bajunya Namun peluh malah mengguyur seluruh tubuhnya. Ia hantamkan palu godam itu kian kencang Berulang-ulang, kian  kerap Hadirkan irama gemuruh namun mendayu-dayu Hari jelang gelap…