faisal basri

wear the robes of fire — kesadaran nurani dan akal sehat


Tanggapan saya berdasarkan berita yang tayang di CNN Indonesia (https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20230810125627-532-984316/jokowi-jawab-tuduhan-faisal-basri-soal-hilirisasi-untungkan-china). Selengapnya:

Jokowi Jawab Tuduhan Faisal Basri soal Hilirisasi Untungkan China

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Jokowi merespons tudingan ekonom senior UI Faisal Basri soal hilirisasi nikel yang dilakukan pemerintah Indonesia selama ini justru menguntungkan China.


Menurut Jokowi tuduhan itu tidak benar. Dia malah mempertanyakan balik metode yang digunakan Faisal Basri dalam menyatakan China dan negara lain diuntungkan dari kebijakan itu.

“Hitungan dia bagaimana. Kalau hitungan kita ya, contoh saya berikan nikel, saat diekspor mentahan setahun kira-kira hanya Rp17 triliun. Setelah masuk ke industrial downstreaming, ada hilirisasi, menjadi Rp510 triliun,” katanya di Stasiun Dukuh Atas, Kamis (10/8).

Jokowi menambahkan dari angka itu saja jelas; negara bisa mendapatkan pajak yang lebih besar dari hilirisasi nikel yang dilakukan.

“Bayangkan saja, kalau kita ambil pajak dari 17 triliun sama yang dari Rp510 triliun besar mana? Karena dari situ, dari hilirisasi, kita akan dapatkan PPN, PPh badan, PPh karyawan, PPh perusahaan, royalti, bea ekspor, Penerimaan Negara Bukan Pajak, semuanya ada di situ. Coba dihitung saja, dari Rp17 triliun sama Rp510 triliun besar mana?” katanya.

Faisal Basri menyebut China mendapat keuntungan besar dari kebijakan hilirisasi nikel Indonesia. Persentasenya mencapai 90 persen dari total keuntungan.

Sementara Indonesia hanya mendapatkan 10 persen dari keseluruhan keuntungan dari kebijakan tersebut.

Hal itu ia ungkapkan dalam Kajian Tengah Tahun INDEF bertemakan Menolak Kutukan Deindus-trialisasi baru-baru ini.

“Hilirisasi sekadar bijih nikel jadi nickel pig iron (NPI) jadi feronikel lalu 99 persen diekspor ke China. Jadi hilirisasi di Indonesia nyata-nyata mendukung industrialisasi di China. Dari hilirisasi itu, kita hanya dapat 10 persen, 90 persennya ke China,” kata Faisal Basri, Selasa (8/8) lalu.

Jawab

Angka-angka yang disampaikan Presiden tidak jelas sumber dan hitung-hitungannya. Presiden hendak meyakinkan bahwa kebijakan hilirisasi nikel amat menguntungkan Indonesia dan tidak benar tuduhan bahwa sebagian besar kebijakan hilirisasi dinikmati oleh China. 

Jika berdasarkan data 2014, nilai ekspor bijih nikel (kode HS 2604) hanya Rp1 triliun. Ini didapat dari ekspor senilai US$85,913 juta dikalikan rerata nilai tukar rupiah pada tahun yang sama yaitu Rp11,865 per US$.

Lalu, dari mana angka Rp510 triliun? Berdasarkan data 2022, nilai ekspor besi dan baja (kode HS 72) yang diklaim sebagai hasil dari hilirisasi adalah US$27,8 miliar. Berdasarkan rerata nilai tukar rupiah tahun 2022 sebesar 14.876 per US$, nilai ekspor besi dan baja (kode HS 72) setara dengan Rp413,9 triliun.

Terlepas dari perbedaan data antara yang disampaikan Presiden dan hitung-hitungan saya, memang benar adanya bahwa lonjakan ekspor dari hasil hilirisasi, yaitu 414 kali lipat sungguh sangat fantastis.

Namun, apakah uang hasil ekspor mengalir ke Indonesia? Mengingat hampir semua perusahaan smelter pengolah bijih nikel 100 persen dimiliki oleh China dan Indonesia menganut rezim devisa bebas, maka adalah hak perusahaan China untuk membawa semua hasil ekspornya ke luar negeri atau ke negerinya sendiri.

Berbeda dengan ekspor sawit dan turunannya yang dikenakan pajak ekspor atau bea keluar plus pungutan berupa bea sawit, untuk ekspor olahan bijih nikel sama sekali tidak dikenakan segala jenis pajak dan pungutan lainnya. Jadi penerimaan pemerintah dari ekspor semua jenis produk smelter nikel nihil alias nol besar.

Jika keuntungan perusahaan sawit dan olahannya dikenakan pajak keuntungan perusahaan atau pajak penghasilan badan, perusahaan smelter nikel bebas pajak keuntungan badan karena mereka menikmati tax holiday selama 20 tahun atau lebih. Jadi, nihil pula penerimaan pemerintah dari laba luar biasa yang dinikmati perusahaan smelter nikel. Perusahan-perusahaan smelter China menikmati “karpet merah” karena dianugerahi status proyek strategis nasional. Kementerian Keuanganlah yang pada mulanya memberikan fasilitas luar biasa ini dan belakangan lewat Peraturan Pemerintah dilimpahkan kepada BKPM.

Apakah perusahaan smelter China tidak membayar royalti? Tidak sama sekali. Yang membayar royalti adalah perusahaan penambang nikel yang hampir semua adalah pengusaha nasional. Ketika masih dibolehkan mengekspor bijih nikel, pemerintah masih memperoleh pemasukan dari pajak ekspor.

Hilirisasi untuk Mendukung Industrialisasi di China

Kita mendukung sepenuhnya industrialisasi, tetapi menolak mentah-mentah kebijakan hilirisasi nikel dalam bentuknya yang berlaku sekarang. 

Hilirisasi ugal-ugalan seperti yang diterapkan untuk nikel sangat sedikit meningkatkan nilai tambah nasional. Nilai tambah yang tercipta dari kebijakan hilirisasi dewasa ini hampir seluruhnya dinikmati oleh China dan mendukung industrialisasi di China, bukan di Indonesia.

Kebijakan hilirisasi nikel sudah berlangsung hampir satu dasawarsa. Namun, justru peranan sektor industri manufaktur terus menurun, dari 21.1 persen tahun 2014 menjadi hanya 18,3 persen tahun 2022, titik terendah sejak 33 tahun terakhir.

Keberadaan smelter nikel juga tidak memperdalam struktur industri nasional. Jangan membayangkan produk smelter dalam bentuk besi dan baja yang langsung bisa dipakai untuk industri otomotif, pesawat terbang, kapal, bahkan untuk industri peralatan rumah tangga seperti panci, sendok, garpu, dan pisau sekalipun. Ada memang, tetapi jumlahnya sangat sedikit.

Produk besi dan baja (HS 72) yang diproduksi dan diekspor terdiri dari banyak jenis . Yang dikatakan oleh Presiden adalah produk induknya atau produk di kelompok kode HS 72.

Hampir separuh ekspor HS 72 adalah dalam bentuk ferro alloy atau ferro nickel. Ada pula yang masih dalam bentuk nickel pig iron dan nickel mate. Hampir semua produk-produk itu tidak diolah lebih lanjut, melainkan hampir seluruhnya diekspor ke China. Di China, produk-produk seperempat jadi itu diolah lebih lanjut untuk memperoleh nilai tambah yang jauh lebih tinggi. Lalu, produk akhirnya dijual atau diekspor ke Indonesia. Dalam porsi yang jauh lebih rendah adalah semi-finished products. Sejauh ini tak satu pun pabrik smelter yang berada di Sulawesi telah memproduksi batere untuk kendaraan listrik atau besi baja sebagai finished products. Rel untuk kereta cepat saja seluruhnya masih diimpor dari China.

Tak ada yang meragukan bahwa smelter nikel menciptakan nilai tambah tinggi. Siapa yang menikmati nilai tambah tinggi itu? Tentu saja pihak China yang menikmatinya. Nilai tambah yang mengalir ke perekonomian nasional tak lebih dari sekitar 10 persen.

Begini hitung-hitungannya.

Nilai tambah smelter = produk smelter – bijih nikel.

Nilai tambah dinikmati pengusaha berupa laba, pemodal dalam bentuk bunga, pekerja dalam bentuk upah, pemilik lahan dalam bentuk sewa. 

Hampir semua smelter nikel milik pengusaha China. Karena dapat fasilitas tax holiday, tak satu persen pun keuntungan itu mengalir ke Tanah Air.

Hampir seratus persen modal berasal dari perbankan China, maka pendapatan bunga juga hampir seluruhnya mengalir ke China. Banyak di antara mereka yang bukan tenaga ahli, di antaranya juru masak, satpam, tenaga statistik, dan sopir. Kebanyakan tenaga kerja China menggunakan visa kunjungan, bukan visa pekerja. Akibatnya muncul kerugian negara dalam bentuk iuran tenaga kerja sebesar 100 dolar AS per pekerja per bulan.

Banyak tenaga kerja China di smelter. Salah satu perusahaan smelter China membayar gaji antara Rp17 juta hingga Rp54 juta. Sedangkan rata-rata pekerja Indonesia hanya digaji jauh lebih rendah atau di kisaran upah minimum. Dengan memegang status visa kunjungan, sangat boleh jadi pekerja-pekerja China tidak membayar pajak penghasilan.

Perusahaan smelter memang membayar pajak bumi dan bangunan namun nilainya amatlah kecil.

Jadi nyata-nyata sebagian besar nilai tambah dinikmati perusahaan China.

Nilai tambah yang dinikmati perusahaan smelter China semakin besar karena mereka membeli bijih nikel dengan harga super murah. Pemerintah sangat bermurah hati menetapkan harga bijih nikel jauh lebih rendah dari harga internasional.

Berdasarkan harga rerata bulan April 2021, penerimaan yang dinikmati oleh perusahaan tambang bijih nikel jauh lebih rendah dari harga patokan yang ditetapkan pemerintah atau HMP (harga patokan mineral) yang sudah relatif sangat rendah itu.

Sumber: Berbagai keterangan resmi pemerintah dan informasi dari kalangan pelaku bisnis bijih. 
DeskripsiUS$
HPM Ni 1,8%, MC 35% pada April 202138.35
Harga kontrak dengan perusahaan smelter (HPM + US$2)40.35
-/- Shipping Cost (Tongkang)8.00
-/- Penalti SiO2/MgO  (jika di atas 2,5)5.00
-/-Penalti Ni (jika di bawah 1,7%)8.00
Harga yang diterima penambang19.35
Sumber: Berbagai keterangan resmi pemerintah dan informasi dari kalangan pelaku bisnis bijih. 

Betapa istimewa posisi perusahaan smelter China tercermin dari fakta berikut.

Bapak Presiden, maaf kalau saya katakan bahwa Bapak berulang kali menyampaikan fakta yang menyesatkan.

***

Posted in , ,

39 tanggapan untuk “Menjawab Sanggahan Presiden Jokowi tentang Hilirisasi Nikel”

  1. Machmud sctv Avatar
    Machmud sctv

    Terimakasih, Prof… Tetap kritis dan sampaikan kebenaran…. Semoga Allah selalu bersama Prof….

  2. A.Topik Avatar
    A.Topik

    Saya mau Tanya prof, investasi hilirisasi Nikel ini kan pemerintah membuka untuk global, baik Amerika ataupun Eropa, tetapi kenapa hanya pengusaha cina yang mau investasi?? Padahal menurut prof, secara hitung-hitungan untung besar pengusaha cina, tapi kenapa bangsa eropa hanya mau mentahnya saja??? Bahkan sampai dengan cara menggugat ke WTO tentang pelarangan ekspor bahan mentah nikel??
    Mohon Pencerahannya prof

    1. Didik I Avatar
      Didik I

      Betul sekali pentanyaannya, dan saya setuju.. kenapa kl china yg invest koq banyak yg meributkan segala macamnya.. tp kl negara barat koq pada mingkem ya.. jgn jgn prof ini jadi agent barat agar Indonesia tdk bisa maju dan kembali terjebak di negara berkembang saja..
      Saya rasa wajar china dpt manfaat lebih krn hanya mereka yg mau invest… Tp dilain dari itu Indonesia lebih untung krn barang tambangnya tdk dijual dlm bentuk raw material….. Negara untuk maju memerlukan pengalaman.. dan ini dimulai dari hilirisasi nickel…

      1. Kita Tetap Miskin Avatar
        Kita Tetap Miskin

        Anda mungkin harus melihat iklim investasi di negara ini secara keseluruhan. Indonesia bukan tempat investasi yang menarik. Hal ini karena kepastian hukum rendah (lihat saja banyaknya mafia tanah. Salah satu klien saya jadi korban), infrasstruktur payah (akibatnya biaya logistik kita mahal. Baru saja Bank Dunia mengeluarkan peringkat kita yang turun). Korupsi yang merajalela (pengusaha tidak mau membayar sedikit pun kalau tidak jelas). Birokrasi yang lambat. Anda bisa cari yang lain.

        Apa yang dikatakan Faisal itu benar. Kalau mau bilang hilirisasi jangan hanya cuma nickel mate, ferro nickel atau nickel pig iron saja. Tetapi terus ke produk-produk hilir lainnya seperti baja tahan karat, velg mobil, atau produk-produk akhir lainnya seperti yang disebut Faisal (diantaranya pisau, sendok dll). Kalau cuma jadi nickel mate, ferro nickel atau nickel pig iron berikan saja semua ke Antam (mereka juga punya dan bangun smelter) atau dorong perusahaan Indonesia lainnya dengan memberikan insentip.

        Penggunaan istilah hilirisasi itu kalau produknya dari hulu sampai jauh ke hilir atau kalau kita umpamakan angka 1 adalah bahan tambang maka hilirasi bukan hanya sampai 2 saja (ferro nickel, nickel mate saja). Tetapi terus sampai: 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 dan seterunya (15, 20, 30 dstnya). Makanya tidak heran Faisal ketika menutup tulisannya mengatakan: “Bapak Presiden, maaf kalau saya katakan bahwa Bapak berulang kali menyampaikan fakta yang menyesatkan.” Ampuuun

      2. INDONESIA MASIH MISKIN Avatar
        INDONESIA MASIH MISKIN

        Saya kira Anda bodoh sekali membaca tulisan Faisal itu. Membaca tidak perlu pakai emosi Bung! Memang di mana-mana ada kecurigaan terhadap Cina di dunia misalnya soal hutang yang diberikan oleh Cina dan proyek OBOR (one belt one road). Tetapi tulisan Faisal sama sekali tidak bernada rasisme apalagi menentang investasi Cina.

        Yang dimasalahkan Faisal adalah sikap Presiden RI yang membesar-besarkannya proyek smelter Cina padahal tidak seperti itu. Karena bahkan tenaga kerja kita pun tidak dapat tempat di investasi Cina tersebut. Yang ingin dikatakan Faisal adalah sumber daya alam kita diambil tetapi kita tidak mendapatkan apa-apa! Makanya Faisal dengan tepat mengatakan bahwa: “Bapak Presiden, maaf kalau saya katakan bahwa Bapak berulang kali menyampaikan fakta yang menyesatkan.”

        Untuk Anda ketahui saja yaa Faisal sebelumnya adalah pendukung Presiden Joko.

      3. Rakhmad Aji Avatar
        Rakhmad Aji

        IMHO, Anda belum membaca keseluruhan isi artikel ini atau memang anda yang tidak faham memahaminya?
        sudah dijelaskan bahwasanya secara keuntungan nilai tambah smelter, bapak Faisal Basri setuju dan sepakat bahwa hilirisasi memberikan nilai tambah yang sangat besar, (data 2014, nilai ekspor sebesar 1 Triliun, vs data 2022 nilai ekspor dan turunannya menjadi 413.9 Triliun).

        NAMUN, fakta lain menunjukkan bahwa adanya karpet merah untuk China, berupa
        1. tax holiday (pemerintah tidak memungut pajak ekspor)
        2. visa bebas (tenaga tidak kompeten dari China bisa bebas bekerja di Indo tanpa membayar pajak layaknya visa pekerja)
        3. harga acuan yg ditetapkan oleh ESDM atau HPM, jauh lebih murah dibandingkan harga pasar dunia (SMM, Asian Metal)
        4. adanya skema monopoli pasar nikel di Indonesia karena larangan penjualan ekspor nikel mentah yang mewajibkan penambang menjual nikel di smelter Indonesia (dengan Dominasi oleh China) dengan harga lebih rendah dari harga pasar dunia (mengacu harga HPM oleh ESDM)

        Mungkin ringkasan singkat dari yg saya pahami ini bisa cukup menjawab

    2. Hamud M. Balfas Avatar
      Hamud M. Balfas

      Anda mungkin harus melihat iklim investasi di negara ini secara keseluruhan. Indonesia bukan tempat investasi yang menarik. Hal ini karena kepastian hukum rendah (lihat saja banyaknya mafia tanah. Salah satu klien saya jadi korban), infrasstruktur payah (akibatnya biaya logistik kita mahal. Baru saja Bank Dunia mengeluarkan peringkat kita yang turun). Korupsi yang merajalela (pengusaha tidak mau membayar sedikit pun kalau tidak jelas). Birokrasi yang lambat. Anda bisa cari yang lain.

    3. Leo Widhiarto Avatar
      Leo Widhiarto

      Saya punya pertanyaan yg sama dengan mas Topik ini.. Saya jadi tergelitik utk mencoba menjawab. Saya awal jadi maaf sebelumnya jika jawaban ini melenceng jauh.
      Kata kuncinya adalah nilai tambah. Eropa dan AS punya industri skala raksasa tapi miskin bahan baku. Itu sebabnya mereka lebih suka impor nikel, besi dll dalam bentuk ore. Harganya bahan mentah jauh lebih murah, tapi setelah diolah menjadi bahan jadi oleh industri mereka, mereka bisa menjualnya dengan harga berkali-kali lipat dibanding harga bahan mentahnya. Oleh karena itu Eropa langsung mencak-mencak ketika pemerintah RI mengeluarkan aturan baru yg melarang ekspor bahan mentah. Tapi kenapa RI menghentikan seluruh ekspor ore ke Eropa? Bisa jadi karena sekrang ore Indonesia itu sepenuhnya dimiliki Cina. Cina sendiri sangt butuh supply bahan mentah dalam volume sangat besar utk diolah jadi bahan jadi supaya menghasilkan nilai tambah yg berkali-kali lipat besarnya tadi. Pantaslah kalo Cina minta Pemerintah RI utk menghentioan ekspor ore ke Eropa dan AS. Tujuannya jelas, Cina mau menang sendiri dalam menikmati nilai tambah nikel ato besi yang nilainya multi-triliun itu. Bagaimana menurut Prof. Faisal ttg jawaban bodoh saya ini? Trima kasih.

  3. Bangsa Dungu Avatar

    1. Kenapa keterbukaan data pendapatan negara tidak pernah berani dibuka oleh pihak kementerian terkait.. biar masyarakat yang menilai mana yang benar mana yang salah dalam pengambilan keputusan besar seperti “Tax Holiday”

    2. Kenapa negara bisa selalu diatur pendapatannya dari Perusahaan China, kenapa tidak kita yang atur atas hasil SDA kita sendiri.

    3. Pernahkan pemerintah mengganti rugi kerusakan lingkungan akibat penjarahan SDA tersebut, beranikah membuka bagaimana kerusakan ini dibuka oleh kementrian terkait?

  4. Firdau Avatar
    Firdau

    Ya karena yang mau invest kebanyakan Cina. Tapi kok kalau seumpama yang diuntungkan barat kok pada diem. Tapi berhubung kebanyakan ekspornya ke Cina langsung pada rame².
    Macam judul video di Youtube “Merusak alam demi menghijaukan Cina”
    Nah kalau kedepannya konsumsinya kebanyakan di Jawa. Secara pusat ekonomi ada di Pulau Jawa. Berani gak merubah judul “Merusak alam sendiri demi menghijaukan Jawa” ?
    IMO

  5. Bambang Avatar
    Bambang

    Penjelasan Prof sangat jelas, yang ingin saya tanyakan menurut pendapat Prof, apa yang seharusnya dilakukan pemerintah sekarang? Membuka kembali export bahan mentah atau tetap mempertahankan kebijakan hilirisasi?
    Selanjutnya, apabila tanpa adanya investor dan alih teknologi dari luar (baik dari China maupun negara barat) apakah Indonesia saat ini mampu mengolah dan membangun sendiri smelter nya?
    Yang terakhir, mengenai produk akhir dari nikel, misal baterai, dll. Saat ini bukannya pemerintah sedang giat2nya mencari investor dan berusaha mendapatkan alih teknologi dari luar ya? Tanpa itu apa saat ini Indonesia mampu membangun sendiri pabrik untuk membuat produk akhir dari nikel itu?

  6. Hamud M. Balfas Avatar
    Hamud M. Balfas

    Tulisan dan analisa yang sederhana tetapi sangat mengena Bung Faisal! Kita dirugikan dan dibuat miskin oleh Pemerintah kita sendiri yang seharusnya memberikan manfaat dari hasil mineral tersebut.

  7. Faisal Basri Sanggah Jokowi soal Hilirisasi Nikel By CNN Indonesia – https://bit.ly/3OQ8gBl – #Opsiin #Kopiminfo – Kopiminfo Avatar

    […] blog pribadinya, Jumat (11/8), Faisal menilai angka-angka terkait kenaikan nilai tambah ekspor dari Rp17 […]

  8. Wasingatu Zakiyah / Board PWYP / Caksana Institute Avatar
    Wasingatu Zakiyah / Board PWYP / Caksana Institute

    Terima kasih prof, mencerahkan. Data itu seharusnya dibuka oleh kemen ESDM, sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik. Nah, Kalau data yang disampiakan oleh presiden, darimana ya. Bolehkah kami dapat pencerahan disini?

  9. Feri Avatar
    Feri

    Hanya China yg berani mendirikan smelter di indonesia, contohnya IWIP yg dulunya perusahaan prancis tpi krena nggak mau mendirikan smelter mreka menjual hak ke perusahaan china. Perusahaan2 barat hanya mau ambil mentahnya dan lebih senang membuka smelter di malaysia atau australia. Klo pak presiden hanya mikirkan china mengapa sekarang bauksit jga telah dilarang, shg china dan negara2 eropa menuntut kuta di WTO. Pak memang kebijakannya belum sempurna tpi hasilnya lambat laun akan dirasakan. Negara2 arab ketika awal booming minyak jga tidak begitu menikmati hasilnya tpi setelah habisnya kontrak karya perusahaan2 barat disana, mereka sdh siap mengambil alih dan kini menikmati hasil dari sumber daya alam mereka.

    1. Go-To-Hell! Avatar
      Go-To-Hell!

      Menjadi seorang presiden (apalagi di Indonesia yang penuh dengan sumber daya tetapi miskin) haruslah punya jiwa “salesman.” Kalau seorang presiden hanya seperti patung/boneka dan tidak tahu apa-apa maka dia akan “menjual” kekayaan negaranya dengan harga murah seperti yang dilakukan oleh presiden kita. Bahkan dengan cara yang hampir mengemis karena memberikan segala fasilitas dan kemudahan sampai-sampai negaranya tidak mendapatkan apa-apa seperti yang dikatakan oleh Faisal.

      Selain itu seorang presiden juga harus mengerti dan berpegang pada UUD dalam menjalankan pemerintahannya. UUD kita misalnya dalam Pasal 33 ayat 3 dengan tegas mengatakan bahwa: “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”

      Dengan caranya “menjual” seperti yang dilakukannya (dalam kasus nikel) maka tidak ada cara lain bagi presiden kita untuk mengatakan bahwa dia berhasil yaitu dengan berulang kali menyampaikan fakta yang menyesatkan, seperti yang dikatakan oleh Faisal.

  10. Feri Avatar
    Feri

    Hanya China yg berani mendirikan smelter di indonesia, contohnya IWIP yg dulunya perusahaan prancis tpi krena nggak mau mendirikan smelter mreka menjual hak ke perusahaan china. Perusahaan2 barat hanya mau ambil mentahnya dan lebih senang membuka smelter di malaysia atau australia. Klo pak presiden hanya mikirkan china mengapa sekarang bauksit jga telah dilarang, shg china dan negara2 eropa menuntut kuta di WTO. Pak memang kebijakannya belum sempurna tpi hasilnya lambat laun akan dirasakan. Negara2 arab ketika awal booming minyak jga tidak begitu menikmati hasilnya tpi setelah habisnya kontrak karya perusahaan2 barat disana, mereka sdh siap mengambil alih dan kini menikmati hasil dari sumber daya alam mereka.

    1. INDONESIA MASIH MISKIN Avatar
      INDONESIA MASIH MISKIN

      Mau tunggu berapa lama lagi Bung? Kita sudah hampir 80 tahun merdeka. Kita juga 27 tahun jadi negara berpendapatan menengah (middle income country). Bahkan di dalam masa Jokowi kita turun jadi “lower middle country.” Kita ini bukan Australia yang luasnya empat kali Indonesia dengan sumber daya yang melimpah tetapi penduduknya hanya 1/10 RI. Kita sudah kalah jauh dari negara-negara lain seperti Korsel dan Cina yang pada tahun 60-an (bahkan Cina tahun 80-an) sama miskinnya dengan kita. Memangnya kita bangsa apa yaa sampai begitu bodoh.

      Masakan pemerintah Indonesia tidak bisa merancang pembangunan yang bisa menarik investasi kecuali dari Cina saja! Sudah tidak zamannya mengatakan: “Pak memang kebijakannya belum sempurna tpi hasilnya lambat laun akan dirasakan.” Itu cuma alasan pemaaf saja bung. Anda harus membaca tulisan Faisal dengan benar karena di dalam proyek-proyek smelter itu bahkan tenaga kerja saja yang dipakai orang Cina, bebas pajak dan lain-lain fasilitas. Memangnya kita bangsa idiot yaa? Makanya apa yang dikatakan Faisal tepat: “Bapak Presiden, maaf kalau saya katakan bahwa Bapak berulang kali menyampaikan fakta yang menyesatkan.”

  11. Panji Avatar
    Panji

    Yth Bang FB,
    Tolong berikan perbandingan (tabel dijejerin) item² serta besarannya penerimaan negara kalau yg diexport bijih Nikel vs export NPI.
    Kalau bisa sekalian simulasi awal perhitungan yg menghasilkan ID 10% : CN 90%
    Thanks🙏

  12. Rihlatul Ulfa Avatar
    Rihlatul Ulfa

    Presdien hanya bisa menjelasakan seperti ‘intinya’ ‘pokoknya’ saja. tidak bisa secara gambalang dengan data-data akurat dibawa didepan media dan beliau menjelaskan semuanya. presiden Jokowi tidak bisa melakukan itu. berbeda dengan Prof. Faisal Basri yang bisa menjelaskan secara runut dengan data dan fakta, hitung-hitungan yang sangat jelas pula. anda bisa berfikir siapa yg lebih bisa anda percaya.

  13. rakyat indonesia Avatar

    dia mengatkaan gdean mana Rp 17 triliun sama Rp 510 triliun gede mana ?? anak SMP pun tahu ga perlu orang ahli tentu gdean 510 , masalahnya data itu bner gak ?? faisal bukan orang sebarangna dalam melihat data

    bisa jadi atau di duga bpk presindent selama ini hanya dikadali oleh oknum2 deputi

    solusinua ayo diskusi terbuka saja digendung DPR live straming , masing2 buka data dan fakta , rakyat akan menyimpak

    masa iya 17 dan 520 gdean mana ?? masa iya faisal sedunggu itu

    ehh ga taunya 520 ga ada 17 ga ada , emang ga ada pajak masuk dari nikel itu emangnya sawit katanya ,

    ada yg masuk cuma ucapan terimakasih dari negara tiongkok yg sudah membuat negaranya dan rakyatnya makmur dan kaya atas SDA indo

    kitamah tetep negara belangsak

  14. Ahmad Y Avatar
    Ahmad Y

    Intinya birokrat kita/manajemen pemerintah kurang profesional dan rendah moralitas sehingga berdampak kepada kebijakan sekarang ini.

  15. hart nyut nyut Avatar

    Terima kasih Pak faisal B. sejak dulu saya berharap bapak memenangkan pemilu di Jakarta ketika nyalon gubernur.
    Saya mendukung Hilirisasi tetapi bukan seperti ini (yang sekarang). Besar harapan kami sebagai warga negara untuk menghentikan segala petualangan para oligarki dan petualang petualang moral rendahan dalam mengeruk kekayaan alam Indonesia. Kami berharap orang orang seperti anda mendampingi kami dalam hal itu ( upaya membatalkan seluruh karya perundangan yang merugikan bangsa Indonesia. Semoga sehat bapak faisal basri. Amiin ya Robbal ‘alamiin.

  16. Ferry sihotang Avatar
    Ferry sihotang

    Bang, saran saya kalau boleh. Masih banyak masyarakat blum mengerti maksud abang. Karena masyarakat kita minim pengetahuan apalagi rata rata tingkat pendidikan yg minim.
    Abang kan berbicara secara akademis masyarakat kita blum ngehhh maksud nya. Kalau boleh rinci lah secara masyarakat paham.?
    Kalau saya walaupun hanya tamat sma tapi paham maksud abang, emang kita nggak dapat apa apa dri itu semua.

  17. Paijo Avatar
    Paijo

    kok kritiknya gak jaman SBY ya Pak? kan mulanya wajib hilirisasi jamannya beiau. Lalu, investor kan juga perlu untung, kalau gak untung yang mana mau investasi. Umpamannya, yang investasi negara lain, gimana? soalnya kalau China pasti ada isu geopolitik nih…sehat selalu Pak Faisal

  18. Hong Tjoen Avatar

    Tidak 100% smelter milik investor China, karena ada WNI yang sudah invest di smelter.
    Jika kita berpikir sebagai taipan, maka yang dilakukan presiden benar, karena memikirkan jangka panjang, bagaimanapun smelter itu ada dibumi kita.

  19. Hong Tjoen Avatar

    Tidak 100% smeltet milik investor China, ada WNI yang sudah invest juga.
    Jika kita berpikir sebagai taipan maka yang dilakukan presiden sudah benar karena berpikir untuk jangka panjang. Bagaimanapun smelter itu dibangun di bumi kita. Dan bisa memberikan pendidikan masalah smelter ke karyawan WNI.

  20. […] a recent article on Blog personally, Faisal said it was true that there was an increase in exports of downstream products […]

  21. […] that the major part of the downstream policy benefits China,” Faisal said. in a download. Blog personally, Friday […]

  22. Moh Bayu Nurcahyo Avatar
    Moh Bayu Nurcahyo

    Tanggapan dan sanggahan atas pendapat Faisal Basri terkait hilirisasi nikel :

    1. Terkait klaim Faisal Basri bahwa angka ekspor hilirisasi nikel tahun 2022 Rp 510 triliun yang disampaikan Presiden Jokowi salah karena menurut hitungan dia angkanya Rp 413,9 triliun. Kesalahan utama Faisal Basri disini adalah tidak update terhadap perkembangan hilirisasi di Indonesia, sehingga dia hanya memasukkan angka ekspor besi dan baja senilai US$ 27,8 miliar atau Rp 413,9 triliun.

    Padahal hilirisasi nikel kita juga memproduksi bahan lithium baterai seperti nickel matte dan Mixed Hydrate Precipitate (MHP) yang tergabung dalam HS Code 75. Tahun 2022, nilai ekspor nickel matte dan MHP adalah US$ 3,8 miliar dan US$ 2,1 miliar. Selain itu masih ada beberapa turunan nikel di HS Code 73. Jika angka ekspor semuanya di total maka angkanya adalah US$ 34,3 miliar atau Rp 510,1 triliun. Tepat sesuai yang Presiden Jokowi sampaikan.

    2. Klaim Faisal Basri bahwa negara menerima pendapatan negara yang kecil akibat pelarangan ekspor bijih nikel, karena para smelter tersebut mendapatkan tax holiday 20 tahun. Di sini yang sangat disayangkan, Faisal Basri tidak memahami ketentuan tax holiday di Indonesia sehingga mencapai kesimpulan yang salah, dan menjadi argumentasi yang tidak faktual dan disengaja atau tidak, berhasil menggiring opini sebagian masyarakat untuk mendiskreditkan pemerintah. INI YANG PATUT DIDUGA DAN DIWASPADAI, BERPOTENSI MENJADI BERITA BOHONG !

    Tax holiday 20 tahun diberikan dengan investasi sebesar Rp 30 triliun atau lebih. Jika kurang dari itu maka akan menyesuaikan periodenya, antara 5-15 tahun. Insentif tax holiday ini hanya untuk PPh Badan, pajak-pajak lainnya tetap harus dibayar.

    3. Berdasarkan data pemberian tax holiday tahun 2018-2020, rata-rata perusahaan smelter yang memperoleh tax holiday 7-10 tahun. Hanya ada dua yang memperoleh 20 tahun, di mana saat ini hanya satu yang beroperasi.

    Masih ada banyak juga smelter yang tidak memperoleh tax holiday karena tidak memenuhi persyaratan selain nilai investasi. Setelah periode tax holiday habis, maka mereka harus membayar pajak sesuai ketentuan.

    4. Untuk smelter-smelter yang dibangun periode 2014-2016 dan memperoleh tax holiday selama tujuh tahun, saat ini sudah memulai membayar PPh Badan. Dengan mencocokkan data KBLI perusahaan-perusahaan yang memperoleh tax holiday (KBLI 24202), dan penerimaan perpajakan dari KBLI tersebut, dapat terlihat tren peningkatan yang signifikan dari pendapatan perpajakan tahun 2016-2022.

    Penerimaan perpajakan tahun 2022 dari sektor hilirisasi nikel adalah Rp 17,96 triliun, atau naik sebesar 10,8x dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp 1,66 triliun. Untuk pendapatan PPh Badan tahun 2022 adalah Rp 7,36 triliun atau naik 21,6x dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp 0,34 triliun.

    5. Jika kebijakan ekspor bijih nikel tetap dilakukan dengan menggunakan data tahun 2019, pendapatan pajak ekspor hanyalah sebesar US$ 0,11 miliar (Rp 1,55 triliun) atau 10% dari nilai ekspor bijih nikel sebesar US$ 1,1 miliar. Angka tersebut tetap lebih kecil jika dibandingkan dengan pendapatan pajak dari sektor hilirisasi nikel sebesar Rp 3,99 triliun di tahun 2019.

    6. Jadi, analisis yang disampaikan Faisal Basri dalam menyanggah statement Presiden Jokowi terkait dengan perpajakan ini juga salah. Dari data di atas, telah terjadi peningkatan pajak yang cukup signifikan dari sektor hilirisasi ini.

    Perlu dicatat pula bahwa penerimaan perpajakan dari sektor hilirisasi nikel ini, belum memasukkan pendapatan pajak dari sektor lain yang ikut tumbuh akibat hilirisasi nikel ini seperti pelabuhan, steel rolling, jasa konstruksi, industri makanan dan minuman, dan akomodasi.

    7. Pemberian tax holiday seperti kegiatan mancing (kebetulan hobi saya). Kalau mau mendapatkan ikan yang besar dan banyak, kita perlu mengeluarkan modal untuk beli/ sewa kapal, peralatan, umpan dan memperkerjakan kapten kapal dan kru ABK yang mumpuni.

    Semua itu tentu saja tidak gratis. Tax holiday pun sama, kebijakan insentif ini kita gunakan untuk menarik investasi masuk ke Indonesia dan berkontribusi kepada perekonomian nasional.

    IBARAT MEMANCING, JIKA INGIN MENDAPATKAN IKAN BESAR, GUNAKANLAH UMPAN BESAR.
    MUSTAHIL MENDAPATKAN IKAN BESAR DENGAN UMPAN KECIL.

    8. Terkait klaim Faisal Basri bahwa pemerintah memberikan harga bijih nikel yang “murah” kepada smelter, di mana selisih di dalam negeri dengan harga internasional bisa mencapai puluhan dolar/ ton dengan menggunakan data tahun 2022.

    Terkait klaim ini, sebagai seorang yang konon katanya sebagai ahli ekonomi, Faisal Basri tentu mengetahui hukum supply dan demand. Bahwa jika supply menurun sementara demand tetap, maka akan ada kenaikan harga. Hal ini lah yang terjadi pada saat pemerintah melakukan pelarangan ekspor tahun 2020-saat ini, harga internasional naik karena supply bijih nikel dari Indonesia hilang, sehingga smelter-smelter nikel di Tiongkok hanya mengandalkan supply dari Philippina dan beberapa negara lain. Padahal Indonesia adalah supplier terbesar bijih nikel ke Tiongkok sebelumnya.

    9. Artinya, jika ekspor bijih nikel indonesia kembali dibuka, maka harga internasional pasti akan turun karena supply bertambah dari indonesia, sehingga perbedaan antara harga nikel internasional dengan HPM pasti akan lebih kecil.

    Untuk itu, saya membandingkan harga ekspor bijih nikel periode tahun 2018-2019, ketika ekspor bijih nikel masih dilakukan, dengan HPM Nikel di periode yang sama. Berdasarkan data yang saya peroleh selisih antara harga ekspor dengan harga HPM dengan grade 1,7% dan MC 35% hanyalah $ 5,5/ton dan US$ 6,9/ton masing masing di tahun 2018 dan 2019.

    Selisih ini, berdasarkan temuan kemenkomarves pada waktu itu, ada sebagian disebabkan karena kualitas bijih nikel yang diekspor melebihi 1,7% (batas maksimum kualitas ekspor saat itu).

    10. Terkait penalti dan beban biaya lain yang harus ditanggung oleh penambang nikel, memang benar pernah terjadi pembebanan yang tidak fair oleh smelter kepada para penambang. Hal ini disebabkan karena jumlah smelter yang sedikit dibandingkan dengan volume produksi bijih nikel dalam negeri yang besar.

    Namun sejak diberlakukan Permen ESDM 11/2020 dan tindakan enforcement-nya kasus-kasus tersebut jauh berkurang, apalagi kondisi saat jumlah smelter yang sudah cukup banyak justru menciptakan kekurangan supply bijih nikel.

    Menurut informasi terakhir yang saya terima, harga beli bijih nikel saat ini bukan lagi HPM + $ 2, tapi bisa jauh lebih besar dari itu apalagi untuk yang mau berkontrak jangka panjang.

    11. Memang masih ada perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan pemerintah terkait hal ini, antara lain enforcement terhadap aturan ESG, dan juga beberapa aspek tata kelola nikel yang lain. Namun, jika Faisal Basri menyatakan bahwa pemerintah memberikan harga bijih nikel “murah” kepada smelter, hal itu adalah berlebihan.

    12. Terkait klaim Faisal Basri bahwa nilai tambah dari hilirisasi nikel 90% dinikmati oleh investor Tiongkok. Dalam hal ini cukup sederhana untuk membuktikan bahwa pola pikir Faisal Basri salah.

    Jika ekspor bijih nikel ini terus dilakukan maka nilai manfaat dari bijih nikel yang kita miliki 100% dinikmati oleh negara lain. Jadi negara asing 100% dan Indonesia 0%. Tidak ada pajak dan penambahan tenaga kerja yang tercipta di Indonesia.

    13. Bagaimana jika kita mengukur nilai tambah hilirisasi lebih detail? Prinsipnya sederhana yaitu menghitung seberapa besar sumber daya yang harus dikeluarkan untuk memproses bijih nikel menjadi nikel pig iron (produk smelter). Sumber daya tersebut bisa dalam bentuk tenaga kerja, teknologi, listrik dan bahan baku lainnya. Lalu kita menganalisis, pihak mana (dalam negeri atau luar negeri) yang menikmati manfaat dari sumber daya tersebut.

    14. Berdasarkan analisis yang saya lakukan, dari 100% nilai produk smelter, kontribusi bijih nikel adalah 40%, 12% laba operasi yang bisa dinikmati investor (asumsi mendapatkan tax holiday), dan 48% adalah sumber daya tambahan yang perlu dikeluarkan untuk mengolah bijih nikel tersebut. Dari 48% angka tersebut, 32% dinikmati oleh para pelaku ekonomi di dalam negeri dalam bentuk batu bara (untuk listrik), tenaga kerja, dan bahan baku lain.

    Sehingga hanya 16% yang dinikmati oleh pihak supplier dari luar negeri (LN). Berdasarkan hitungan tersebut, nilai tambah yang dinikmati oleh pihak LN (investor dan supplier) adalah 16% ditambah komponen laba operasi 12%, sehingga menjadi 28%. Sehingga, nilai tambah yang dinikmati oleh dalam negeri adalah 32% atau secara proporsi mencerminkan sekitar 53% (32% dibagi 32%+12%+16) dari seluruh nilai tambah hilirisasi nikel.

    Nilai tambah dalam negeri akan lebih besar jika pihak investor asing tersebut melakukan reinvestasi di dalam negeri, sudah tidak mendapatkan tax holiday, atau bahkan ada keterlibatan investor lokal, seperti Harum Energy, Trimegah Bangun Persada, dan Merdeka Battery Materials.

    15. Satu hal lain yang cukup penting adalah mayoritas dari investasi hilirisasi nikel di lakukan di wilayah Sulawesi dan Halmahera yang sebelumnya memiliki gap aktivitas ekonomi yang besar dengan Jawa. Dengan adanya investasi ini, terjadi penciptaan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi yang besar, yang tidak akan terjadi tanpa adanya hilirisasi nikel ini.

    16. Untuk IMIP jumlah pekerja saat ini mencapai 74,7 ribu orang dan IWIP sekitar 56 ribu orang. Hal ini belum memperhitungkan kawasan industri lain seperti VDNI, Gunbuster, dan Pulau Obi. Dampak penciptaan lapangan pekerjaan dari hilirisasi nikel di Sulawesi Tengah dan Halmahera juga berdampak positif terhadap penurunan angka kesenjangan pendapatan (koefisien gini). Angka koefisien gini di Sulawesi Tengah dan Halmahera turun dari 37,2% dan 32,5% di 2014 menjadi 30,8% dan 27,9% di tahun 2022.

    17. Untuk IWIP dan IMIP, jumlah tenaga kerja lokal rata-rata mencapai 85-90% dari total tenaga kerja. Gaji yang mereka hasilkan pun juga jauh lebih tinggi dari UMR, tidak seperti klaim Faisal Basri. Rata-rata gaji di IWIP bisa mencapai 7 juta sebulan, bahkan lebih tinggi dari UMR Jakarta.

    18. Meskipun angka saya di atas adalah estimasi, tapi saya cukup yakin angka saya lebih akurat dibandingkan klaim Faisal Basri yang menyebutkan hanya 10% nilai tambah di dalam negeri yang dinikmasi dari hilirisasi nikel ini.

    19. Terkait klaim bahwa kebijakan hilirisasi nikel tidak menimbulkan pendalaman industri karena kontribusi industri pengolahan terhadap PDB justru menurun. Dalam mencapai kesimpulan ini, Faisal Basri tidak menganalisis data dengan cermat.

    Memang benar kontribusi industri pengolahan menurun pada periode 2014 dibandingkan 2022, namun hal itu sebagian besar disebabkan karena turunnya kontribusi subsektor industri batubara dan pengilangan migas, industri alat angkutan dan industri kayu, alat dari kayu dll yang turun masing-masing hingga 1,3%, 0,5% dan 0,4% terhadap PDB.

    Sementara itu, kontribusi subsektor industri logam dasar terhadap PDB justru meningkat 0,1%, utamanya didorong oleh hilirisasi nikel. Tanpa ada hilirisasi nikel, penurunan kontribusi industri pengolahan tentunya akan lebih turun.

    20. Kinerja hilirisasi nikel dalam mendorong industrialisasi terlihat di level provinsi. Sejak tahun 2014 hingga 2022, provinsi dimana hilirisasi nikel terjadi mengalami peningkatan share industri manufaktur yang signifikan. Kontribusi industri pengolahan di Sulawesi Tengah mengalami peningkatan hingga 34,4 persen, sementara kontribusi industri pengolahan di Maluku Utara mengalami peningkatan hingga 24,0 persen.

    21. Terkait pendalaman industri, semuanya membutuhkan proses. Ini bukan sim salabim yang bisa terjadi seketika. Sejarah nyata Candi Prambanan dibangun tidak dalam semalam, kecuali dalam dongeng. Perlu diingat kebijakan hilirisasi nikel baru dilaksanakan secara konsisten sejak awal 2020, ketika pemerintah menerapkan larangan ekspor bijih nikel. Sebelumnya pernah ada pelarangan, namun tahun 2017-2019 sempat diizinkan kembali ekspor bijih nikel. Jadi baru kurang lebih tiga tahun kebijakan hilirisasi nikel ini.

    22. Apa dampak konsistensi hilirisasi nikel ini selain sektor besi baja? Kita mampu menarik investasi-investasi baru dalam bidang baterai lithium. Nikel kadar rendah Indonesia yang sebelumnya tidak dipakai, saat ini bisa diproses menjadi Mixed Hydrate Precipitate (MHP) yang merupakan bahan baku utama baterai lithium. Bayangkan barang yang tadinya hanya sampah, saat ini bisa diproses menghasilkan bahan baku lithium baterai. Pastinya nilai tambahnya sangat besar.

    23. Perlu diketahui bahwa untuk membuat baterai lithium membutuhkan ekosistem industri yang kompleks. Tidak hanya dibutuhkan nikel, tetapi juga produk hilirisasi cobalt, aluminum, tembaga, lithium dan lain-lain. Tidak semuanya ada di Indonesia bahan bakunya. Ekosistem inilah yang saat ini sedang kita bangun di Indonesia. Semuanya sedang berproses dan tidak mudah.

    24. Hasilnya, saat ini Indonesia sedang membangun lithium refinery di Morowali, yang bahan mentah lithium nya diimpor dari Australia dan Afrika. Indonesia juga sedang membangun pabrik copper foil terbesar se-Asia Tenggara (Hailiang Nova Material) untuk komponen baterai lithium, guna mendukung hilirisasi melalui ekosistem baterai listrik, lokasinya persis didepan smelter tembaga yang dibangun freeport di JIIPE Gresik.

    Indonesia juga sedang membangun pabrik Anoda di Morowali juga dengan kapasitas 80 ribu ton, dimana pabriknya belum selesai tapi 100% produknya sudah dipesan semua. Mereka tidak perlu pusing mencari pembeli.

    25. Antam juga saat ini sedang memfinalkan negosiasi dengan CATL dan LG Chemical, dua perusahaan baterai terbesar di dunia, untuk membangun ekosistem baterai lithium dari hulu sampai hilir. Tidak mudah untuk meyakinkan para investor tersebut, dan negosiasi bisa membutuhkan waktu bahkan bertahun-tahun.

    26. Untuk pabrik baterai sendiri, Indonesia akan memiliki pabrik baterai lithium (cell dan pack) pada tahun depan, saat pabrik baterai lithium yang dibangun LG dan Hyundai selesai konstruksi. Kapasitasnya sekitar 10GWh, cukup untuk membangun 120 ribu mobil EV. Kemenkomarves sudah melakukan mapping supply chain untuk baterai lithium dan menentukan target investasi yang akan diperoleh.

    27. Banyak investor yang menyampaikan minatnya untuk melakukan investasi tambahan meskipun bukan dalam sektor nikel. Saat ini pemerintah sedang memproses investasi strategis dalam bidang petrokimia, solar panel dan fiberglass. Semuanya memiliki turunan industri yang sangat banyak. Di antaranya:

    _ BASF Jerman dan Eramet Perancis dalam proses kesepakatan investasi senilai US$ 2,6 Miliar (Rp 38,4 triliun) untuk membangun pabrik prekursor baterai listrik, yang akan terintegrasi dengan tambang nikel di Weda Bay, Maluku Utara. Prekursor merupakan komponen inti dari sel baterai kendaraan listrik.

    _ Foxconn Taiwan dan Gogoro Inc Taiwan dalam proses kerja sama dengan dua perusahaan asal Indonesia, yaitu PT Industri Baterai Indonesia (IBC) dan PT Indika Energy Tbk, untuk membangun ekosistem kendaraan listrik senilai US$ 8 miliar.

    _ Britishvolt Inggris, dalam proses kerja sama dengan perusahaan lokal Bakrie & Brother Tbk. untuk memproduksi baterai listrik.

    MOHON DOA MASYARAKAT INDONESIA AGAR PROSES BERBAGAI INVESTASI HILIRISASI STRATEGIS INI TERCAPAI DAN MEMBAWA KEBERKAHAN. AAMIIN YA ALLAH.

    28. Dalam pertemuan dengan Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva hari Rabu tanggal 9 Agustus 2023 yang lalu, Beliau menyampaikan apresiasi terhadap program hilirisasi nikel yang sudah dilakukan oleh pemerintah yang sudah berkontribusi signifikan terhadap perekonomian dan stabilitas makro Indonesia.

    MANAGING DIRECTOR IMF INI JUGA MENYAMPAIKAN PERMINTAAN MAAF KEPADA PEMERINTAH INDONESIA, melalui Pak Luhut, jika laporan IMF yang keluar baru-baru ini menimbulkan polemik di Indonesia.

    29. Jika dunia internasional saja mengapresiasi upaya Presiden Jokowi melakukan hilirisasi ini, sangat disayangkan masih ada orang-orang di dalam negeri yang mengkritik tanpa dasar, apalagi sampai bilang Presiden Jokowi menyampaikan data yang menyesatkan.

    30. Belajar dari pengalaman kegagalan Indonesia mengakuisisi StreetScooter Jerman (perusahaan baterai dan kendaraan listrik) karena banyak tokoh dan pengamat yang menentang langkah pemerintah, harus menjadi introspeksi positif semua komponen bangsa.
    Seringkali langkah maju bangsa ini dihambat oknum-oknum yang merasa si paling pintar, si paling kompeten, si paling tahu, dan tentu saja mereka yang selama ini diuntungkan/ mendukung kepentingan pihak yang tidak ingin Indonesia menjadi negara maju.

    Adalah Odin Automotive yang secara resmi mengakuisisi StreetScooter Engineering (StSE ), produsen kendaraan komersial ringan listrik atau Electric Light Commercial Vehicle (eLCV) pada 4 Januari 2022. Lewat akuisisi tersebut, Odin jalan sendiri tanpa IBC meraih hak atas IP StreetScooter Engineering, jalur produksi, dan anak perusahaan di Swiss dan Jepang.
    Sebelumnya, holding perusahaan baterai BUMN yaitu PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dikabarkan akan mengakuisisi produsen eLCV asal Jerman tersebut lewat Odin. Namun karena karena banyak kontroversi dan banjir penolakan Odin Automotive dengan didukung beberapa mitra investasi global institusional dan swasta lebih dulu mengambil momentum akuisisi StreetScooter.
    Beberapa perusahaan yang mendukung Odin melakukan aksi korporasi ini ialah Sparta Capital Management sebuah perusahaan investasi yang berbasis di London, Chery perusahaan OEM dari China, Neapco dari Jepang, Hitachi dari Jepang, dan GIC (Lembaga investasi Pemerintah Singapura).

    Direktur Kelembagaan Mind Id (Inalum), Dany Amrul Ichdan mengatakan, aksi korporasi IBC untuk mengakuisisi StreetScooter melalui konsorsium Odin Automotive belum dapat dilanjutkan karena sudah melewati jadwal yang ditargetkan oleh pihak Deutsche Post DHL sebagai Pemilik Stretscooter di akhir November 2021 lalu. Seringkali kita harus berlomba dengan kecepatan menangkap peluang. Namun sering terjebak pada intrik like and dislike tanpa asumsi validitas kajian bisnis yang dapat dipertanggung jawabkan sehingga momentum untuk menguasai teknologi manufaktur mobil listrik dan memasuki pasar global kita lewatkan.

    dalam statementnya di salah satu media Ahok menyatakan dari pada Mengakuisisi Perusahaan Mobil EV, lebih baik mengajak kerjasama dengan salah satu Brand Kendaraan Roda empat asal China yang juga saat ini sudah memproduksi Mobil EV.

    Alasan Ahok bahwa valuasi tidak jelas itu meremehkan kapabilitas tim Pertamina dan IBC dalam melakukan analisa investasi. Tentunya selain tim internal, ada konsultan-konsultan yang membantu juga

    Padahal, apabila Pertamina Power Indonesia (PPI) bisa mengakusisi perusahaan mobil Streetscooter yang sudah berjalan memproduksi dan memasarkan mobil EV, maka kedepannya bangsa kita bisa lebih cepat masuk dan memiliki dalam Industri kendaraan EV yang sangat berpotensial dalam pengembangannya kedepannya.

    Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium alias Mind Id kala itu yakni Orias Petrus Moedak, dan Dirut PLN saat itu, Zulkifli Zaini juga dikabarkan tak setuju dengan rencana akuisisi tersebut.

    Majalah Tempo edisi 20 November 2021 melaporkan seorang pejabat yang mengetahui rencana transaksi ini menuturkan, pangkal penolakan manajemen lama Mind Id dan PLN adalah adanya keganjilan dalam aspek teknis Proyek Odin.

    Uji tuntas yang dilakukan Ricardo, konsultan IBC untuk aspek teknis, salah satunya menemukan adanya penghentian pasokan steering gear ke StreetScooter sehingga perlu dicari pemasok baru yang harus dites, divalidasi, dan disertifikasi ulang.

    Lah kok sekarang Streetscooter diakuisisi oleh perusahaan swasta gabungan dari Inggris, China, Jepang plus Pemerintah Singapura. Pertanyaan saya, apakah mereka ini bodoh ?
    Kalau mereka tidak bodoh dan jeli melihat peluang, siapa sebenarnya yang bodoh ? Yang bodoh adalah kita yang mendapatkan peluang tapi malah ribut sendiri dan gak gercep, sehingga peluang itu disambar orang lain.

    Daftar para penolak/ yang mendukung penolakan akuisisi StreetScooter oleh IBC:

    _ Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto menilai, pernyataan Komisaris Utama (Komut) PT. Pertamina (Persero) Tbk, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menolak rencana akuisisi Indonesia Battery Corporation (IBC) terhadap startup mobil listrik asal Jerman, StreetScooter cukup logis.

    _ Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto mengatakan, pengembangan mobil listrik sebenarnya bisa dimulai dari dalam negeri terlebih dahulu.

    _ Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira mengatakan, Indonesia tidak perlu bernafsu melakukan akuisisi perusahaan mobil listrik. Negara ini seharusnya masuk dulu ke komponen mobil listrik karena memiliki bahan baku nikel besar. Nikel merupakan komponen utama dalam pembuatan baterai.
    Alasan akuisisi untuk memiliki keahlian di bidang kendaraan listrik dinilai tidak masuk akal. “Banyak engineer Indonesia bekerja di perusahaan mobil listrik, tinggal dibajak saja, bukan beli seluruh perusahaan,” ujar Bima

    _ Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR) Fabby Tumiwa menyarankan agar para BUMN mengakuisisi saja teknologi yang dikembangkan oleh Konsorsium perguruan tinggi di Indonesia melalui riset dan mengembangkan prototipe mobil listrik nasional (Molina).

    “Apakah Kementerian BUMN dan IBC mempertimbangkan adanya opsi ini, ketimbang membeli perusahaan yang tidak jelas teknologi dan daya saingnya,” kata Fabby.

    IBC, menurut Fabby, lebih baik fokus pada produksi baterai dan melakukan kerja sama dengan produsen mobil listrik dari Korea, Tiongkok, dan lainnya. Kemudian, perusahaan dapat melakukan riset pengembangan teknologi baterai untuk mengantisipasi kebutuhan baterai di masa depan.

    StreetScooter masih tergolong pemain “hijau” di industri mobil listrik. Perusahaan baru memiliki empat hak paten, Sedangkan kompetitornya sudah memiliki puluhan hak paten. “Risikonya terlalu tinggi. Kenapa harus membeli perusahaan yang tidak memiliki teknologi dasar?” katanya.

    https://www.google.com/amp/s/katadata.co.id/amp/sortatobing/indepth/61b05d1f7d8f6/plus-minus-rencana-besar-ibc-akuisisi-mobil-listrik-streetscooter

    31. Masih banyak kekurangan dari program hilirisasi yang kita lakukan saat ini, oleh karena itu kritik dan masukan tetap kami butuhkan. Tentunya dengan dasar dan analisis yang jelas dan tidak asal tuduh apalagi sampai menyebutkan data yang Presiden Jokowi sampaikan menyesatkan.

    SIAPAPUN PRESIDEN SELANJUTNYA, WASPADALAH PADA ORANG-ORANG YANG SUKA MENENTANG UPAYA PEMERINTAH UNTUK MELAKUKAN UPAYA HILIRISASI DAN INDUSTRIALISASI, KARENA PARA PENENTANG INGIN INDONESIA TETAP MENJADI SAPI PERAH PENJAJAH, BODOH DAN KONSUMTIF.

    https://investor.id/national/337935/argumen-faisal-basri-soal-hilirisasi-nikel-dibantah-dengan-34-poin-oleh-deputi-luhut/all
    https://www.cnbcindonesia.com/news/20230814091225-4-462639/serang-proyek-kebanggaan-jokowi-bos-imf-minta-maaf

  23. Linda Avatar
    Linda

    kritik + data = valid

  24. Moh Bayu Nurcahyo Avatar
    Moh Bayu Nurcahyo

    Tanggapan dan sanggahan atas pendapat Faisal Basri terkait hilirisasi nikel :

    1. Terkait klaim Faisal Basri bahwa angka ekspor hilirisasi nikel tahun 2022 Rp 510 triliun yang disampaikan Presiden Jokowi salah karena menurut hitungan dia angkanya Rp 413,9 triliun. Kesalahan utama Faisal Basri disini adalah tidak update terhadap perkembangan hilirisasi di Indonesia, sehingga dia hanya memasukkan angka ekspor besi dan baja senilai US$ 27,8 miliar atau Rp 413,9 triliun.

    Padahal hilirisasi nikel kita juga memproduksi bahan lithium baterai seperti nickel matte dan Mixed Hydrate Precipitate (MHP) yang tergabung dalam HS Code 75. Tahun 2022, nilai ekspor nickel matte dan MHP adalah US$ 3,8 miliar dan US$ 2,1 miliar. Selain itu masih ada beberapa turunan nikel di HS Code 73. Jika angka ekspor semuanya di total maka angkanya adalah US$ 34,3 miliar atau Rp 510,1 triliun. Tepat sesuai yang Presiden Jokowi sampaikan.

    2. Klaim Faisal Basri bahwa negara menerima pendapatan negara yang kecil akibat pelarangan ekspor bijih nikel, karena para smelter tersebut mendapatkan tax holiday 20 tahun. Di sini yang sangat disayangkan, Faisal Basri tidak memahami ketentuan tax holiday di Indonesia sehingga mencapai kesimpulan yang salah, dan menjadi argumentasi yang tidak faktual dan disengaja atau tidak, berhasil menggiring opini sebagian masyarakat untuk mendiskreditkan pemerintah. INI YANG PATUT DIDUGA DAN DIWASPADAI, BERPOTENSI MENJADI BERITA BOHONG !

    Tax holiday 20 tahun diberikan dengan investasi sebesar Rp 30 triliun atau lebih. Jika kurang dari itu maka akan menyesuaikan periodenya, antara 5-15 tahun. Insentif tax holiday ini hanya untuk PPh Badan, pajak-pajak lainnya tetap harus dibayar.

    3. Berdasarkan data pemberian tax holiday tahun 2018-2020, rata-rata perusahaan smelter yang memperoleh tax holiday 7-10 tahun. Hanya ada dua yang memperoleh 20 tahun, di mana saat ini hanya satu yang beroperasi.

    Masih ada banyak juga smelter yang tidak memperoleh tax holiday karena tidak memenuhi persyaratan selain nilai investasi. Setelah periode tax holiday habis, maka mereka harus membayar pajak sesuai ketentuan.

    4. Untuk smelter-smelter yang dibangun periode 2014-2016 dan memperoleh tax holiday selama tujuh tahun, saat ini sudah memulai membayar PPh Badan. Dengan mencocokkan data KBLI perusahaan-perusahaan yang memperoleh tax holiday (KBLI 24202), dan penerimaan perpajakan dari KBLI tersebut, dapat terlihat tren peningkatan yang signifikan dari pendapatan perpajakan tahun 2016-2022.

    Penerimaan perpajakan tahun 2022 dari sektor hilirisasi nikel adalah Rp 17,96 triliun, atau naik sebesar 10,8x dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp 1,66 triliun. Untuk pendapatan PPh Badan tahun 2022 adalah Rp 7,36 triliun atau naik 21,6x dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp 0,34 triliun.

    5. Jika kebijakan ekspor bijih nikel tetap dilakukan dengan menggunakan data tahun 2019, pendapatan pajak ekspor hanyalah sebesar US$ 0,11 miliar (Rp 1,55 triliun) atau 10% dari nilai ekspor bijih nikel sebesar US$ 1,1 miliar. Angka tersebut tetap lebih kecil jika dibandingkan dengan pendapatan pajak dari sektor hilirisasi nikel sebesar Rp 3,99 triliun di tahun 2019.

    6. Jadi, analisis yang disampaikan Faisal Basri dalam menyanggah statement Presiden Jokowi terkait dengan perpajakan ini juga salah. Dari data di atas, telah terjadi peningkatan pajak yang cukup signifikan dari sektor hilirisasi ini.

    Perlu dicatat pula bahwa penerimaan perpajakan dari sektor hilirisasi nikel ini, belum memasukkan pendapatan pajak dari sektor lain yang ikut tumbuh akibat hilirisasi nikel ini seperti pelabuhan, steel rolling, jasa konstruksi, industri makanan dan minuman, dan akomodasi.

    7. Pemberian tax holiday seperti kegiatan mancing (kebetulan hobi saya). Kalau mau mendapatkan ikan yang besar dan banyak, kita perlu mengeluarkan modal untuk beli/ sewa kapal, peralatan, umpan dan memperkerjakan kapten kapal dan kru ABK yang mumpuni.

    Semua itu tentu saja tidak gratis. Tax holiday pun sama, kebijakan insentif ini kita gunakan untuk menarik investasi masuk ke Indonesia dan berkontribusi kepada perekonomian nasional.

    IBARAT MEMANCING, JIKA INGIN MENDAPATKAN IKAN BESAR, GUNAKANLAH UMPAN BESAR.
    MUSTAHIL MENDAPATKAN IKAN BESAR DENGAN UMPAN KECIL.

    8. Terkait klaim Faisal Basri bahwa pemerintah memberikan harga bijih nikel yang “murah” kepada smelter, di mana selisih di dalam negeri dengan harga internasional bisa mencapai puluhan dolar/ ton dengan menggunakan data tahun 2022.

    Terkait klaim ini, sebagai seorang yang konon katanya sebagai ahli ekonomi, Faisal Basri tentu mengetahui hukum supply dan demand. Bahwa jika supply menurun sementara demand tetap, maka akan ada kenaikan harga. Hal ini lah yang terjadi pada saat pemerintah melakukan pelarangan ekspor tahun 2020-saat ini, harga internasional naik karena supply bijih nikel dari Indonesia hilang, sehingga smelter-smelter nikel di Tiongkok hanya mengandalkan supply dari Philippina dan beberapa negara lain. Padahal Indonesia adalah supplier terbesar bijih nikel ke Tiongkok sebelumnya.

    9. Artinya, jika ekspor bijih nikel indonesia kembali dibuka, maka harga internasional pasti akan turun karena supply bertambah dari indonesia, sehingga perbedaan antara harga nikel internasional dengan HPM pasti akan lebih kecil.

    Untuk itu, saya membandingkan harga ekspor bijih nikel periode tahun 2018-2019, ketika ekspor bijih nikel masih dilakukan, dengan HPM Nikel di periode yang sama. Berdasarkan data yang saya peroleh selisih antara harga ekspor dengan harga HPM dengan grade 1,7% dan MC 35% hanyalah $ 5,5/ton dan US$ 6,9/ton masing masing di tahun 2018 dan 2019.

    Selisih ini, berdasarkan temuan kemenkomarves pada waktu itu, ada sebagian disebabkan karena kualitas bijih nikel yang diekspor melebihi 1,7% (batas maksimum kualitas ekspor saat itu).

    10. Terkait penalti dan beban biaya lain yang harus ditanggung oleh penambang nikel, memang benar pernah terjadi pembebanan yang tidak fair oleh smelter kepada para penambang. Hal ini disebabkan karena jumlah smelter yang sedikit dibandingkan dengan volume produksi bijih nikel dalam negeri yang besar.

    Namun sejak diberlakukan Permen ESDM 11/2020 dan tindakan enforcement-nya kasus-kasus tersebut jauh berkurang, apalagi kondisi saat jumlah smelter yang sudah cukup banyak justru menciptakan kekurangan supply bijih nikel.

    Menurut informasi terakhir yang saya terima, harga beli bijih nikel saat ini bukan lagi HPM + $ 2, tapi bisa jauh lebih besar dari itu apalagi untuk yang mau berkontrak jangka panjang.

    11. Memang masih ada perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan pemerintah terkait hal ini, antara lain enforcement terhadap aturan ESG, dan juga beberapa aspek tata kelola nikel yang lain. Namun, jika Faisal Basri menyatakan bahwa pemerintah memberikan harga bijih nikel “murah” kepada smelter, hal itu adalah berlebihan.

    12. Terkait klaim Faisal Basri bahwa nilai tambah dari hilirisasi nikel 90% dinikmati oleh investor Tiongkok. Dalam hal ini cukup sederhana untuk membuktikan bahwa pola pikir Faisal Basri salah.

    Jika ekspor bijih nikel ini terus dilakukan maka nilai manfaat dari bijih nikel yang kita miliki 100% dinikmati oleh negara lain. Jadi negara asing 100% dan Indonesia 0%. Tidak ada pajak dan penambahan tenaga kerja yang tercipta di Indonesia.

    13. Bagaimana jika kita mengukur nilai tambah hilirisasi lebih detail? Prinsipnya sederhana yaitu menghitung seberapa besar sumber daya yang harus dikeluarkan untuk memproses bijih nikel menjadi nikel pig iron (produk smelter). Sumber daya tersebut bisa dalam bentuk tenaga kerja, teknologi, listrik dan bahan baku lainnya. Lalu kita menganalisis, pihak mana (dalam negeri atau luar negeri) yang menikmati manfaat dari sumber daya tersebut.

    14. Berdasarkan analisis yang saya lakukan, dari 100% nilai produk smelter, kontribusi bijih nikel adalah 40%, 12% laba operasi yang bisa dinikmati investor (asumsi mendapatkan tax holiday), dan 48% adalah sumber daya tambahan yang perlu dikeluarkan untuk mengolah bijih nikel tersebut. Dari 48% angka tersebut, 32% dinikmati oleh para pelaku ekonomi di dalam negeri dalam bentuk batu bara (untuk listrik), tenaga kerja, dan bahan baku lain.

    Sehingga hanya 16% yang dinikmati oleh pihak supplier dari luar negeri (LN). Berdasarkan hitungan tersebut, nilai tambah yang dinikmati oleh pihak LN (investor dan supplier) adalah 16% ditambah komponen laba operasi 12%, sehingga menjadi 28%. Sehingga, nilai tambah yang dinikmati oleh dalam negeri adalah 32% atau secara proporsi mencerminkan sekitar 53% (32% dibagi 32%+12%+16) dari seluruh nilai tambah hilirisasi nikel.

    Nilai tambah dalam negeri akan lebih besar jika pihak investor asing tersebut melakukan reinvestasi di dalam negeri, sudah tidak mendapatkan tax holiday, atau bahkan ada keterlibatan investor lokal, seperti Harum Energy, Trimegah Bangun Persada, dan Merdeka Battery Materials.

    15. Satu hal lain yang cukup penting adalah mayoritas dari investasi hilirisasi nikel di lakukan di wilayah Sulawesi dan Halmahera yang sebelumnya memiliki gap aktivitas ekonomi yang besar dengan Jawa. Dengan adanya investasi ini, terjadi penciptaan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi yang besar, yang tidak akan terjadi tanpa adanya hilirisasi nikel ini.

    16. Untuk IMIP jumlah pekerja saat ini mencapai 74,7 ribu orang dan IWIP sekitar 56 ribu orang. Hal ini belum memperhitungkan kawasan industri lain seperti VDNI, Gunbuster, dan Pulau Obi. Dampak penciptaan lapangan pekerjaan dari hilirisasi nikel di Sulawesi Tengah dan Halmahera juga berdampak positif terhadap penurunan angka kesenjangan pendapatan (koefisien gini). Angka koefisien gini di Sulawesi Tengah dan Halmahera turun dari 37,2% dan 32,5% di 2014 menjadi 30,8% dan 27,9% di tahun 2022.

    17. Untuk IWIP dan IMIP, jumlah tenaga kerja lokal rata-rata mencapai 85-90% dari total tenaga kerja. Gaji yang mereka hasilkan pun juga jauh lebih tinggi dari UMR, tidak seperti klaim Faisal Basri. Rata-rata gaji di IWIP bisa mencapai 7 juta sebulan, bahkan lebih tinggi dari UMR Jakarta.

    18. Meskipun angka saya di atas adalah estimasi, tapi saya cukup yakin angka saya lebih akurat dibandingkan klaim Faisal Basri yang menyebutkan hanya 10% nilai tambah di dalam negeri yang dinikmasi dari hilirisasi nikel ini.

    19. Terkait klaim bahwa kebijakan hilirisasi nikel tidak menimbulkan pendalaman industri karena kontribusi industri pengolahan terhadap PDB justru menurun. Dalam mencapai kesimpulan ini, Faisal Basri tidak menganalisis data dengan cermat.

    Memang benar kontribusi industri pengolahan menurun pada periode 2014 dibandingkan 2022, namun hal itu sebagian besar disebabkan karena turunnya kontribusi subsektor industri batubara dan pengilangan migas, industri alat angkutan dan industri kayu, alat dari kayu dll yang turun masing-masing hingga 1,3%, 0,5% dan 0,4% terhadap PDB.

    Sementara itu, kontribusi subsektor industri logam dasar terhadap PDB justru meningkat 0,1%, utamanya didorong oleh hilirisasi nikel. Tanpa ada hilirisasi nikel, penurunan kontribusi industri pengolahan tentunya akan lebih turun.

    20. Kinerja hilirisasi nikel dalam mendorong industrialisasi terlihat di level provinsi. Sejak tahun 2014 hingga 2022, provinsi dimana hilirisasi nikel terjadi mengalami peningkatan share industri manufaktur yang signifikan. Kontribusi industri pengolahan di Sulawesi Tengah mengalami peningkatan hingga 34,4 persen, sementara kontribusi industri pengolahan di Maluku Utara mengalami peningkatan hingga 24,0 persen.

    21. Terkait pendalaman industri, semuanya membutuhkan proses. Ini bukan sim salabim yang bisa terjadi seketika. Sejarah nyata Candi Prambanan dibangun tidak dalam semalam, kecuali dalam dongeng. Perlu diingat kebijakan hilirisasi nikel baru dilaksanakan secara konsisten sejak awal 2020, ketika pemerintah menerapkan larangan ekspor bijih nikel. Sebelumnya pernah ada pelarangan, namun tahun 2017-2019 sempat diizinkan kembali ekspor bijih nikel. Jadi baru kurang lebih tiga tahun kebijakan hilirisasi nikel ini.

    22. Apa dampak konsistensi hilirisasi nikel ini selain sektor besi baja? Kita mampu menarik investasi-investasi baru dalam bidang baterai lithium. Nikel kadar rendah Indonesia yang sebelumnya tidak dipakai, saat ini bisa diproses menjadi Mixed Hydrate Precipitate (MHP) yang merupakan bahan baku utama baterai lithium. Bayangkan barang yang tadinya hanya sampah, saat ini bisa diproses menghasilkan bahan baku lithium baterai. Pastinya nilai tambahnya sangat besar.

    23. Perlu diketahui bahwa untuk membuat baterai lithium membutuhkan ekosistem industri yang kompleks. Tidak hanya dibutuhkan nikel, tetapi juga produk hilirisasi cobalt, aluminum, tembaga, lithium dan lain-lain. Tidak semuanya ada di Indonesia bahan bakunya. Ekosistem inilah yang saat ini sedang kita bangun di Indonesia. Semuanya sedang berproses dan tidak mudah.

    24. Hasilnya, saat ini Indonesia sedang membangun lithium refinery di Morowali, yang bahan mentah lithium nya diimpor dari Australia dan Afrika. Indonesia juga sedang membangun pabrik copper foil terbesar se-Asia Tenggara (Hailiang Nova Material) untuk komponen baterai lithium, guna mendukung hilirisasi melalui ekosistem baterai listrik, lokasinya persis didepan smelter tembaga yang dibangun freeport di JIIPE Gresik.

    Indonesia juga sedang membangun pabrik Anoda di Morowali juga dengan kapasitas 80 ribu ton, dimana pabriknya belum selesai tapi 100% produknya sudah dipesan semua. Mereka tidak perlu pusing mencari pembeli.

    25. Antam juga saat ini sedang memfinalkan negosiasi dengan CATL dan LG Chemical, dua perusahaan baterai terbesar di dunia, untuk membangun ekosistem baterai lithium dari hulu sampai hilir. Tidak mudah untuk meyakinkan para investor tersebut, dan negosiasi bisa membutuhkan waktu bahkan bertahun-tahun.

    26. Untuk pabrik baterai sendiri, Indonesia akan memiliki pabrik baterai lithium (cell dan pack) pada tahun depan, saat pabrik baterai lithium yang dibangun LG dan Hyundai selesai konstruksi. Kapasitasnya sekitar 10GWh, cukup untuk membangun 120 ribu mobil EV. Kemenkomarves sudah melakukan mapping supply chain untuk baterai lithium dan menentukan target investasi yang akan diperoleh.

    27. Banyak investor yang menyampaikan minatnya untuk melakukan investasi tambahan meskipun bukan dalam sektor nikel. Saat ini pemerintah sedang memproses investasi strategis dalam bidang petrokimia, solar panel dan fiberglass. Semuanya memiliki turunan industri yang sangat banyak. Di antaranya:

    _ BASF Jerman dan Eramet Perancis dalam proses kesepakatan investasi senilai US$ 2,6 Miliar (Rp 38,4 triliun) untuk membangun pabrik prekursor baterai listrik, yang akan terintegrasi dengan tambang nikel di Weda Bay, Maluku Utara. Prekursor merupakan komponen inti dari sel baterai kendaraan listrik.

    _ Foxconn Taiwan dan Gogoro Inc Taiwan dalam proses kerja sama dengan dua perusahaan asal Indonesia, yaitu PT Industri Baterai Indonesia (IBC) dan PT Indika Energy Tbk, untuk membangun ekosistem kendaraan listrik senilai US$ 8 miliar.

    _ Britishvolt Inggris, dalam proses kerja sama dengan perusahaan lokal Bakrie & Brother Tbk. untuk memproduksi baterai listrik.

    MOHON DOA MASYARAKAT INDONESIA AGAR PROSES BERBAGAI INVESTASI HILIRISASI STRATEGIS INI TERCAPAI DAN MEMBAWA KEBERKAHAN. AAMIIN YA ALLAH.

    28. Dalam pertemuan dengan Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva hari Rabu tanggal 9 Agustus 2023 yang lalu, Beliau menyampaikan apresiasi terhadap program hilirisasi nikel yang sudah dilakukan oleh pemerintah yang sudah berkontribusi signifikan terhadap perekonomian dan stabilitas makro Indonesia.

    MANAGING DIRECTOR IMF INI JUGA MENYAMPAIKAN PERMINTAAN MAAF KEPADA PEMERINTAH INDONESIA, melalui Pak Luhut, jika laporan IMF yang keluar baru-baru ini menimbulkan polemik di Indonesia.

    29. Jika dunia internasional saja mengapresiasi upaya Presiden Jokowi melakukan hilirisasi ini, sangat disayangkan masih ada orang-orang di dalam negeri yang mengkritik tanpa dasar, apalagi sampai bilang Presiden Jokowi menyampaikan data yang menyesatkan.

    30. Belajar dari pengalaman kegagalan Indonesia mengakuisisi StreetScooter Jerman (perusahaan baterai dan kendaraan listrik) karena banyak tokoh dan pengamat yang menentang langkah pemerintah, harus menjadi introspeksi positif semua komponen bangsa.
    Seringkali langkah maju bangsa ini dihambat oknum-oknum yang merasa si paling pintar, si paling kompeten, si paling tahu, dan tentu saja mereka yang selama ini diuntungkan/ mendukung kepentingan pihak yang tidak ingin Indonesia menjadi negara maju.

    Adalah Odin Automotive yang secara resmi mengakuisisi StreetScooter Engineering (StSE ), produsen kendaraan komersial ringan listrik atau Electric Light Commercial Vehicle (eLCV) pada 4 Januari 2022. Lewat akuisisi tersebut, Odin jalan sendiri tanpa IBC meraih hak atas IP StreetScooter Engineering, jalur produksi, dan anak perusahaan di Swiss dan Jepang.
    Sebelumnya, holding perusahaan baterai BUMN yaitu PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dikabarkan akan mengakuisisi produsen eLCV asal Jerman tersebut lewat Odin. Namun karena karena banyak kontroversi dan banjir penolakan Odin Automotive dengan didukung beberapa mitra investasi global institusional dan swasta lebih dulu mengambil momentum akuisisi StreetScooter.
    Beberapa perusahaan yang mendukung Odin melakukan aksi korporasi ini ialah Sparta Capital Management sebuah perusahaan investasi yang berbasis di London, Chery perusahaan OEM dari China, Neapco dari Jepang, Hitachi dari Jepang, dan GIC (Lembaga investasi Pemerintah Singapura).

    Direktur Kelembagaan Mind Id (Inalum), Dany Amrul Ichdan mengatakan, aksi korporasi IBC untuk mengakuisisi StreetScooter melalui konsorsium Odin Automotive belum dapat dilanjutkan karena sudah melewati jadwal yang ditargetkan oleh pihak Deutsche Post DHL sebagai Pemilik Stretscooter di akhir November 2021 lalu. Seringkali kita harus berlomba dengan kecepatan menangkap peluang. Namun sering terjebak pada intrik like and dislike tanpa asumsi validitas kajian bisnis yang dapat dipertanggung jawabkan sehingga momentum untuk menguasai teknologi manufaktur mobil listrik dan memasuki pasar global kita lewatkan.

    dalam statementnya di salah satu media Ahok menyatakan dari pada Mengakuisisi Perusahaan Mobil EV, lebih baik mengajak kerjasama dengan salah satu Brand Kendaraan Roda empat asal China yang juga saat ini sudah memproduksi Mobil EV.

    Alasan Ahok bahwa valuasi tidak jelas itu meremehkan kapabilitas tim Pertamina dan IBC dalam melakukan analisa investasi. Tentunya selain tim internal, ada konsultan-konsultan yang membantu juga

    Padahal, apabila Pertamina Power Indonesia (PPI) bisa mengakusisi perusahaan mobil Streetscooter yang sudah berjalan memproduksi dan memasarkan mobil EV, maka kedepannya bangsa kita bisa lebih cepat masuk dan memiliki dalam Industri kendaraan EV yang sangat berpotensial dalam pengembangannya kedepannya.

    Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium alias Mind Id kala itu yakni Orias Petrus Moedak, dan Dirut PLN saat itu, Zulkifli Zaini juga dikabarkan tak setuju dengan rencana akuisisi tersebut.

    Majalah Tempo edisi 20 November 2021 melaporkan seorang pejabat yang mengetahui rencana transaksi ini menuturkan, pangkal penolakan manajemen lama Mind Id dan PLN adalah adanya keganjilan dalam aspek teknis Proyek Odin.

    Uji tuntas yang dilakukan Ricardo, konsultan IBC untuk aspek teknis, salah satunya menemukan adanya penghentian pasokan steering gear ke StreetScooter sehingga perlu dicari pemasok baru yang harus dites, divalidasi, dan disertifikasi ulang.

    Lah kok sekarang Streetscooter diakuisisi oleh perusahaan swasta gabungan dari Inggris, China, Jepang plus Pemerintah Singapura. Pertanyaan saya, apakah mereka ini bodoh ?
    Kalau mereka tidak bodoh dan jeli melihat peluang, siapa sebenarnya yang bodoh ? Yang bodoh adalah kita yang mendapatkan peluang tapi malah ribut sendiri dan gak gercep, sehingga peluang itu disambar orang lain.

    Daftar para penolak/ yang mendukung penolakan akuisisi StreetScooter oleh IBC:

    _ Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto menilai, pernyataan Komisaris Utama (Komut) PT. Pertamina (Persero) Tbk, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menolak rencana akuisisi Indonesia Battery Corporation (IBC) terhadap startup mobil listrik asal Jerman, StreetScooter cukup logis.

    _ Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto mengatakan, pengembangan mobil listrik sebenarnya bisa dimulai dari dalam negeri terlebih dahulu.

    _ Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira mengatakan, Indonesia tidak perlu bernafsu melakukan akuisisi perusahaan mobil listrik. Negara ini seharusnya masuk dulu ke komponen mobil listrik karena memiliki bahan baku nikel besar. Nikel merupakan komponen utama dalam pembuatan baterai.
    Alasan akuisisi untuk memiliki keahlian di bidang kendaraan listrik dinilai tidak masuk akal. “Banyak engineer Indonesia bekerja di perusahaan mobil listrik, tinggal dibajak saja, bukan beli seluruh perusahaan,” ujar Bima

    _ Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR) Fabby Tumiwa menyarankan agar para BUMN mengakuisisi saja teknologi yang dikembangkan oleh Konsorsium perguruan tinggi di Indonesia melalui riset dan mengembangkan prototipe mobil listrik nasional (Molina).

    “Apakah Kementerian BUMN dan IBC mempertimbangkan adanya opsi ini, ketimbang membeli perusahaan yang tidak jelas teknologi dan daya saingnya,” kata Fabby.

    IBC, menurut Fabby, lebih baik fokus pada produksi baterai dan melakukan kerja sama dengan produsen mobil listrik dari Korea, Tiongkok, dan lainnya. Kemudian, perusahaan dapat melakukan riset pengembangan teknologi baterai untuk mengantisipasi kebutuhan baterai di masa depan.

    StreetScooter masih tergolong pemain “hijau” di industri mobil listrik. Perusahaan baru memiliki empat hak paten, Sedangkan kompetitornya sudah memiliki puluhan hak paten. “Risikonya terlalu tinggi. Kenapa harus membeli perusahaan yang tidak memiliki teknologi dasar?” katanya.

    https://www.google.com/amp/s/katadata.co.id/amp/sortatobing/indepth/61b05d1f7d8f6/plus-minus-rencana-besar-ibc-akuisisi-mobil-listrik-streetscooter

    31. Masih banyak kekurangan dari program hilirisasi yang kita lakukan saat ini, oleh karena itu kritik dan masukan tetap kami butuhkan. Tentunya dengan dasar dan analisis yang jelas dan tidak asal tuduh apalagi sampai menyebutkan data yang Presiden Jokowi sampaikan menyesatkan.

    SIAPAPUN PRESIDEN SELANJUTNYA, WASPADALAH PADA ORANG-ORANG YANG SUKA MENENTANG UPAYA PEMERINTAH UNTUK MELAKUKAN UPAYA HILIRISASI DAN INDUSTRIALISASI, KARENA PARA PENENTANG INGIN INDONESIA TETAP MENJADI SAPI PERAH PENJAJAH, BODOH DAN KONSUMTIF.

    https://investor.id/national/337935/argumen-faisal-basri-soal-hilirisasi-nikel-dibantah-dengan-34-poin-oleh-deputi-luhut/all
    https://www.cnbcindonesia.com/news/20230814091225-4-462639/serang-proyek-kebanggaan-jokowi-bos-imf-minta-maaf
    Note :
    Kok komentar saya tgl 15 Agustus 2023 pagi masih dalam mode moderasi dan baru akan ditampilkan setelah disetujui. Menunggu persetujuan siapa? Faisal Basri? Apakah ada kemungkinan komentar saya tidak disetujui jika berisi argumen sanggahan atas pernyataan Faisal Basri ?

    1. Paman APiQ Avatar

      Komentar yg sangat menarik ini👍

      Saya mencoba memahami argumen2 yg ada.

      Saya kira debat dan dialog yg sehat seperti ini perlu terus dikembangkan.

      Terima kasih🙏

  25. JUN Avatar
    JUN

    Aduh PROF tambah Parah penjelasan di akhirnya… itulah mengapa Gelar Pendidikan itu tidak bisa mengalahkan Pengalaman..
    serasa ingin Langsung UPLOAD KONTRAK Kerjasama Realnya 🤣🤣🤣

  26. Menjawab Sanggahan Presiden Jokowi tentang Hilirisasi Nikel – Ansel Harefa Avatar

    […] Menjawab Sanggahan Presiden Jokowi tentang Hilirisasi Nikel […]

  27. […] keinginannya kepentingan elit bukannya memberikan dampak positif yang signifikan bagi Indonesia industrialisasi dan bersih publik […]

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.