Indonesia baru saja naik kelas tahun 2019 dari negara berpendapatan menengah-bawah menjadi negara berpendapatan menengah-atas. Karena baru naik kelas, tentu saja posisi Indonesia masih dekat ke batas bawah, hanya selisih 5 dollar AS. Indikator yang dipakai adalah gross national income (GNI) per capita.
Tiba-tiba pandemi menerjang, sehingga tahun 2020 mendadak sontak turun kelas, kembali dengan status negara berpendapatan menengah-bawah. Selain Indonesia, ada tiga negara bernasib seperti Indonesia yaitu Belize, Iran (merosot paling tajam dari US$5,240 menjadi US$2,870), dan Samoa. Tiga negara turun kelas dari berpendapatan tinggi menjadi berpendapatan menengah-atas, yaitu Mauritius, Panama, dan Romania. Hanya tiga negara naik kelas: Haiti, Moldova, dan Tajikistan.

Butuh waktu paling cepat sekitar dua sampai tiga tahun untuk mengejar status negara berpendapatan menengah-atas kembali. Syarat utama agar tidak lebih lama adalah pertumbuhan ekonomi setidaknya lima persen dan nilai tukar rupiah stabil.
“Setiap guncangan menjadi peluang untuk menjadi lebih baik dengan cara yang berbeda.” Itu kata Asim Khwaja, Direktur Center for International Development Sumitomo-FSAID Professor of International Financial and Development Universitas Harvard pada diskusi panel virtual dalam rangka Kongres International Economic Association, 6 Juli 2021. Bagi yang berminat mengikuti acara ini, silakan klik YouTube.
Saatnya untuk bertransformasi untuk memperkokoh landasan agar di kemudian hari kita lebih siap menghadapi berbagai cabaran dan guncangan.
Tinggalkan komentar